Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.41 |Negara A


__ADS_3

Yasudah, cepat siapkan bajuku!" Perintah Asikey.


"Baik nona!" Balas Jonathan.


Sambil menunggu Jonathan mempersiapkan bajunya, Asikey pun langsung saja mengisi waktu luangnya itu untuk latihan menembak.



Duar.... Duar.... Duar...


Terdengar suara senjata AK-101.


Setiap tembakan, ia luncurkan dengan tepat pada sasaran, dan tidak meleset sama sekali.


15 menit sudah berlalu, akhirnya pakaian Asikey sudah siap dikenakan. "Nona ini pakaian yang anda minta" Sahut Jonathan.


"Tolong ditaruh di situ, nanti aku akan kenakan" Jawab Asikey sambil meninggalkan latihannya itu.


"Baik nona" Balas Jonathan.


Sesaat setelah Jonathan pergi, akhirnya Asikey langsung bergegas pergi menuju ruang ganti. Tak lama kemudian, akhirnya Asikey selesai berganti, dan langsung saja Jonathan masuk dan menghampiri nonanya itu, "Nona mari kita berangkat!" Ajak Jonathan


"Beri aku waktu 5 menit!" Balas Asikey

__ADS_1


"Baik nona"


"Ibu, Kak Sei! Tujuanku kesini hanya ingin bertemu denganmu. Jika kau sudah kutemukan, aku akan membawamu pulang ke zaman kuno" Ucap Asikey, sambil memandang bulan yang bersinar pada malam hari



Sesaat setelah perkataan itu berakhir, akhirnya Asikey langsung bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut, dan langsung pergi menuju ke pesta, yang berada di Negara A.


Negara A, Rumah Tuan Muda.


Tiba disana, Asikey langsung disambut oleh banyak orang dan juga disapa oleh beberapa orang-orang penting.


"Dimana tuan muda?!" Tanya Asikey kepada salah seorang penjaga


Seketika saja Asikey langsung bergegas pergi menuju ke dalam rumah tersebut. Tiba-tiba saja saat ia sudah ada di dalam rumah tersebut, ia melihat dua orang yang begitu familiar baginya, orang itu tak lain adalah Kak Sei dan Ibunya. Tapi anehnya Kak Sei dan Ibunya tak mengingatnya sama sekali.


"Nona Asikey, apa kabar?" Sahut sang dewi kematian


"Baik" Jawab Asikey


"Apakah anda suka barang-barang kuno?" Tanya sang dewi


"Maksud anda?"

__ADS_1


"Hehehehe..... Sudah tidak bisa ditutupi lagi nona. Itu buktinya, kenapa ada giok di baju nona" Balas sang dewi kematian.


"Ohhhhh..... Giok ini, giok ini adalah giok pemberian dari kakek!" Ucap Asikey dengan berbohong kepada sang dewi (ibunya)


*Sebenarnya ini giok pemberian dari kamu (ibu)* batin Asikey


"Owwhhhhh......"


"Oh iya, aku membawakan sebuah teh dari Gunung Zu. Aku buatkan ya!" Ucap Asikey


"Ah, tidak usah repot-repot" Jawab sang dewi


"Tidak apa-apa kok!" Balas Asikey sambil bergegas pergi ke dapur.


Tiba di dapur Asikey langsung saja membuatkan teh, dan mencampurkan beberapa bahan-bahan tradisional, untuk mengembalikan daya ingat dari kedua orang yang ia sayangi. *Maafkan aku ibu, Kak Sei, aku melakukan ini demi kalian* batin Asikey sambil menganduk larutan teh tersebut.


Tak lama kemudian, akhirnya Asikey keluar dari dapur tersebut, dan langsung menyuruh Kak Sei, dan ibunya untuk segera meminum teh buatannya, "Ayo silakan diminum!" Ucap Asikey. Mereka yang mendengar perkataan Asikey itu pun, langsung meminum air teh tersebut. Dan tak lama kemudian, satu persatu dari ingatan mereka kembali. "Asikey!" Teriak Kak Sei dan Sang Dewi, sambil bergegas memeluk Asikey.


"Maafkan ibu nak! Atas semua perlakuan ibu kepadamu!" Ucap Sang dewi.


"Ibu, Asikey memaafkanmu" Ucap Asikey sambil mengeluarkan beberapa tetes air mata.


"Yasudah, yuk mari kita pulang ke zaman kuno!" Ajak Asikey.

__ADS_1


Kak Sei, dan ibunya itu, hanya menuruti perkataan Asikey. Tetapi saat Asikey ingin pergi, ia melihat bahwa ada yang aneh pada dirinya itu, tak disangka giok pengendalinya, hilang bergitu saja. *Oh tidak, giokku kemana?!* batin Asikey dengan raut wajah panik


__ADS_2