
Ia pun keluar dari pemandian tersebut, dan langsung mengenakan baju yang telah disiapkan oleh para pelayan untuknya. Ia juga menyisir rambutnya dengan gaya kuno.
30 menit kemudian, setelah begitu lamanya ia berdandan, akhirnya ia selesai berdandan, dan langsung pergi keluar menuju tempat dimana diadakannya kontes kecantikan.
"Tuan putri, sepertinya cuaca akan mendung." Ucap sang pelayan wanita
"Sebaiknya kita pergi keluar mengenakan payung saja, bagaimana tuan putri? Apakah kita perlu mengeluarkan payung?"
Asikey yang tidak mau ayahnya (sang kaisar) dipermalukan karnanya itu pun langsung menyuruh sang pelayan wanita itu, untuk mengambilkan payung untuknya.
"Yasudah, bawakan lah aku payung" Jawab Asikey.
Sang pelayan wanita itu pun langsung bergegas untuk mengambilkan payung untuk sang putri.
"Ini tuan putri" Ucap sang pelayan sambil menyerahkan sebuah payung.
Asikey langsung menerima payung tersebut, dan langsung mengajak sang pelayan untuk langsung bergegas pergi meninggalkan kediaman sang putri.
"Pelayan, ayo kita pergi!" ajak Asikey.
"Baik tuan putri" Balas sang pelayan
Mereka pun kini sedang berjalan menuju tempat dimana diadakannya kontes kecantikan.
__ADS_1
Tikkkk..... Tikkkk.... Tikkk.....
Air terus turun, ke bawah permukaan tanah, sehingga menyebabkan jalanan penuh dengan genangan air. Asikey yang berjalan dengan santai itu pun hanya diam ketika air mengenai pakaiannya. Ia tidak sedikit khawatir dengan keadaan tersebut.
"Tuan putri, sebaiknya anda hati-hati. Pakaian anda terkena genangan air, dan sekarang menjadi basah? Kita harus bagaimana ini tuan putri?!" ucap sang pelayan wanita itu dengan wajah gelisah.
Asikey yang mendengar perkataan sang pelayan itu pun, langsung saja menjatuhkan payungnya ke permukaan tanah. Dan pergi berlari-lari menuju tempat dimana diadakannya kontes kecantikan. Asikey terus berlari-lari dan sesekali berputar-putar menikmati hujan yang turun ke bawah permukaan tanah. Asikey yang tidak memedulikan pakaiannya itu pun, membuat sang pelayan khawatir, dan langsung pergi berlari mengejar Asikey.
"Tuan putri tunggu...!! Tunggu saya" Teriak sang pelayan sambil mengejar sang putri.
Tiba-tiba saja, langkah kaki Asikey berhenti, saat ia melihat semua orang berkumpul dengan pakaian kuno yang indah, dan tata rias yang cantik. Tak disangka ia sudah tiba di tempat tujuannya dan langsung melirik dan melihat-lihat pelayan yang tadi ikut bersamanya.
"Kalian sudah datang ya...?" Sahut seseorang dari samping pelayan tersebut. Orang yang dimaksud itu tak lain adalah sang kaisar.
"Kaisar!" Ucap sang pelayan itu dengan kaget
"Maafkan hamba kaisar, hamba tidak bisa menjaga tuan putri dengan baik, sehingga pakaiannya menjadi basah kuyup"
Asikey yang melihat pelayannya itu bersujud dikaki sang kaisar itu pun langsung mengeringkan pakaiannya dengan kekuatannya.
Syusshhhh......
__ADS_1
"Pelayan, pakaianku tidak basah sama sekali" Balas Asikey sambil mengangkat pelayan itu bangun dari sujudnya.
Pelayan itu pun langsung kaget, karena melihat pakaian majikannya itu tidak basah sama sekali. "Ta,ta,ta...... Tapi tadi itu?"
"Sudahlah ayo kita masuk!" ajak sang kaisar.
Mereka pun akhirnya langsung masuk, dan sesekali melihat-lihat beberapa wanita-wanita cantik yang ada disekitarnya.
Tap..... Tap..... Tap.....
Terdengar suara langkah kaki yang menuju kearahnya.
"Salam yang mulia kaisar!" Ucap Ye Qin sambil membungkukkan badannya (memberi hormat)
Setelah memberi hormat kepada yang mulia kaisar, Ye Qin pun langsung melirik Asikey.
"Hei, Asikey! Ngapain kamu ada disini?" Ucap Ye Qin
"Memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh disini?" Jawab Asikey dengan santai
"Dasar kau ini!" Balas Ye Qin.
__ADS_1