
Tahun demi tahun, ia sudah lewatkan disini. Tak menyangka ia akan meninggalkan dunia ini, menuju dunia dimana seharusnya ia tinggal.
Swushh....
Cahaya terpancar kearahnya, angin kencang menuju kearahnya. Saat ia membuka mata ia telah sampai di dunianya.
Negara X
"Nona anda sudah tiba!" Sahut Jonathan sambil membungkukkan badannya (memberi hormat)
"Apakah ini negaraku? Kenapa kelihatan sangat berbeda!" Tanya Asikey
"Nona, si tua bangka (Nur Yen) telah mengubah semuanya saat nona tidak ada disini!" Jawab Jonathan.
"Dasar kau Nur Yen!" Ucap Asikey sambil mengertakan giginya
"Cepat suruh dia datang ke kantor ku!"
"Baik nona" Jawab Jonathan sambil membungkukkan badannya (memberi hormat). Setelah Jonathan selesai memberi hormat, Jonathan pun langsung saja bergegas pergi menuju ke tempat dimana Nur Yen berada.
__ADS_1
Sesaat setelah Jonathan pergi, Asikey langsung saja menyuruh beberapa orang untuk menyiapkan mobilnya itu. 3 menit kemudian, mobil sudah siap, Asikey pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut, dan bergegas pergi menuju ke perusahaannya.
Swushh.....
Dengan cepat mobil itu melaju. Ditengah-tengah perjalanan, Asikey melirik ke kanan dan ke kiri. Tak menyangka negaranya berubah karna satu orang.
"Ini negaraku! Aku mendapatkannya dari hasil kerja kerasku! Siapapun yang merubahnya, harus berurusan denganku!" Ucap Asikey dengan raut wajah menakutkan
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey telah tiba di perusahaannya itu. Perusahaan yang sudah ia dirikan dari nol itu juga diubah oleh si tua bangka itu (Nur Yen). Kemarahannya semakin melunjak. "Dasar kau tua bangka! Dikasih hati minta jantung!" Ucap Asikey sambil mengertakan giginya.
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, Asikey pun langsung saja masuk ke perusahaannya itu. Setelah ia memasuki perusahaan itu, semua orang kembali menyambutnya. "Salam hormat, presdir!"
"Hemmmm...... Suruh dia masuk!" Balas Asikey.
"Baik nona!" Ucap orang kepercayaan Asikey sambil, meninggalkan ruangan tersebut.
Tak lama kemudian, akhirnya Jonathan dan Nur Yen tiba di tempat tersebut.
"Salam hormat presdir!" Sahut Nur Yen sambil membungkukkan badannya (memberi hormat)
__ADS_1
"Masih punya sopan satun ternyata" Balas Asikey yang tengah duduk di bangku presdir.
Nur Yen hanya diam seribu bahasa (tidak bisa berkata-kata lagi)
"Kau tau tidak! Karna kau, negara kita hampir saja dikalahkan oleh Negara A! Hampir saja aku pulang ke sini, kalau tidak, maka negaraku ini sudah hancur karna kau!" Bentak Asikey dengan emosi memuncak
"Ta-Tapi presdir" Ucap Nur Yen dengan gugup.
"Huuhhh! Dasar kau tua bangka! Cepat usir dia dari sini! Ambil kembali harta yang kita berikan padanya!" Perintah Asikey.
"Jangan Presdir!" Balas Nur Yen sambil sujud dikaki Asikey.
Asikey tidak memedulikan perkataan itu, ia hanya memalingkan wajahnya. Dan pada akhirnya, usaha Nur Yen sia-sia saja, nasi sudah menjadi bubur (perbuatan yang sudah terlanjur, tidak dapat diperbaiki lagi atau diubah lagi) itulah peribahasa yang cocok, untuk perbuatan Nur Yen.
"Nona, tuan muda Negara A, telah mengundang anda ke sebuah pesta" Ucap Jonathan.
"Tuan muda? Seingatku, Negara A belum pernah mempunyai tuan muda" Jawab Asikey
"Nona, apakah anda belum tahu, bahwa tuan muda Negara A adalah anak dari nyonya Asimentri, yaitu istri kedua dari pemimpin Negara A " Jelas Jonathan
"Tunggu-tunggu, tadi kau bilang Asimentri?!" Balas Asikey
__ADS_1
"Ya nona!" Jawab Jonathan
*Jangan-jangan, tuan muda itu Kak Sei, dan Nyonya Asimentri itu adalah ibuku!* batin Asikey