Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.31 |Tantangan


__ADS_3

"Hebat sekali kau Asikey! Kau bisa mengusir si wanita sombong itu dengan beberapa kalimat saja!" Ucap Putri Ara dengan kagum.


"Makasih Ara atas pujianmu itu! Tapi maaf aku harus pergi" Balas Asikey sambil pergi meninggalkan Putri Ara, yang disusul dengan Pelayan Zhen.


Setelah Asikey menyadari bahwa Putri Ara sudah menghilang dari pandangannya itu pun, langsung saja bergegas menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan pasir dan batu. Tak lama kemudian, akhirnya barang yang diminta oleh Asikey itu pun telah tiba. Tanpa basa-basi, Asikey pun langsung saja menulis sebuah tulisan di pasir tersebut, tulisan tersebut berbunyi "Hari ini, Ye Qin mengejekku" Setelah Asikey selesai menulis tulisan itu diatas pasir, akhirnya ia berpindah tempat dan kembali menulis di sebuah batu. Tulisan tersebut berbunyi "Hari ini, Putri Ara telah membantuku dari kejahatan si Ye Qin". Pelayan Zhen yang penasaran kemudian bertanya, "Mengapa kau menulis kejahatan di pasir dan sedangkan kebaikan kau menulisnya di batu?"


Tak lama kemudian, akhirnya Asikey pun menjawab, "Ketika seseorang berbuat kejahatan kepada kita, kita seharusnya menulisnya di atas pasir, agar angin dapat menerbangkannya, dan hilang sehingga dapat termaafkan. Tetapi, ketika seseorang melakukan hal yang baik, kita harus nengukirnya pada batu. Di mana angin tidak dapat menghapus tulisannya, sehingga kita akan selalu mengingatnya"


Pelayan Zhen yang mendengar jawaban sang majikannya itu pun langsung tersenyum, dan terharu atas jawaban sang majikan. Tak lama kemudian, akhirnya Ye Qin kembali lagi membuat masalah dengan Asikey. "Hey Asikey! Aku tantang kamu untuk melakukan kegiatan memanah, dari sini sampai titik kecil yang ada di kayu tersebut" Ajak Ye Qin, sambil menunjuk kearah kanan Asikey, yang memiliki jarak sejauh 1 km.

__ADS_1


Pelayan Zhen yang tak percaya dengan jaraknya itu pun langsung menyuruh tuannya agar tidak menerima tantangan tersebut, tapi apa dayanya, Asikey adalah orang yang keras kepala. "Oke, aku terima!" Jawab Asikey.


Semua pelayan yang ada disitu, entah kenapa menjadi kurang yakin, akan keberhasilan Asikey. Malah kebanyakan para pelayan memercayai kalau nanti Ye Qin bakal menang. Ye Qin selain seorang kesatria bintang 10, tapi ia juga adalah seorang pemanah terbaik di dunia bawah. Ye Qin berhasil memecahkan rekor sekitar 300 meter.


Asikey yang semakin tertarik itu pun berkata, "Jika aku kalah, aku akan menyerahkan gelar ratu ku, kepadamu"


Seketika saja semua orang langsung terkejut, mereka seperti tidak percaya akan hal itu, "Apakah yang mulia ratu serius melakukan hal ini!" bisik salah seorang pelayan.


"Baiklah kalau begitu" Balas Asikey.

__ADS_1


Setelah perbincangan tersebut, akhirnya Asikey masuk ke kamarnya untuk menganti pakaiannya. Tak lama kemudian, akhirnya ia selesai menganti pakaiannya itu, dan tiba-tiba saja, seseorang telah menyahutnya "Asikey!"


Seketika saja Asikey langsung melirik orang yang menyahutnya tadi, orang itu tak lain adalah Putri Ara


"Hai, Ara" sapa Asikey kembali


"Asikey, apakah kamu serius, akan menerima tantangan itu?!" Tanya Putri Ara.


"Tentu saja aku akan terima!" Jawab Asikey

__ADS_1


"Tapi, Ye Qin itu adalah pemanah terbaik di dunia bawah. Bahkan ia pernah mencetak rekor pemanah terjauh, dengan jarak 300 meter!" Jelas Putri Ara


Raut wajah Asikey hanya biasa-biasa saja, sudah jelas dulu Asikey juga pernah memecahkan rekor pemanah terjauh, di dunianya. Tapi dengan rekor yang paling tinggi dari pada Ye Qin. Rekor tersebut, berjarak 3 km.


__ADS_2