Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.23 |Medan Perang


__ADS_3

Keesokan harinya, Asikey langsung saja bersiap-siap untuk ikut ke medan perang bersama ayahnya itu (sang kaisar), yang berada di gerbang Negara Whong. Asikey tidak membawa persiapan dari kediamannya, ia hanya membawa beberapa obat-obatan, ramuan, dan juga dua senjata, yang berupa keduanya adalah tombak.


Gerbang Negara Whong


"Semuanya sudah siap!?" Ucap sang pemimpin.


Serentak para prajurit pun langsung menjawabnya "Sudah!"


"Baiklah ayo kita berangkat!" Balas sang pemimpin


"Tunggu!" Sahut seseorang perempuan, yang tak lain itu adalah Asikey. "Aku akan ikut bersama kalian"

__ADS_1


"Yasudah, tapi jangan salahkan kami jika kau mati di medan perang" Balas sang pemimpin.


Selesai percakapan, mereka langsung pergi berangkat ke perbatasan Ngeara Whong, Luluan Utara, dan Luluan Selatan.


Tiba disana Asikey langsung mengamati dengan baik, berapa jumlah musuhnya itu. *Sepertinya mereka ada 10.000 pasukan, sedangkan kami hanya 6.000 pasukan. Hemmmmm...... Menarik* batin Asikey.


Tanpa basa-basi, akhirnya sang pemimpin medan perang itu pun langsung mengarahkan semua senjatanya kepada pihak musuh. "Serang!" Teriak sang pemimpin.


Setelah mendengar perkataan tersebut, Asikey dan para prajuritnya langsung berperang melawan Negara Luluan Selatan dan Luluan Utara. Asikey yang sudah berada ditengah-tengah medan perang itu pun, langsung menyerang beberapa prajurit musuhnya, dengan mengunakan dua tombak yang tadi sudah ia siapkan. Tak lama kemudian Asikey pun berhasil membunuh sekitar 567 prajurit musuhnya, dan sekarang ia masih menyerang beberapa prajurit lagi. Tetapi pada saat ia ingin menyerang, ia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa pasukannya tinggal ia, ayahnya, pemimpin, dan beberapa prajurit yang terdiri atas 189 prajurit. Asikey yang menyadari hal itu pun langsung terkejut. Tiba-tiba saja, saat Asikey ingin menyerang lagi, ia pun melihat bahwa ayahnya telah berperang dengan yang lain


Terdengar suara pedang yang begitu cepat dan lincah. Asikey yang hanya sedang melihat ayahnya bertarung dengan pemimpin musuh itu pun langsung menagis dan ingin membalas dendam. Tak disangka Asikey menangis karena ia melihat ayahnya tertusuk, tusukan dari sang pemimpin musuh itu tepat berada di bagian jantungnya.

__ADS_1


Tuskk!


"Tidak!" Teriak Asikey sambil menjatuhkan beberapa tetes air mata penyesalan.


"Kalian Para menusia tidak berguna! Matilah kalian semua!!"


Asikey yang nampak marah itu pun, tiba-tiba saja, ia tidak sengaja mengaktifkan kekuatan rahasianya itu, yang membuatnya berubah menjadi setengah iblis dan setengah manusia.



Setelah ia mengaktifkan kekuatan rahasianya itu, Asikey pun langsung saja memanggil burung phoenixnya, dan naganya itu, untuk pergi membantunya. "Aku Asimentri Asikey akan membalaskan dendam ayahku kepadamu!" Ucap Asikey sambil mengarahkan jurus yang begitu hebat kepada sang pemimpin. Padahal Asikey hanya mengarahkan jurusnya itu kepada pemimpin saja, tapi tak disangka jurusnya juga dapat membunuh beberapa orang yang ada disekitarnya. Burung phoenix dan naga Asikey itu pun langsung membantunya memusnahkan seluruh prajurit musuhnya itu, yang berjumlah sekitar 4.997 prajurit.

__ADS_1


"Hiyah!" Teriak Asikey sambil mengeluarkan jurus iblisnya itu. Dengan mengunakan jurus iblisnya itu, Asikey dapat membunuh sekitar 4.897 prajurit. Dan sisa-sisa dari pasukan Luluan Selatan dan Luluan Utara, ia serahkan pada dua peliharaannya itu, yaitu burung phoenix dan naga airnya itu.


Tak lama kemudian perang pun berakhir, Asikey dan para prajuritnya yang tersisa itu pun langsung pulang ke Kerajaan Whong. "Tak disangka, putri dari kaisar itu, adalah keturunan Asimentri juga" Bisik salah seorang prajurit. Asikey yang mendengar perkataan itu pun, hanya terdiam dan tidak menanggapinya sama sekali. Ia hanya ingin membawa ayahnya pulang ke Kerajaan Whong, dengan menggunakan burung phoenix.


__ADS_2