
SAat Rony menoleh ke belakang dia langsung terkejut karena melihat Dex yang ada di sana.
"Yoo ... Bagaimana kabarmu! bisa bantu aku sebentar?" tanya Dex dengan tatapan mengerikan yang menatap Rony.
Rony yang ketakutan hanya bisa menganggukan kepalanya, dan menyetujui permintaan dari Dex.
"Baiklah lakukan saja apa yang aku minta! aku tidak kan melakukan sesuatu yang burik kok." ucap Dex.
Lalu dia mulai bertanya kepada Rony tentang ruangan Shea, Rony yang ketakutan mulai memberi tahukan dimana Shea berada saat ini.
Dan Dex segera berlari menuju tempat yang di beri tahukan oleh Rony.
"Ini kah tempat nya? sial pintunya besar sekali!" ucap Dex yang lalu mengetuk pintu ruangan dimana Shea berada.
Shea yang mendengar suara ketukan langsung menghampiri ke arah pintu.
Kemudia setelah Shea membuka pintu, dia terkejut dengan kedatangan Dex yang mendadak.
"Ah ... Ketua.." sebelum Shea selesai berbicara Dex lalu menutup mulut Shea dengan telapak lengannya.
Lalu Dex berbisik kepada shea.
"Maaf bisakah kau ikut aku ini ke adaan darurat, dan juga jika kau berisik kita bisa ketahuan!" ucap Dex.
Mereka lekas berlari dan keluar dari kediaman Darius, dengan arahan dari Shea.
Setelah beberapa waktu akhirnya Shea dan juga Dex sampai ke rumah sakit.
Dan setelah bertemu dengan anggota yang lain Dex lalu pergi ke kamar rawat untuk mengecek kondisi dari David.
Shea yang baru mengetahui hal itu langsung terkejut dengan David yang saat ini berbaring di kasur rumah sakit.
Lalu dengan skill nya dia mencoba untuk menyembuhkan luka David di bagian perutnya.
Waktupun berlalu dan 1 Minggu telah berlalu, seluruh dunia saat ini sedangan dalam masa pemulihan.
Dan banyak juga Hunter yang pensiun, karena takut dengan para monster yang keluar dari gate hitam itu.
"Huh apa kau sudah sehat Abraham?" tanya Dex.
"Iya guru lengan ku juga sudah kembali seperti semula, ini semua berkat nona Shea!" ucap Abraham.
__ADS_1
"Ah itu tidak masalah kok." ucap Shea dengan sedikit malu.
"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah sakit kalian tetap di guild saja, dan kalau Lia datang beri tahu dia untuk menghubungi ku!" ucap Dex.
Setelah itu Dex beranjak pergi dari sana untuk menjenguk David yang masih di rawat di rumah sakit.
Dex yang sudah sampai di rumah sakit langsung berjalan menuju kamar inap David.
"Ah pak dokter kebetulan, bagaimana keadaan David?" tanya Dex kepada dokter yang baru keluar dari ruangan David.
"Tuan Dex, begini untuk kondisi pasien saat ini sudah membaik mungkin dia perlu beristirahat sekitar seminggu lagi agar bisa beraktivitas." ungkap Dokter itu.
"Baiklah terimakasih atas kerja keras nya!" ucap Dex sembari membungkuk.
"Ah ... Tidak masalah, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dokter yang beranjak pergi.
Dex lalu membuka pintu dan memasuki ruangan tempat David di rawat.
"Yoo ... Bagaimana keadaan mu?" tanya David sembari menutup pintu.
"Ah ketua, aku sudah baikan hanya sedikit sakit karena luka yang masih kering." ungkap David.
"Apa kau mau pensiun sebagai hunter?" tanya Dex.
Setelah mendengar itu raut wajah David menjadi sedikit bimbang, lalu berkata.
"Aku tidak tahu ketua, aku masih bingung dengan keputusan yang akan ku ambil." ungkap David.
"Yah ... Aku juga tidak memaksamu untuk tetap menjadi Hunter, kau bisa saja menjadi pengurus di guild tanpa harus bekerja sebagai guild." ungkap Dex.
Lalu setelah mendengar itu David langkah tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Dex.
"Kau tahu kan! Aku sudah menganggap kalian seperti keluarga, jadi tidak perlu sungkan." ucap Dex.
Lalu berdiri dan membuka gorden di sampingnya.
"Apa pacarmu sudah menjenguk?" tanya Dex.
"Ah ... Iya sudah ketua, dia juga sedikit sibuk karena rumahnya Sedang di bangun ulang karena hancur." ungkap David.
"Baiklah ... Aku akan pergi dulu ada tempat yang harus ku kunjungi juga!" ucap Dex berjalan mendekati pintu.
__ADS_1
Lalu sebelum Dex membuka pintu ruangan David lekas memanggilnya dan berkata kepada Dex.
"Ketua! jika kau memiliki suatu hal yang harus di bicarakan kau bisa berbicara denganku." ucap David.
Dex yang mendengar itu tersenyum dan membuka pintu dan beranjak pergi dari sana.
Kemudian dia mendatangi panti asuhan tempat dia tinggal saat kecil dulu.
Sebelum dia di adopsi oleh nenek nya dia berada di panti asuhan yang dia datangi Saat ini.
Meski kondisi panti yang hancur parah saat ini tetapi Dex masih mengingat semua ruangan yang ada di panti.
"Huh ... Sangat nostalgia, nenek apa kabar mu sekarang, aku Sekarang sudah memiliki keluarga yang baik seperti katamu!" gumam Dex.
"Mungkin saja aku akan segera menyusulmu." ucap Dex sembari mengangkat puing puing bangunan.
Lalu Dex menerima telepon dari Lia, yang saat ini berada di gedung guild.
"Halo Lia, apa kau sudah baca email yang aku kirim?" tanya Dex di telepon.
"Yah ... Tentu saja ketua, aku juga sudah mengurus semua donasi ke semua panti asuhan yang kau berikan." ungkap Lia.
"Baiklah terimakasih, apa semua anggota ada di guild sekarang?" tanya Dex.
"Iya, ada apa ketua?" jawab Lia.
"Tidak apa apa, tolong pesankan makanan dan suruh semuanya tetap berkumpul di sana aku akan segera ke sana!" ucap Dex.
Setelah menutup telepon dia langsung berjalan dan pergi ke gedung Guild nya..
Dan setelah sampai di sana semua anggota di guild yang berkumpul saat ini bertanya tanya apa yang akan di bicarakan oleh Dex.
Dex lalu memasuki ruangan rapat, lalu lekas duduk di kursinya.
Setelah itu Dex menghela napas dan mulai membuka mulutnya dan berbicara.
"Huh ... Baiklah kali ini aku akan berbicara serius jadi tolong dengarkan dan jangan ribut, dan juga jawab semua pertanyaan yang aku lontarkan!" ucap Dex dengan wajah serius.
Semua anggota yang ada di sana lalu mengangguk kan kepalanya dan menatap dengan wajah serius
Bersambung.
__ADS_1