
Waktu terus berlalu, dan akhirnya kontes kecantikan itu pun telah usai. Asikey yang menyadari acara itu telah usai pun, langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Tuan putri anda mau kemana?" Tanya pelayan wanita tadi.
"Aku harus pergi" jawab Asikey
"Tapi pergi kemana, tolong ajak aku bersamamu" balas sang pelayan
"Nyalimu cukup besar, tapi maaf aku tidak bisa mengajakmu" jawab Asikey sambil meninggalkan kerajaan tersebut
Tap..... Tap..... Tap....
Dengan langkah kaki yang begitu cepat, akhirnya Asikey berhasil meninggalkan kerajaan tersebut dengan beberapa detik.
Tengah Malam
Hari sudah hampir menjelang malam, Asikey yang berada di sebuah sungai itu pun, hanya duduk dan mencari-cari dimana keberadaan sang burung phoenix. Sudah 15 menit ia menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk berpindah tempat ke gua. Hal sebaliknya pun terjadi saat ia tiba di gua, ia tidak melihat sama sekali burung phoenix itu. Jika gua dan sungai tidak ada, berarti burung phoenix itu berada di gunung! Tiba di sana, Asikey tiba-tiba saja melihat seekor burung cantik yang terbang mengelilingi sebuah gunung.
__ADS_1
*Apakah itu burung phoenix?!* batin Asikey
Tiba-tiba saja burung phoenix itu langsung melirik ke arahnya dan mendekatinya secara perlahan.
"Siapa kau!? Berani sekali, kau datang ke tempatku!" Ucap burung phoenix dengan tatapan tajam.
"Menurutmu siapa lagi, aku adalah orang yang akan menaklukkanmu!" Jawab Asikey dengan tangguh
"Hanya keturunan Asimentri saja lah yang bisa menaklukkanku!" Balas burung phoenix.
"Jadi menurutmu aku ini siapa!?" Tanya Asikey sambil mengeluarkan pedang phoenixnya itu
Seketika saja, burung itu langsung menunduk dan langsung meminta maaf kepada tuannya itu. "Maafkan hamba tuan"
"Yasudah saya maafkan" Jawab Asikey
__ADS_1
"Sebagai tanda permintaan maaf saya, saya akan mengantarkan tuan pulang" Balas sang burung phoenix tersebut.
Tak lama kemudian, akhirnya burung itu menurunkan setengah badannya dan mengizinkan tuannya untuk naik ke punggungnya itu.
Tanpa basa-basi, akhirnya Asikey langsung menaiki burung itu, dan langsung pergi kembali ke Kerajaan Whong.
Kerajaan Whong
Tiba di Kerajaan Whong. Asikey langsung saja menyuruh burung tersebut untuk bersembunyi dan tunggu ia memanggil burung itu. Setelah beberapa menit, akhirnya Asikey berhasil menyembunyikan burung phoenix itu, dan langsung saja ia pergi menemui ayahnya (sang kaisar). Di tengah-tengah perjalanan, Asikey melihat seseorang yang sedang mengobrol dengan ayahnya (sang kaisar). Orang itu tak lain adalah perdana menteri.
"Kaisar, sebentar lagi kerajaan kita akan ditaklukkan oleh musuh" ucap perdana menteri
"kenapa bisa begitu?!" jawab kaisar
"kau tau kan sekarang jumlah pasukan berperang sudah terkuras abis. Kita hanya bisa mengirim beberapa orang atau sukarelawan untuk ikut berperang bersama kita!" jelas sang perdana menteri.
"Baiklah jika begitu, esok saya akan langsung mengirimi beberapa orang ke medan perang" balas sang kaisar
__ADS_1
Asikey yang mendengar hal tersebut langsung saja tersenyum pelan. *hemmmmmm.... Berani sekali Kerajaan Luluan Selatan dan Luluan Utara menyerang kerajaanku, sampai-sampai banyak korban jiwa yang terkena serangan mereka. Lihat saja nanti, akan ku balas dendam-dendam orang-orang yang sudah kau bunuh itu!?* batin Asikey sambil mengertakan giginya.
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey pergi ke kamarnya, dan langsung beristirahat untuk hari esok. Karena hari esok ia harus berperang bersama dengan ayahnya itu.