Kesabaran Suamiku

Kesabaran Suamiku
16.Obrolanku


__ADS_3

Tidak menyangka akhirnya aku menikah juga dengan orang yang tidak sama sekali aku cintai dengan wajah yang pas-pasan.


aku akan berusaha untuk menerimanya ,walau pun aku tak tau entah kapan rasa cintaku akan hadir untuknya.


Masih ada rasa canggung jika aku berdekatan dengan mas Agus ,wajahnya terlihat sangat nyaman jika dipandang.


Meski dia tidak tampan namun wajahnya tak bosan untuk dipandang.


Suaranya membuatku terasa tenang dan nyaman saat mas Agus membaca Al-Quran.


Selama tinggal dirumah Mama dan satu kamar denganku , mas Agus tak pernah menuntut apa apun dariku.


Justru kulihat mas Agus mudah sekali dengan akrab dengan saudara-saudara ku ,bahkan dengan anak dari abang-abangku mudah sekalia ia akrab .


tante,kita jalan-jalan ketaman yuk . "ucap shakila anak dari bang Yudha yang sudah mulai memasuki usia remaja."


iya tante massak dirumah aja sih,sekali-kali kita jalan.mumpung kita masih disini. "ucap Akbar yang merupakan Abang dari shakila yang hanya selisih dua tahun saja."


Bang Yudha tinggal di kota yang berbeda namun sebulan sekali bang Yudha akan menyempatkan untuk berkunjung kerumah mamah dan papa.


Aku sama shakila,Tante sama Om Agus gitu biar seperti double date gitu.


mau ya Tante,..ayok dong om Agus rayu tante Hani,ajak Tante Hani kencan.


ucap akbar dengan semangatnya.


om sih terserah dengan Tante kalain,om takut kalau om yang ngajak malahan tidak mau nantinya.


Ah..om ini gak asik deh,massak ngerayu Tante hani aja gak berani.


Apa mau Akbar ajarin biar tante Hani klepek-klepek sama Om Agus?.


Terimakasih Yach kalain mau bantu om,tapi om gak mau kalau Tante Hani mau jalan sama Om karena terpaksa.


Karena sesuatu yang dipaksakan itu gak enak.


males banget lho bang,tante mau jalan-jalan keluar rumah.


kalau memang mau jalan-jalan ajak Oma sama opa aja,Tante masih mau santai dirumah menikmati cuti kerja Tante.


maafin Tante Yach,insyaallah lain waktu Tante akan ajak kalian jalan-jalan .


Semoga saja mas Agus tidak tersinggung dengan menolak ajakan ponakanku.


yaaaa Tante kok gak mau sih ,payah tante mah jadi orang enggak pengertian."ucap mereka sambil cemberut." ya udah dech kita ajak Oma aja yuk dek daripada bete dirumah.


Mas kita kekamar yuk,ada yang mau aku bicarakan.


"aku mengajak mas Agus kekamar bukan buat ngelakuin belah duren Yach,karena malam pertama aja belum...awas jangan berpikiran negatif Yach hehe."

__ADS_1


Setelah sampai kamar ,kami duduk di balkon.


Mas,maaf Yach tadi aku...


ucapanku belum selesai mas Agus sudah memotong ucapan ku.


Mas ngerti kok,kamu masih lelah dengan acara kemari kan.


Sedangkan besok kamu akan diiring kembali dirumah mas.


jangan pernah meminta maaf dek jika kamu tidak pernah melakukan kesalahan, apa pun yang kamu lakukan dan apa pun ingin kamu lakukan mas tidak akan pernah melarang mu,namun semua itu masih dibatas kejawaran mu sebagai istri.


Apa pun yang bisa membuat mu nyaman akan mas lakukan semua itu demi hubungan kita.


jangan pernah merasa tidak enak atau pun rasa sungkan terhadap suami mu ini.


Iya mas,terimakasih.


Aku sebenarnya mau bertanya sesuatu dengan mas.agar aku nanti bisa menyesuaikan diriku disana,aku hanya ingin tau kebiasan keluarga mas Agus.


Mas kan tau kalau hubungan kita ini karena perjodohan jadi kita sama-sama belum saling mengetahui.


Apalagi dengan tentang mas Agus tinggal dengan siapa ?aku mau tau!.


