
Terlihat David yang sedang di tangani oleh dokter, sesaat setelah sampai di tempat ini Ramzi bergegas menghubungi seluruh anggota dan memberi tahu kan apa yang terjadi.
Setelah mendengar itu semuanya langsung bergegas pergi menuju ke tempat itu.
Lalu di tempat Dex saat ini.
"Cih semoga David baik baik saja! dan juga Abraham aku tidak yakin dia bisa mengalahkan Steve." gumam Dex.
Dia terus melompat dari gedung ke gedung untuk pergi mendekati ke arah munculnya gate hitam.
Dan di tempat Abraham saat ini terlihat lubang lubang di aspal yang tercipta oleh serangan dari Steve.
Bukan hanya itu tubuh Abraham juga terdapat banyak sekali luka karena terkena serangan dari Steve.
Dengan wajah yang penuh percaya diri Steve mulai mendekati Abraham dengan berjalan pelan.
Lalu dia mulai mengeluarkan sebuah tombak Javelin dengan bentuk yang di penuhi oleh api membara.
Dengan berjalan santai dia mulai mendekati Abraham, tepat setelah di dekat Abraham.
Wajahnya yang terbuat dari api mengeluarkan ekspresi penuh kesenangan dan tersenyum.
"Lihatlah akhir dari hidup mu yang menyedihkan! Mengkhianati para monster dan melawan keagungan tuan Zelusa, matilah!" ucap steve.
Dia mulai mengibaskan Mata tombak tepat ke arah wajah Abraham, lalu beberapa detik sebelum mengenai Abraham.
Sebuah pedang dengan cepat memotong lengan Steve, pedang yang di lemparkan dari kejauhan membuat lengan Steve terputus.
Meski lengannya berhasil kembali tersambung, tiba tiba Dex berada di depannya.
Lalu dengan cepat menendang perut Steve hingga terhempas jauh ke belakang.
"Ah ... Sepertinya kau masih kurang belajar! Muridmu." ucap Dex yang melirik ke arah Abraham.
Dia yang melihat hal itu langsung tersenyum dan kemudian mulai tumbang dan tak sadarkan diri.
"Baiklah..." ucap Dex.
Dengan sangat cepat dia melesat ke arah Steve yang saat ini masih terhempas oleh tendangan Dex.
Lalu dia tepat berada di samping Steve dan mulai memegang kepala Steve.
"Woi ... Ada hal yang ingin ku tanyakan!" ucap Dex dengan wajah serius.
Lalu mereka yang saat ini terbang di udara terbuka, Dex langsung menghantamkan kepala Steve ke aspal di bawahnya.
Sebuah suara ledakan yang besar terdengar di sekitar dan daratan yang ada di tempat mereka menjadi magma yang di penuhi retakan.
"Steve ... Apa maksudmu dengan Zelusa!" tanya Dex sembari menggenggam kepalanya.
__ADS_1
"Huh ... Dasar sialan!" Steve lalu berteriak mengamuk.
Serta mengeluarkan kemampuan yang membakar semua yang ada di sekitarnya dalam radius 1000 meter.
"Kuhaha ... Lihatlah manusia, ke agungan dari seorang Avatar dari dewa!" teriak Steve.
Terlihat saat ini seluruh baju Dex mulai compang camping akibat kekuatan yang di keluarkan Steve tadi.
Lalu dengan berjalan santai Dex mulai mendekati Steve, dengan wajah yang sedikit terlihat sedih.
Dex lalu menggunakan impact, dan dalam hitungan detik berhasil menusuk dan menghancurkan jantung Steve yang saat ini di selimuti oleh api.
"Kugh...." Steve yang melihat itu reflek memegangi dadanya.
Dex yang berada di belakangnya berjalan menjauh dengan perlahan dan berkata,
"Sampai jumpa di neraka! teman." ucap Steve yang mengerutkan wajahnya.
Steve yang terjatuh berlutut, dan tubuhnya mulai terurai dan menghilang.
Di tengah tengah itu dia merasa sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan, dan seluruh tubuhnya berterbangan menjadi abu.
Dex mulai berjalan perlahan mendekati ke arah Abraham dalam wujud impact nya.
"Huh ... Merepotkan. Nabula!" ucap Dex.
Lalu sebuah lubang dimensi muncul, serta Avatar milik nebula yang keluar dari sana.
