
*Calon istri?* tanya Asikey dalam batin
Setelah Pangeran Lyan menurunkan senjatanya, Pangeran Sei pun pergi membawa Asekiy ke dunia atas.
Dunia atas, Kerajaan Asimentri
Tiba di dunia atas, Asekiy langsung dibawa oleh Pangeran Sei, ke Dewi kematian. Terkejut atau tidak, saat Asekiy tiba di Kerajaan tersebut, rambutnya langsung berubah menjadi setengah hitam dan setengah merah. Asekiy masih mempertanyakan kenapa ia bisa berubah secara langsung saat tiba di istana ini?
Tok..... Tok..... Tok.....
"Masuk" Ucap sang dewi
Asikey pun terkejut, karena ia tak menyangka bisa bertemu dengan ibunya. Ia ingin menangis, tapi ia takut ibunya tak tahu dirinya ini.
"Apakah benar namamu adalah Asimentri Asikey?" Tanya sang dewi
"Ya benar, namaku adalah Asimentri Asikey" Jawab Asikey
"Nona, sepertinya dia berbohong. Bukannya hanya ada satu keturunan Asimentri, yaitu putri Asimentri Celents" bisik sang kepala pelayan
__ADS_1
"Memang benar hanya ada satu Asimentri. Tapi si Celents itu, aku belum pernah melihat kekuatan Asimentrinya" Balas sang dewi
Seketika saja, kepala pelayan itu langsung terdiam.
"Baiklah Asikey, bisakah kau tinggal disini untuk sementara waktu saja?" Tanya sang dewi
"Sepertinya bisa" jawab Asikey
Langsung saja, kepala pelayan tersebut langsung mengantarkan Asikey ke kamarnya dan juga membawakan beberapa pakaian
yang cocok untuk Asikey. Setelah kepala pelayan itu pergi, Asikey langsung saja menganti bajunya, yang menurutnya cocok untuk ia kenakan. Asikey menganti pakaiannya dengan warna merah dan rambut di ikat setengah agar terlihat seperti orang yang memiliki rambut pendek.
Krieettttt.......
Kepala pelayan itu masuk dan memberitahukan bawah nanti malam Asikey harus datang ke ruang bertanding. Hari sudah semakin larut dan Asikey pergi keluar untuk menikmati pemandangan alam yang indah.
Tak Lama kemudian, setelah Asikey menikmati nikmatnya kehidupan di dunia atas. Asikey pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dan langsung pergi menuju ruang bertanding
__ADS_1
Ruang Bertanding
Sesaat setelah Asikey tiba di ruangan tersebut, ternyata ada seseorang perempuan yang mengaku bawah dirinya adalah keturunan Asimentri. Perempuan tersebut terlihat tidak mirip dengan dewi kematian. Walau rambutnya berwarna setengah hitam dan setengah merah, tapi belum tentu juga dia adalah keturunan Asimentri.
"Oke semuanya sudah berkumpul disini" Ucap kepala pelayan sambil memastikan semuanya sudah berkumpul di ruangan bertanding.
"Oke, langsung saja kita mulai. Disebelah kanan ada Asimentri Celents dan juga disebelah kiri ada Asimentri Asikey. Jadi hari ini, dewi kematian ingin menentukan siapa penerus dari dewi kematian selanjutnya dan siapa yang akan menjadi tuan dari burung phoenix. Jika salah satu dari kalian menang maka kalian akan diangkat sebagai dewi kematian selanjutnya dan akan dijodohkan oleh Pangeran Sei." Jelas sang kepala pelayan dengan panjang lebar
"Oke, jadi kalian akan diberi waktu selama lima hari untuk mempersiapkannya dengan baik. Oh ya, pastikan kalian menguasai Ilmu Asimentri ya......." potong sang dewi kematian sambil memberikan support kepada kami.
Seketika saja, setelah pengumuman selesai mereka semua langsung meninggalkan ruang bertanding tersebut, dan pulang ke tempat mereka masing-masing. Tiba-tiba saat aku ingin ke kamar ku ada seseorang yang menghalangiku, yang tak disangka orang itu adalah Celents.
"Hey kamu! Dasar kamu Asimentri palsu, berani-beraninya kamu mengaku sebagai keturunan Asimentri" Bentak Celents kepada Asikey.
Asikey pun langsung menggandakan dirinya, dan melukai Celents dibagian fitalnya.
"Ahhhhhh.......!!!" Teriak Celents kesakitan.
Asikey tak memedulikan Celents, yang menghalangi jalannya. Ia hanya berjalan ke kamarnya dan meninggalkan Celents seorang diri.
__ADS_1
*Huhhhh...... Sepertinya dia keturunan Asimentri asli. Pokoknya aku tidak boleh kalah darinya. Walaupun aku ini Asimentri palsu, aku harus mendapatkan gelar dewi kematian dan menikahi Pangeran Sei!* gumam Celents sambil mengertakan giginya.