
Tahun demi tahu terus berlalu. Tak menyangka abu mayat Asikey masih disimpan disebuah museum untuk dijadikan sebagai peninggalan sejarah.
Abu mayat Asikey yang sudah ada sejak 1 milinium atau 1000 tahun itu, masih tersimpan dengan baik.
Abunya ini, menjadi peninggalan sejarah yang sangat berharga bagi kaum manusia.
Tengah malam, Museum Vitkol
Pada suatu malam, datanglah seseorang lelaki misterius, yang mengunakan jubah putih, peninggalan Asikey.
Tap... Tap... Tap...
Terdengar suara langkah kaki seseorang, yang tak lain itu adalah langkah kaki dari pria berjubah putih tersebut
“Sayang, ayolah pulang bersamaku” Ucap pria tersebut, sambil memegangi abu mayat Asikey.
Hujan mengguyur museum tersebut. Angin kencang, berserta dengan petir menyambar museum tersebut.
Dengan kekuasaan tuhan, pria itu membangkitkan kembali mayat Asikey.
Menjadikan Asikey sebagai Dewi di zaman mesir kuno.
Tak lama kemudian, Asikey terbangun. Ia lupa akan semuanya. Pria yang membangkitkannya mengaku bahwa dia adalah calon suaminya.
__ADS_1
“Ukh, kamu siapa, dan siapa aku?!” Tanya Asikey.
“Aku adalah calon suamimu, di zaman mesir kuno. Nama aslimu adalah Klutura!” Seru pria tersebut sambil memegangi bahu Asikey dan mengajaknya kembali ke zaman mesir kuno.
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, laki-laki tersebut, langsung saja pergi membawa Asikey ke zaman mesir kuno.
Dengan kekuatan sang pria, akhirnya Asikey dan pria tersebut berhasil kembali ke zaman mesir kuno.
Swushhh.....
Cahaya terpancar kearahnya, angin kencang menuju kearahnya. Saat ia membuka matanya, ia sudah berada di zaman mesir kuno.
“Selamat datang Klutura!” Sahut pria tersebut
“Aku suka negeri ini!”
Sesaat setelah perkataan itu berakhir, pakaian Asikey tiba tiba saja berubah. Asikey seperti mengenakan pakaian yang sama seperti di zaman mesir kuno.
Asikey yang terkejut akan hal itu pun langsung bertanya kepada sang pria,
“Oh iya, siapa namamu? Dan kenapa pakaianku berubah?!” Tanya Asikey kepada sang pria
__ADS_1
“Itu karna kau adalah Klutura! Dan namaku adalah Will” Jawab Kak Will.
*Tunggu-tunggu, kenapa nama ini tak asing bagiku? Seperti pernah mendengarnya. Dan kenapa kepalaku terasa sakit?!* Batin Asikey sambil memegangi kepalanya itu.
“Kamu kenapa?” Tanya Kak Wil kepada Asikey.
“Kepalaku sakit” Keluh Asikey.
“Yasudah, biar aku panggil beberapa pelayan untuk datang kesini” Balas Kak Will sambil memanggil beberapa pelayan untuk datang kemari
Setelah peristiwa itu, Asikey tak diizinkan lagi oleh Kak Will, untuk memanggil namanya itu.
Asikey yang tak tahu apa-apa itu, hanya mengangguk-angguk kepalanya.
Hari demi hari terus berlalu, Asikey selalu memandangi bulan setiap malamnya.
Ia selalu bertanya-tanya, “Siapa sebenarnya dirinya ini?!”
Tanpa henti-hentinya, ia melakukan hal tersebut setiap detik waktu.
Tamat...
__ADS_1