
Tap... Tap... Tap...
Terdengar suara langkah kaki seseorang, yang tak lain itu adalah, Asikey.
"Pelayan Zhen tolong jaga pintu masuk!" Perintah Asikey.
"Baik yang mulia ratu" Jawab Pelayan Zhen.
Waktu terus berlalu, sampai-sampai sudah ingin tengah malam.
Kuku-kuku
__ADS_1
Terdengar suara burung hantu. Pelayan Zhen yang mendengar suara burung hantu tersebut pun langsung terbawa mimpinya itu. Tak disangka saat Pelayan Zhen tertidur, ada seseorang pria misterius, yang tak lain pria itu adalah Pangeran Li. Pangeran Li yang masuk ke kamar Asikey pun, langsung melukai sebagian dari tubuh Asikey, dan lalu mengambil beberapa darah Asikey untuk membangkitkan hewan pemusnah. "Aw!" Ucap Asikey kesakitan. Sesaat setelah ucapan tersebut berakhir, akhirnya Asikey terbangun dari tidurnya itu, tetapi pada saat ia bangun ia langsung terkejut karna di kasurnya itu nampak banyak darah yang mengalir. Tak disangka darah itu milik Asikey, Asikey yang mengetahui hal itu pun langsung menyembuhkan lukannya, tapi sayang tenaganya tidak cukup untuk menyembuhkan luka tersebut, karna terlalu banyak darah yang mengalir. Sehingga Asikey memutuskan untuk tidak menggunakan kekuatannya itu, dan langsung memutuskan untuk mengobatinya mengunakan perban. 30 menit kemudian, akhirnya Asikey selesai mengobati lukanya itu, walau belum sembuh dengan total. Asikey yang memutuskan untuk pergi berkeliling istana itu pun, tiba-tiba saja langsung melihat beberapa orang sedang menyembut nama "Hewan pemusnah". Asikey yang mendengar hal itu pun langsung bergegas pergi ke tempat tersebut. Dan langsung berkata, "Kalian sedang apa disini?!"
Pangeran Li yang melihat Asikey ada disini pun langsung menjawab dengan berbohong, "Ohhhh..... Kami sedang mempersembahkan makanan ini untuk para leluhur kita yang mati di medan perang, saat ingin melawan hewan pemusnah!"
"Ohhh.... Jadi begitu!" Balas Asikey
"Asikey, silakan minum teh hangat ini!" Ajak Pangeran Li, sambil memberikan sebuah cangkir yang berisi teh hangat kepada Asikey. Asikey pun langsung menerima teh hangat tersebut, dan langsung meminumnya. Tak lama kemudian, akhirnya Asikey pergi dari tempat tersebut dan langsung pergi bersama dengan burung phoenixnya itu menuju ke sesuatu tempat. Setelah Asikey pergi dari tempat tersebut, Pangeran Li langsung melanjutkan upacara pembangkitan hewan pemusnah itu, dan akhirnya berhasil.
Dunia Atas, Kerajaan Asimentri
Tap... Tap... Tap...
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki seseorang yang tak lain itu adalah Kak Sei. Kak Sei yang sedang berjalan menuju kamar Celents itu pun, tiba-tiba saja terhenti, dan mendengar sesuatu, yang tak lain sebagai berikut "Kasihan sekali kau Asikey! Padahal kau adalah keturunan Asimentri asli, tapi malah diusir dari Istana mu sendiri!"
Kak Sei yang mendengar hal itu pun langsung, menampar Celents
Plak...!
"Kak Sei!" Teriak Celents dengan terkejut.
Kak Sei hanya memasang raut wajah yang menakutkan kepada Celents, dan langsung saja Kak Sei pergi dari tempat tersebut, dan langsung pergi ke sesuatu tempat bersama dengan naga kegelapannya itu.
Perbatasan Negara Fainji dan Negara Nyuan
__ADS_1
Di perbatasan Negara Fainji dan Negara Nyuan, terdapat sebuah pohon sakura tua yang sangat besar. Asikey yang telah tiba disana pun langsung duduk dan bersandar di pohon sakura tersebut, tetapi saat ia sedang duduk santai, tiba-tiba saja muncullah seseorang pria yang tak lain itu adalah Kak Sei. Kak Sei yang melihat Asikey itu pun langsung memeluknya dan langsung meminta maaf kepada Asikey, "Asikey maafkan aku, maafkan aku atas segala perbuatanku kepadamu! Aku sudah tau semuannya!"