
Tiba-tiba saja, saat Asikey sedang berfikir, muncullah seseorang dari belakang penjaga, orang itu tak lain adalah Pangeran Li.
"Wah, wah, wah. Ternyata Asikey ada disini juga ya?" Ucap Pangeran Li.
Asikey yang mendengar perkataan Pangeran Li itu pun, langsung kesal dan mengertakan giginya itu. "Kau apakan giok itu!" Balas Asikey
"Tentu saja merenggutnya darimu!" Jawab Pangeran Li dengan senyum liciknya.
"Cepat bawa dia masuk!"
Asikey, Kak Sei, dan ibunya, dibawa masuk secara paksa. Saat mereka sudah masuk kedalam kerajaan tersebut, mereka melihat sesosok wanita cantik yang sedang duduk di bangku ratu, wanita itu tak lain adalah, boneka dari Asikey.
"Wah, wah, wah. Kau sudah datang ya?" Ucap Boneka Asikey.
"Asikey, jangan bilang kau membuat boneka dari dirimu" Bisik Kak Sei.
"Maafkan aku Kak Sei" Balas Asikey.
"Hehehehe... Aku akan membunuh kalian satu persatu ya?" Ucap Boneka Asikey, sambil melontarkan sebuah jurus kearah sang dewi (Ibu Asikey)
Swushhh....
__ADS_1
Jurus yang begitu cepat, mengarah kearah Sang Dewi. Asikey yang melihat hal itu, langsung saja memanggil pedang phoenixnya itu, dan langsung menahan serangan dari bonekannya itu.
"Hahahahaha... Asikey, bagaimana kalau kamu bergabung dengan kami?" Ajak sang boneka.
"Jangan harap!" Jawab Asikey.
"Hohoho.... Tak mau ya, kalau begitu akan ku habisi orang-orang yang kau sayang!" Balas sang boneka.
Tak...
Terdengar suara pedang yang saling menahan satu sama lain.
"Lawanmu adalah aku, bukan mereka!" Ucap Asikey sambil menyingkirkan pedang bonekanya.
Tak.... Tak... Tak...
Terdengar suara pedang yang begitu cepat. Waktu terus berlalu, tak menyangka Asikey sudah bertanding bersamanya selama 1 jam lebih. Huh... Huh... Huhhh... Terdengar suara nafas Asikey yang tidak begitu stabil. "Kenapa, sudah merasa lelah kah?" Ucap aang boneka.
Asikey yang mendengar hal itu pun langsung menyerang kembali sang boneka. Ia mengeluarkan semua tenaganya berserta jurus-jurusnya. Semua jurus hampir ia keluarkan, tak menyangka boneka itu masih tidak terluka sama sekali. Asikey yang menyadari hal itu pun langsung mengaktifkan kekuatan iblisnya itu. "Hohoho..... Mau pakai kekuatan iblis ya? Baiklah aku tururti permintaanmu!" Ucap sang boneka, sambil mengeluarkan kekuatan iblisnya itu.
Sesaat setelah mereka mengeluarkan kekuatan iblisnya itu, mereka pun langsung saja menyerang satu sama lain.
__ADS_1
Swushh... Syahh... Tak... Duar...
Terdengar suara-suara pertarungan yang begitu dahsyat. Asikey dan bonekanya itu tak mau mengalah sama sekali, mereka terus bertarung. Asikey yang sudah mulai melemah itu pun langsung bangkit kembali. Baru pertama kali ini, Asikey menemukan lawan yang begitu sulit. Bagaimana tidak sulit coba?! Mereka saja kekuatannya begitu seimbang, bagaimana bisa menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah?
Asikey dan bonekanya itu, walau tak terluka sama sekali, tapi tenaga mereka banyak yang terkuras habis.
Huh... Huh... Huhhh...
Terdengar suara nafas Asikey yang tidak begitu beraturan. Asikey yang tengah duduk kelelahan itu pun langsung kembali bangkit, tetapi pada saat ia ingin bangkit, tubuhnya langsung ditusuk dari belakang oleh Kak Sei. "Kak Sei, mengapa kau melakukan ini kepadaku?!" Tanya Asikey, sambil mengeluarkan beberapa tetes air mata.
"Maafkan aku Asikey, ini cara satu-satunya untuk mengalahkan bonekamu itu" Balas Kak Sei sambil memeluk Asikey.
"Tidak!" teriak sang boneka.
Satu persatu dari tubuh sang boneka itu pun memudar menjadi abu.
"Asikey, takdirmu adalah bersama dengan Pangeran Ken. Jadi aku akan mengirimmu ke alam roh, dengan cara seperti ini" Balas Kak Sei sambil mengeluarkan beberapa tetes air mata.
"Kak Sei! Apakah kita akan berpisah!?" Tanya Asikey.
"Walau takdir memisahkan kita, tetapi aku akan selalu berada disini (dihatimu)" Jawab Kak Sei sambil menunjuk kearah hati Asikey.
"Asikey, kehidupanmu yang sebenarnya, telah dimulai. Jadi selamat tinggal, jangan lupakan aku!"
__ADS_1
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, tubuh Asikey pun memudar dan langsung terbawa ke alam roh