
"Ratu, apakah kau jatuh cinta dengan Pangeran Ken?"
"Ihhh.... Siapa juga yang jatuh cinta sama si penggoda wanita itu!" Balas Asikey
"Apa! Ratu pernah bertemu dengannya!?" Ucap Pelayan Zhen dengan terkejut
"Ya" Jawab Asikey dengan kata-kata singkat
"Bagaimana wajahnya ratu?" Balas Pelayan Zhen
"Sudah! Jangan bahas dia lagi! Aku ingin tidur!" Kata Asikey sambil menyuruh Pelayan Zhen keluar.
Setelah Asikey menyadari, bahwa Pelayan Zhen sudah keluar, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dengan mengenakan jubah berwarna hitam.
Tap.... Tap.... Tap.....
Terdengar suara langkah kaki seseorang, yang tak lain itu adalah Asikey.
"Burung phoenix keluarlah!" Perintah Asikey.
Seketika saja burung phoenix tersebut langsung keluar. Asikey yang melompat tinggi itu pun, akhirnya berhasil menaiki burung phoenix. "Sekarang cepat bawa aku keliling Negara Whong" Perintah Asikey.
"Baik tuan" Balas Burung Phoenix.
__ADS_1
Di perjalanan Asikey pun langsung memutuskan untuk berhenti, karna ia melihat sesosok pria yang sedang menyendiri, "Berhenti!"
Setelah Asikey turun, ia pun langsung menyuruh sang burung untuk bersembunyi, dan langsung bergegas pergi menuju ke pria yang menyendiri tersebut. Pria tersebut tak lain adalah Kak Sei.
"Hai kita bertemu lagi!" Sahut Asikey
"Kau, kenapa kau disini?!" Tanya Kak Sei.
"Kau sendiri ngapain di wilayahku!" Balas Asikey
"Oh jadi ini wilayahmu ya...??"
"Oh ya, aku dengar-dengar dari gosip alam roh. Pangeran Ken membawamu ke alam roh ya?" Tanya Kak Sei sekali lagi.
"Ya, memangnya kenapa? Apakah kau cemburu?" Jawab Asikey.
"Ingat satu hal Asikey, Jangan sok akrab denganku! Asal kau tau yaaa.... Orang yang paling ku benci sedunia, itu kamu!"
Asikey yang mendengar hal itu pun langsung menangis. "Kak Sei apa salahku?!" Ucap Asikey. Kak Sei tidak memedulikan perkataan itu, dan langsung bergegas pergi ke dunia atas bersama dengan naganya itu.
Setelah Kak Sei menghilang, Asikey pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut dan langsung pergi menuju ke Kerajaannya itu, sambil menghapus air matanya itu.
Keesokan harinya
__ADS_1
Tak lama kemudian, akhirnya Asikey bangun dari tidurnya yang nyenyak itu. Asikey pun langsung menguap dan merentangkan kedua tangannya, sambil berjalan menuju ke pemandian air panas.
"Huahhh...!"
Tap... Tap... Tap...
Asikey berjalan ke pemandian air panas, dengan postur tubuh yang tidak begitu stabil. 35 menit kemudian, akhirnya Asikey keluar dari pemandian air panas tersebut dan langsung pergi ke ruang riasannya.
"Yang mulia ratu, anda jangan memakai pakaian yang itu!" Sahut Pelayan Zhen.
"Memangnya kenapa? Apa tidak boleh?!" Tanya Asikey, sambil menggigit sebuah bunga berwarna merah.
"Boleh saja ratu, tapi pakaian itu, tidak sesuai dengan temanya!" Balas Pelayan Zhen
"Maksudmu tema, perkumpulan para Raja dari seluruh negeri?" Ucap Asikey
"Ya ratu! Harusnya ratu memakai pakaian ratu, bukan pakaian tuan putri" Balas Pelayan Zhen.
"Aku tidak ingin menjadi ratu. Aku hanya ingin menjadi seorang Dewi. Lagi pula ayahku masih hidup, tapi mengapa harus aku yang disuruh untuk menjadi pemimpin?!" Jawab Asikey.
Pelayan Zhen hanya diam seribu bahasa (tidak bisa berkata-kata). Asikey yang menyadari Pelayan Zhen tidak bisa menjawab itu pun langsung pergi keluar dari istananya, yang disusul oleh beberapa pelayan wanita, termasuk dengan Pelayan Zhen. Tiba di luar, Asikey telah melihat segerombolan orang-orang Negara Fainji.
__ADS_1
"Maaf, ada apa ini ya? Mengapa kalian semua berkumpul disini?!" Tanya Asikey
"Maafkan aku Asikey, aku kemari hanya ingin berangkat bersamamu" Jawab Pangeran Li, sambil mengarahkan tangannya kepada Asikey. Asikey yang mengetahui, tujuan Pangeran Li kesini pun, langsung menerima ajakannya itu, dan langsung duduk di salah satu kursi penumpang, bersama dengan Pangeran Li.