
Asikey yang menyadari bahwa sang ayah (kaisar) telah mengizinkannya untuk pergi itu pun langsung bergegas pergi menemui Pangeran Negara Fainji. Sebelum ia bergegas pergi, ia memutuskan untuk mengganti pakaiannya itu, menjadi warna merah, dan mengenakan beberapa mahkota ratu.
Tap..... Tap..... Tap.....
Terdengar suara langkah kaki, yang tak lain itu adalah Asikey.
"salam yang mulia ratu" Sahut Pangeran Li, sambil membungkukkan badannya (memberi hormat).
Asikey pun langsung membalas salaman sang pangeran. "Salam hormat juga yang mulia pangeran"
"Ada tujuan apa anda kemari memanggilku?!"
"Hanya ingin mengajak ratu jalan-jalan keliling istana" Jawab Pangeran Li
"Memangnya kau mau pergi bersama ku?! Apakah nanti tidak ada yang salah paham?"
balas Asikey.
"Yang mulia ratu tak usah khawatir tentang itu, aku hanya ingin mengajak mu pergi keliling istana. Jika ada yang berpikir seperti itu, maka nanti aku akan pengal kepalanya." Balas Pangeran Li
"Baiklah aku terima tawaranmu" Jawab Asikey.
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey dan Pangeran Li, langsung pergi keliling istana.
__ADS_1
Asikey yang pergi bersama Pangeran Li itu nampak tak senang, seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.
"Ratu kau kenapa?" Tanya Pangeran Li
"bisakah kau memanggilku Asikey" Balas Asikey
"Asikey kau kenapa?" Tanya Pangeran Li kembali.
"Hikss, hikss, hikss....... Aku rindu Kak Sei! Kenapa dia harus pergi bersama wanita itu!" jawab Asikey sambil memeluk Pangeran Li.
Pangeran Li yang menyadari Asikey menangis itu pun langsung menerima pelukannya dan langsung melepaskan mahkota ratunya. "Nangislah sekencang mungkin Asikey, lepaskan semuanya!" Balas Pangeran Li
*Ternyata tebakanku benar dia adalah keturunan Asimentri asli. Sepertinya aku harus menggantikan posisi Pangeran Sei, agar aku mudah memanfaatkan Asikey* batin Pangeran Li sambil memegangi muka Asikey.
"Yasudah, ayo Asikey kita pergi dari sini! Sepertinya disini kurang nyaman. Bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar?!" Ajak Pangeran Li
"Yasudah ayo!" Balas Asikey.
Pasar Negara Whong {Pusat perbelanjaan terbesar di dunia bawah}
Tak lama kemudian, akhirnya mereka tiba di pasar Negara Whong.
"Hey liat itu!" Sahut salah seorang rakyat jelata.
__ADS_1
"Wah itu bukannya Pangeran Li dan Ratu Asikey!" Bisik salah seorang rakyat.
Seketika saja Asikey langsung menatap tajam ke arah kedua rakyat itu. Dan pada akhirnya mereka ketakutan, dan langsung beranjak pergi dari tempat tersebut. Tak lama kemudian, badai angin datang, entah kenapa badai angin itu, seperti mengarah kearah Asikey. Asikey pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut, sambil membawa Pangeran Li bersamanya. Tapi apa dayanya, badai itu begitu cepat, dan akhirnya badai itu mengelilingi Asikey, sampai-sampai Asikey dibawa pergi oleh badai tersebut. Terkejut atau tidak saat Asikey dibawa pergi oleh badai itu, ia seperti melihat sesosok laki-laki tampan yang berada disampingnya. Entah kenapa, Asikey merasakan bahwa lelaki itu yang mengendalikan badai angin tersebut, dengan mengunakan sebuah alat musik yang dibawa oleh laki-laki itu.
Kerajaan Roh, Alam Roh
Beberapa jam kemudian akhirnya Asikey sadar dari tidurnya itu.
"Ukh! Dimana aku?!" Tanya Asikey
"Tempat apa ini, dan kenapa bajuku berubah?!"
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, muncullah seorang laki-laki yang barusan tadi.
"Asikey" Ucap laki-laki tersebut
"Siapa kau" Tanya Asikey sambil mengarahkan sebuah jurus ke arah laki-laki tersebut.
Seketika saja jurus itu padam saat laki-laki itu memegang pinggangnya.
__ADS_1
"Ingatlah tiga hal. Pertama, jurusmu tak akan kuat melawanku, kedua, kau hanyalah milikku seorang, dan ketiga, jangan ada laki-laki lain di hatimu, hanya boleh aku seorang!" Balas laki-laki tersebut.