Lalu Dex mengangkat tubuh Abraham dengan kedua tangannya dan meletakkannya di depan ular kecil.
"Tolong rawat dia sampai aku kembali! Walau bagaimanapun dia adalah satu satunya murid ku!" ungkap Dex.
"Baiklah ... Kau bisa pergi sekarang!" ucap Nebula kepada dex.
Lalu Dex mulai terbang, dan dengan cepat menuju ke arah gate hitam yang ada di dekat daerahnya.
Tidak lama setelah itu ular Avatar dari Nebula mulai memasukan tubuh Abraham ke dalam tubuhnya.
Lalu menghilang memasuki sebuah portal dimensi.
Dengan kecepatan tinggi Dex terbang, bahkan sampai menyebabkan semua benda yang ada di jalur lintasannya mengalami kerusakan.
Dengan kecepatan penuh Dex mulai mendekat ke Gate hitam di depannya.
Lalu dia mulai memasuki gate hitam itu tanpa ragu, dan beberapa saat memasuki gate.
Terlihat tempat yang sangat ia kenali, abyss sebuah neraka bagi Dex.
Dia kembali ke tempat ini untuk menyelesaikan urusannya.
__ADS_1
Kedatangan Dex di abyss membuat guncangan gate hitam, yang membuat semua gate yang ada di seluruh dunia tertutup secara bersamaan.
"Hah ... Apa aku akan terjebak disini lagi? sialan, ini semua gara gara si botak demon lord." gumam Dex sembari berjalan ke depan.
Setelah beberapa saat berjalan akhirnya Dex melihat, 10 buah pleton monster yang di siapkan oleh Sebastian untuk menyerang bumi.
"Baiklah..." ucap Dex yang mulai meregangkan ototnya.
"Di sini aku tidak perlu menahan diri kan?" gumam Dex.
Lalu dia mulai melepaskan seluruh kemampuan Impact miliknya.
Sesaat setelah itu seluruh tempat yang ada dalam radius 10 kilo meter mulai mengalami tekanan luar biasa.
Seluruh monster yang ada di dalamnya, langsung kehilangan ke sadaran bahkan sampai kehilangan nyawanya.
"Nah ... Bisa kita mulai Sebastian?" ucap Dex yang melirik ke arah depan.
Terlihat seluruh pleton pasukan monster yang di siapkan oleh Sebastian untuk menyerang bumi.
Sebagian besar dari mereka terbunuh karena tekanan Dex, dan beberapa monster tingkat tinggi hanya kehilangan kesadaran.
"Kau?" tanya Sebastian yang berjalan mendekati Dex.
"Ah ... Maafkan aku aku lupa memperkenalkan diriku!" ucap Dex.
"Aku adalah orang yang di cari oleh rajamu!" ucap Dex dengan wajah tersenyum.
Setelah mendengar kata itu Sebastian langsung paham dengan apa yang di ucapkan oleh Dex.
"Begitu ya, jadi kau adalah orang itu ... Bagus sekali aku jadi tidak perlu kerepotan untuk membunuh dan menghancurkan dirimu di bumi!" ungkap Sebastian.
"Kalau begitu ... Mari kita mulai,
Impact!" ucap Sebastian.
Sebastian, dia adalah seorang Dewa tingkat tinggi yang di kutuk oleh emperor dan seluruh dewa.
Di zaman dahulu dia melakukan eksperimen terhadap kehidupan mahluk hidup di berbagai dimensi.
Karena hal itu bertentangan para Dewa, semua dewa menyepakati untuk menurunkan jabatannya dan membuang Sebastian menuju Nether.
Akan tetapi sebelum memasuki alam Nether, secara kebetulan Demon lord yang mengamuk menyebabkan Sebastian berhasil kabur dan bersinggah di abyss.
Dia yang merasa berhutang Budi kepada Demon lord mulai menjadi pengikut setia sang Demon lord.
Dan berjanji akan menghancurkan seluruh heaven bersama dengan pasukan Demon lord penguasa Abyss.
"Impact?" ucap Dex yang terkejut setelah mendengar hal itu."
__ADS_1
"Oh ... Apakah kau tidak tahu? Aku adalah mantan dewa tingkat tinggi, aku memiliki nama, gabrielaz!" ungkap Sebastian.
bersambung.