Mungkin kata-kata ku seperti orang yang menyelidiki,tapi memang itu yang ingin aku tau tentang keluarganya mas Agus.


Bahkan rumahnya pun aku tidak tau,namun apa pun kondisi rumahnya aku akan berusaha untuk bisa tinggal disana.


Mas tinggal bersama ibu dan adik perempuan ku,pekerjaan ku pedagang sayur.


Mas berangkat jam 3 subuh pulang kerumah jam tujuh atau jam delapan pagi.


dijam sepuluh aku mengantarkan sayuran dan ikan segar dibeberapa rumah makan.


Jam dua atau jam tiga sudah dirumah untuk istirahat.


" ucap mas Agus secara detail tentang yang dia lakukan setiap harinya."


Mas anak ketiga dari enam bersaudara, yang paling rumahnya dekat adalah rumah mbak Ratna dan juga adikku Rudi .


Mas Bambang adalah anaknya kedua,dia tinggal di kota besar dan tidak ada waktu acara pernikahan kita.


Dan mas punya adik seorang dokter yang juga tinggal di "kota Yy" dan dia juga tidak bisa datang.


Entah kapan mereka akan pulang mas tidak tau.


Jika kamu ada masalah dengan keluarga mas lebih baik kamu langsung bicara,agar mas bisa tau dengan apa yang kamu rasain.


Jangan pernah menutupi apa pun jika nanti membuatmu tidak nyaman nantinya.

__ADS_1


Entah mengapa aku merasa ada rasa sedih kala mas Agus menyebut nama adik dan mamasnya yang tidak bisa hadir atau masalah lainnya.


Ingin aku bertanya namun aku takut mas Agus kira aku ikut campur masalah keluarga nya.


Biarlah mungkin suatu saat nanti mas Agus akan bercerita tentang saudaranya yang tinggal jauh di kota lain.


Mas..apakah aku tetap boleh bekerja ? setelah masa cuti ini habis ?


" aku berkata perlahan agar mas Agus bisa mau mengerti dengan apa yang aku inginkan,ya walaupun sebenarnya aku masih ingin bekerja namun jika mas Agus melarangku ya aku akan berhenti bekerja walaupun hatiku masih ingin tetap bekerja."


Mmm.. mas gak akan melarangmu dek kalau kamu memang masih mau bekerja yang terpenting kamu tau kewajiban dan batasanmu sebagai istri.


Bisa menjaga dirimu terutama auratmu dek, itu yang terpenting karena setelah menikah dosamu aku yang menanggungnya.


Aku mencoba untuk menelaah dan memahami apa yang diucapkan mas Agus.


Apa mungkin dia ingin aku memakai hijab Yach..namun tidak secara langsung mas Agus memintanya.


Iya mas,"aku tau." ucap ku.


tegur aku mas jika aku salah ataupun aku lupa tentang siapa aku.


ajari aku agar aku bisa menjadi istri Sholehah meskipun aku belum bisa menerima mas seutuhnya.


Apa kamu mau dek tinggal dirumah mas?


karena rumah mas tak semewah rumah ini.


Kamarnya pun lebih kecil dari yang kamu tempatin sekarang,mas takut kamu tidak betah ditinggal dirumah .


"aku tersenyum menanggapi ucapan mas Agus."


Aku kan belum tau dan belum pernah tinggal disana mas,namun aku akan berusaha untuk bisa menerima apa pun kondisi dan akan menjadi mencoba untuk bisa tinggal disana.


jika nanti aku tidak betah disana,aku kan bicara dengan mas.


Semoga saja kamu betah Yach dek,karena mas gak bisa ninggalin Ibu dan ayu dirumah berdua.


Mereka tanggung jawab mas.


Dan mas juga tidak mau menyakiti perasaan kamu nantinya.


Aku tau mas Agus merasa khawatir jika aku nantinya tidak betah disana,kulihat raut wajah yang terlihat bingung dan kata-kata yang ragu saat dia mengucapkan kamarnya pun lebih kecil dari kamar yang aku tempati sekarang.


Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia.


MAAF YACH UPDATENYA TERLALU LAMA


MASIH BERLANJUT YACH SIS...

__ADS_1


JANGAN lupa LIKE DAN KOMENTAR NYA


T E R I M A K A S I H


__ADS_2