Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.49 |Ramalan


__ADS_3

Kerajaan Huo


Tiba di Kerajaan Huo, Asikey (Dewi Klutura) langsung saja memberikan salam kepada yang mulia kaisar.


“Salam hormatku kepada yang mulia kaisar. Semoga kaisar sehat selalu” Ucap Asikey (Dewi Klutura) sambil bersujud dikaki Pangeran Ash.


“Sudahlah Asikey, kau tak perlu melakukan hal itu. Kau ini sudah menjadi permainsuriku” Balas Pangeran Ash, sambil membangunkan Asikey (Dewi Klutura) dari sujudnya itu.


Pangeran Ash memengang bahu Asikey (Dewi Klutura), dan langsung mengangkatnya untuk segera berdiri.


“Asikey, nanti aku akan pergi menemui Raja Lux (Dewa Surga). Tolong jaga dirimu baik-baik ya?!” Ucap Pangeran Ash sambil memenangi sebuah bunga.



Asikey yang mendengar perkataan sang kaisar, langsung saja menjawabnya dengan sebuah anggukan kepala.


“Bagus, kalau begitu”


Sesaat setelah perkataan itu berakhir, muncullah angin kencang yang tertuju kearah mereka.


Pangeran Ash yang telah mengetahui bahwa Raja Lux (Dewa Surga) telah datang itupun langsung saja pergi menyambutnya.


“Salam hormat, Raja Lux” Sahut Pangeran Ash, sambil membungkukkan badannya (memberi hormat)


Seketika saja, Raja Lux langsung membalas salaman Pangeran Ash.

__ADS_1


Tak lama kemudian, akhirnya mereka selesai memberi salam. Raja Lux yang memandangi Asikey (Dewi Klutura) itu pun langsung berkata,


“Hati-hati, malam ini kau akan menerima nasib yang sama sepertinya”


Asikey (Dewi Klutura) yang terkejut akan ucapnya itupun, tiba-tiba saja tersenyum pelan.


“Hahahaha.... Kau tak usah khawatir dengan keadaanku!” Balas Asikey sambil memegangi Xibei yang menyamar menjadi angsa putih.



30 menit kemudian, akhirnya Pangeran Ash, dan Raja Lux, pergi meninggalkan Kerajaan Huo.


Asikey (Dewi Klutura) yang telah mengetahui hal tersebut pun langsung bergegas untuk pergi menuju ke Hutan Lengko.


“Ada apa dengan permainsuri?” bisik salah seorang pelayan


“Entah, aku tak tahu”


Asikey (Dewi Klutura) yang mendengar perkataan itu pun langsung menyumbat mulut kedua pelayan tersebut.


Setelah Asikey (Dewi Klutura) selesai menyumbat mulut kedua pelayan tersebut, akhirnya ia pergi melanjutkan perjalanannya itu, menuju Hutan Lengko


Hutan Lengko


Tiba di Hutan Lengko, Asikey langsung saja bergegas pergi menuju ke sarangnya itu, dan langsung memimpin sekawanan pasukan iblisnya itu.

__ADS_1


“Hahahaha..... Senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua, kawan-kawanku!” Ucap Asikey (Dewi Klutura) sambil memegangi satu persatu dari hewannya itu.


Kerajaan Sukaku


Di Kerajaan Sukaku, Pangeran Ken dan Pangeran Zen, sedang mendiskusikan tentang Dewi Klutura yang semakin menjadi-jadi.


“Ken, aku sudah menemukan sarang Klutura!” Ucap Pangeran Zen sambil menyerahkan sebuah peta kepada Pangeran Ken.


Seketika saja, Pangeran Ken langsung menerima peta tersebut, dan langsung membuka peta yang diberikan oleh adiknya itu.


Setelah peta terbuka, Pangeran Zen langsung saja menunjuk arah dimana sarang Klutura berada.


Pangeran Zen menunjuk kearah Hutan Lengko, yang berada di Selatan.


“Disini tepatnya!” Ucap Pangeran Zen sambil menunjuk kearah Hutan Lengko


“Baiklah kalau begitu, aku akan pergi bersama dengan para prajurit!” Jawab Pangeran Ken.


“Oke, aku akan ikut bersamamu! Prajuritku akan ikut membantu!” Balas Pangeran Zen.


Sesaat setelah perkataan itu berakhir, Pangeran Ken langsung saja bergegas pergi menuju ke Hutan Lengko. Tetapi, pada saat Pangeran Ken hendak pergi, Pangeran Zen menahannya.


“Ken, apakah kau akan mengunakan jurus Q-jian?” Tanya Pangeran Zen kepada sang kakak.


“Menurutmu harus bagaimana lagi? Hanya jurus itulah yang dapat menghancurkan jiwa Klutura!” Balas Pangeran Ken

__ADS_1


__ADS_2