Kembalinya Sang Phoenix

Kembalinya Sang Phoenix
Ch.46 |Siapa Dewi Klutura?


__ADS_3

Pangeran Zen yang mendengar perkataan itu langsung saja melirik kearah Asikey, dan berkata, “Ohhh..... Jadi kamu mau aku yang jagain ya?!”


“Bu-bukan begitu maksudku!” Jawab Asikey dengan gugup.


“Baiklah, aku akan jagain kamu!”


Asikey yang mendengar perkataan itu pun, langsung merona. Dan langsung beranjak untuk pergi tidur.


30 menit kemudian, Pangeran Zen melirik kearah Asikey yang tengah tidur. Pangeran Zen yang mendekati Asikey itu pun berkata,


“Kamu cantik kalau sedang tidur!”


Asikey yang berpura-pura tidur itu pun langsung wajahnya kembali memerah (merona)



*Ahhh!! Terlalu dekat* Batin Asikey.


Sesaat setelah perkataan itu berakhir, Pangeran Zen langsung saja bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.


Asikey yang menyadari bahwa Pangeran Zen telah pergi itu pun langsung kembali terbangun.


*Ganteng!* Batin Asikey.


Sesaat setelah perkataan itu berakhir, Asikey kembali tidur. Tetapi pada saat ia ingin tidur, ada seseorang yang menghantui pikirannya.


“Asikey!”

__ADS_1


“Siapa kau?!” Tanya Asikey sambil memegangi kepalanya.


“Serahkanlah dirimu kepadaku, aku akan membuatmu menjadi kuat!”


Asikey yang terus dihantui oleh perkataan itu, langsung mengacak-acak rambutnya.


“Sebenarnya siapa kau!?” Ucap Asikey.


Tak lama kemudian, sosok itu menjawab,“Aku adalah sebagian dari dirimu. Aku akan ikut bersamamu setiap detik waktu”


“Asikey, kau tak akan bisa menjadi penjahat nomor 1, jika tidak ada aku. Kekuatan yang kau dapat, adalah kekuatan milikku!”


Asikey yang mendengar perkataan makhluk itu pun langsung mengacak-acak rambutnya, dan berkata, “Itu tak mungkin!”


“Waktu kecil, kau tak punya teman sama sekali, Asikey. Akulah orang yang bersedia berteman denganmu. Apakah kau lupa?! Malam itu, kau menangis, dan akulah yang telah meredakan tangisanmu, dan akulah orang yang telah memberikanmu kekuatan untuk mebalas orang-orang yang telah menyakitimu!”



Hutan Lengko


Di tengah-tengah perjalanan, Asikey melihat sesosok wanita cantik yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat.


Asikey yang curiga akan tingkah laku sang wanita itu, langsung saja mengikuti langkah kaki wanita tersebut.


Krek...


Asikey tiba-tiba saja, tak sengaja menginjak sebuah ranting. Seketika saja sosok wanita itu, langsung melirik kearah Asikey.

__ADS_1


“Siapa disana!” Teriak sang wanita, sambil menoleh kearah Asikey.


Asikey yang menyadari dirinya sudah ketahuan itu pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut. Tetapi, saat ia hendak melangkahkan kakinya itu, ia ditahan oleh seekor akar merembat.


“Wah, wah, wah.... Liat disini siapa yang kita punya” Sahut wanita tersebut.


“Para dewi coba lihat kemari!”


Seketika saja, muncullah para wanita yang tak diketahui asalnya.


“Wah, wah, wah. Bukankah itu Dewi Klutura?” Sahut salah seorang wanita.


“Aku bukanlah Dewi Klutura!” Jawab Asikey.


Para Wanita yang mendengar jawaban dari Asikey itu pun, langsung saja menampar wajah Asikey, dengan menggunakan beberapa jurus.


Plakk...!


“Dasar kau Klutura! Kami itu bukan orang-orang bodoh! Sudah jelas hawamu terasa disini!” Bentak wanita tersebut.


“Lebih baik kau mati disini! Kau itu tak pantas untuk hidup! Kau ini hanyalah musuh dari para dewa, dan dewi!”


Asikey hanya bisa diam, ia tak berani melawan kedua wanita tersebut. Karna ia merasa bahwa kekuatan para wanita-wanita itu lebih hebat daripada dirinya.


Tak lama kemudian, bisikan-bisikan itu kembali menghantui Asikey.


“Biarkan aku keluar! Aku bisa membantumu mengalahkan mereka semua.”

__ADS_1


__ADS_2