Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.16 |Ujian III


__ADS_3

Keesokan paginya, Asikey pergi ke Akademi Yuji melewati Pasar Negara Whong. Tetapi saat ia berada di tengah-tengah perjalanannya, ia melihat seseorang yang begitu familiar baginya. Yang tak disangka orang itu adalah, Celents dan Kak Sei. Asikey yang hanya melihat mereka begitu romantis, membuat hatinya hancur berkeping-keping. Tiba-tiba saja, Kak Sei dan Celents menghampirinya.


"Ngapain kamu disini?!" Tanya Celents sambil memegangi tangan Kak Sei.


Asikey yang melihat hal itu pun langsung terdiam sejenak.


.......


"Aku hanya ingin pergi ke Akademi Yuji" Jawab Asikey sambil menahan rasa sakitnya


"Ohhhhhhh....."


"Oh, ya Asikey. Bulan depan kamu datang ya, ke dunia atas untuk menghadiri acara pertunanganku dan Kak Sei" Ucap Celents sambil menyerahkan kartu undangannya


"Ohhh, aku akan datang kok" Jawab Asikey sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


Asikey berjalan meninggalkan mereka dengan rasa sakit dihatinya yang begitu mendalam. Rasa sakit ini lebih sakit dari pada luka yang berdarah. Asikey hanya bisa menahannya dan pergi ke Akademi Yuji. Ia berharap suatu hari nanti, ia bisa mengulang waktu. Dengan tujuan ia mau suatu saat nanti ia tak usah mencintai Kak Sei.


Akademi Yuji


Tak lama kemudian, akhirnya Asikey tiba di Akademi tersebut. Dengan rasa sakit dihatinya. Ia langsung saja melihat papan ujian, seperti yang biasa ia lakukan.

__ADS_1


Ujian Tahap III


Jumlah peserta: 16 orang


Li Huanyang vs Okitsuki


Kirane vs Suan Kuranora


Luan Lyan vs Ye Asikey


Dan seterusnya......


*Melawannya?! Hemmmmmm........ Mudah sekali untuk mengalahkannya. Sepertinya ini adalah hari dimana aku membalaskan dendamku kepadanya* batin Asikey sambil tersenyum licik.


15 menit kemudian


"Nomor satu, Li Huanyang vs Okitsuki. Pemenangnya adalah, Li Huanyang"


30 menit kemudian


"Nomor dua, Kirane vs Suan Kuranora. Pemenangnya adalah, Suan Kuranora"

__ADS_1


"Dipersilahkan untuk perserta nomor tiga, untuk memasuki arena pertandingan"


Mendengar nomornya dipanggil itu, Asikey sesegera mungkin langsung ke arena pertandingan


Arena Pertandingan


Tengg.....


Bel bertanding pun dimulai


"Bersiap-siaplah Asikey untuk menerima kekalahanmu" Ucap Lyan dengan angkuh dan sombong


Asikey yang hanya terdiam dan mengabaikan perkataan Lyan itu, yang sembari menghindari serangan dan jurusan, yang diarahkan Lyan kepadanya. Asikey yang sudah lelah menghindari serangan dari Lyan itu pun langsung menyerangnya dengan satu kali serangan. Ia mengeluarkan ilmu spiritualnya. Ia mengunakan angin phoenix untuk melawan Lyan


Catatan:


Angin phoenix ini merupakan ilmu yang turun- temurun. Yang hanya dimiliki oleh keturunan Asimentri asli saja. Angin phoenix ini merupakan angin yang berbentuk seperti burung phoenix. Tetapi ini bukanlah angin melainkan semburan api dari neraka.


Swushhhh.....


Setelah Asikey mengunakan ilmunya itu, tiba-tiba saja, nampak sebuah angin yang berbentuk seperti burung phoenix yang mengarahkan serangannya kepada Lyan. Lyan yang hanya terdiam dan ketakutan itu pun mengaku dirinya menyerah, dan langsung saja setelah mendengar perkataan Lyan tersebut. Asikey langsung melenyapkan angin phoenixnya itu. Semua orang yang ada di sekitar arena pertandingan itu pun kebingungan. Mengapa ia tidak membunuh Pangeran Luan Lyan?

__ADS_1


Asikey yang menyadari bahwa semua orang bingung, kenapa ia tak membunuhnya, karena ia ingin membuat hidup Pangeran Luan Lyan menjadi menderita karnanya.


Setelah juri dan para guru mendengar bahwa Lyan menyerah. Langsung saja Asikey dianggap menang, dan akan terpilih sebagai perserta yang akan pergi ke kerajaan whong.


__ADS_2