
Swushh....
Cahaya terpancar kearahnya, angin kencang menuju kearahnya. Saat ia membuka mata ia telah tiba di alam roh.
Saat Asikey terbangun, ia mencium bau-bau harum bunga, tak menyangka ia sudah disambut saat tiba disana. Ia disambut oleh beberapa tumbuhan, dan juga tanaman.
Asikey yang tengah terbaring di sebuah gua, yang dipenuhi air itu pun langsung bertanya-tanya, “Mengapa bunga-bunga ini seperti menyambutku?! Apakah ada yang salah denganku?!”
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey memutuskan untuk bangun dari tidurnya itu. Dan memutuskan untuk berkeliling disekitaran gua.
Ia berharap, ia dapat menemukan jawabannya, disini.
Saat Asikey sedang berkeliling, tiba-tiba saja ia menemukan sebuah artefak kuno yang sudah lama ditinggalkan disini.
Artefak itu seperti menceritakan tentang seorang perempuan yang dikelilingi oleh banyak tumbuhan berserta tanaman.
Asikey yang tak tahu siapa wanita itu langsung bertanya-tanya, “Siapa sebenarnya wanita ini?”
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, ada seseorang yang menjawabnya, “Nona, apakah kau lupa? Itu adalah ibumu, Lului Sinke, dewi kehidupan”
Seketika saja, Asikey langsung melirik kearah orang yang telah menjawab pertanyaan tersebut.
Dengan terkejut, Asikey pun langsung berkata,
“Siapa kau?”
“Nona, aku adalah pelayan setiamu. Nama ku adalah Cici. Aku yakin, anda pasti Nona Asikey, calon dewi kehidupan yang baru!”
__ADS_1
*Dewi Kehidupan?!*
“Nona, pasti kau lupa ya? Baiklah kalau kau lupa, aku akan memulihkan daya ingatmu!”
Cici kemudian langsung mendekati Asikey, dan menempelkan tangannya itu, yang berbentuk seperti daun.
Cahaya muncul dari dahi Asikey. Satu persatu dari ingatan sang dewi kembali ke dalam otaknya.
“Tunggu, aku ingat sesuatu. Gua ini dulu adalah gua milik Lului Sinke (Dewi Kehidupan)” Ucap Asikey
“Nona, akhirnya kau mengingatnya!” Balas Cici.
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey memutuskan untuk pergi dari gua tersebut.
“Terima kasih ya, Cici. Atas ingatannya!” Ucap Asikey sambil bergegas pergi meninggalkan gua tersebut.
“Iya nona. Hati-hati ya dijalan!”
Ditengah-tengah perjalanan, Asikey mendengar suara kicauan burung-burung kecil
Cit... Cit... Cit...
Asikey kemudian melirik kearah burung tersebut, dan berkata, “Suaramu indah juga!”
Sesaat setelah perkataan itu usai, Asikey langsung saja memegang burung tersebut. Tetapi saat ia ingin memegangnya, burung itu tiba-tiba saja berubah menjadi burung phoenix.
“Tuan, akhirnya aku menemukanmu” Ucap sang burung phoenix.
Asikey kemudian melirik burung itu, dan bertanya, “Ada apa dengan ukuranmu?”
__ADS_1
“Tuan, saya sengaja tidak berubah menjadi besar, karna saya takut, kalau ada orang-orang yang memburu saya nanti” Jawab sang burung.
“Ohhh..... Kalau begitu, kembalilah jadi kecil, dan ikutlah bersamaku” Ajak Asikey.
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, akhirnya burung itu berubah menjadi kecil.
Cit... Cit... Cit...
Setelah burung itu berubah menjadi kecil, Asikey kemudian menyuruh sang burung untuk naik ke bahunya.
Tak lama kemudian, akhirnya mereka langsung bergegas pergi menuju ke pasar alam roh.
Di tengah-tengah perjalanan, Asikey memutuskan untuk memanggil peliharaannya itu, dengan panggilan Xibei
Pasar Alam Roh
Tiba disana, Asikey langsung saja membeli beberapa pakaian dan jubah putih, untuk ia kenakan.
Tetapi, pada saat Asikey ingin membayar, Asikey lupa, bahwa ia tak memiliki uang sepeserpun.
“Nona, semuannya jadi 50 koin” Ucap sang penjual
Asikey yang mendengar perkataan sang penjual itu, langsung berpura-pura mencari uangnya.
“Ada apa nona?” Tanya sang penjual.
“An-anu...”
“Xibei, keluarlah!” Teriak Asikey.
__ADS_1
Xibei (burung phoenix) itu pun langsung membesarkan tubuhnya, dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
“Tolong, ada pencuri!” Teriak sang penjual