
Mobil kami berhenti dipekarangan yang tak terlalu luas "..ups,itu bagiku."
Kulihat hanya ada beberapa tarup yang disediakan dengan jejeran kursi untuk kami duduk.
Walaupun keadaan yang sangat sederhana namun penyambutan yang diberikan sangat bikin aku terharu.
Mereka satu persatu memeluk mas Agus dan memelukku juga.
Ucapan kata.."selamat datang di keluarga kami dan semoga bisa betah tinggal disini,silih berganti aku mendengarnya."
Aku merasa mendapat keluarga yang hangat dan bikin aku nyaman.
Rangkaian acara demi acara telah selesai,menjelang sore hari Mama, Papa,Abang dan para istri berpamitan pulang.
Entah mengapa rasanya berat untuk membiarkan mereka untuk pulang.." jadi pingin ikut pulang hik..hik."
Jaga adikku,jangan kamu melukai hatinya,jika dia salah tegurlah dia,bimbinglah dia dengan sabarmu.
Jangan pernah ada kata lelah untuk mencoba tetap bertahan menanti cinta adikku.
Yakinlah dengan diri sendiri jangan pernah merasa rendah diri.
"ucap bang Yudha yang memeluk mas Agus sambil menepuk-nepuk pundak."
Abang titip Hani, terus berjuang untuk mendapatkan hatinya.Berikan dia kesempatan untuk bisa belajar dan memahami ketulusanmu.
Dan ingat,satu yang paling penting berikan bukti bahwa kamu adalah lelaki yang pantas untuk menjadi suaminya.
Jangan pernah minder atau pun tak percaya diri sebagai suami adikku.
"ucap bang Riyan."
Papa dan Mama sekarang menyerahkan semua tanggung jawab kepadamu nak Agus.
Bimbinglah dan ajarkan Putri Papa ini menjadi seorang istri yang Sholehah.
Janganlah sampai kau melukai hatinya,jagalah kepercayaan dan keyakinan Papa terhadapmu sebagai laki-laki yang Papa pilih untuk suami putriku .jangan engkau mengecewakan kami.
Papa minta jaga kehidupan rumah tangga kalian jangan ada kata pisah.
"Nasehat Papa kepada mas Agus."
Jadilah pelengkap untuk suamimu,belajar untuk bisa menerima nak Agus sebagai suamimu.
Jaga kehormatan suamimu dan lakukan kewajibanmu sepenuhnya sebagai seorang istri karena apapun yang dilakukan merupakan ibadah yang berbuah pahala.
Jalani semuanya karena mengharap ridho dari Allah SWT.
Papa memelukku dan berbisik " Papa harap kamu bisa menjalani kewajibanmu ya nak."
Lalu terakhir Mama memelukku dan berbisik " berikan hak nak Agus buat malam pertama."
Banyak nasehat yang ku dapat dari mereka, namun intinya mereka mau aku menjadi seorang istri seutuhnya, menjalani kewajibanku dan memberikan hak untuk mas Agus.
Dua Minggu pernikahanku dengan mas agus aku belum siap untuk memberikan hak itu,
semoga mas Agus bisa memahamimu.
Setelah semua keluarga pergi aku tinggal disini sendiri dengan keluargaku yang baru.
Terasa asing bagi,rumah yang sangat sederhana tanpa ada perabotan mewah.kulihat semuanya sangat sederhana.
Dek..
Aku terkejut dengan tepukan dipundakku,ternyata mas Agus sedari tadi memanggil namaku,namun aku tidak merespon panggilan nya.
Kamu kenapa dek?,kamu melamun?
Mas tadi manggilin adek,adek diam aja dari tadi giliran mas tepuk pundak adek kok kaya orang kaget.
He..he iya aku melamun,maaf Yach mas.
Ada apa yach mas.
__ADS_1
Ayok kita kekamar,apa adek mau disini aja?
ajak mas Agus kepadaku,namun karena pikiran dan hati lagi gak fokus,bukannya aku mengikuti mas Agus kekamar justru aku bertanya kepadanya.
Ih..mau ngapain kekamar,memang itu kamarnya siapa main masuk aja?
Bukannya menjawab mas Agus malah tertawa.
Haha...haha..dek-dek pertanyaan yang aneh,
memang mau ngapain coba kalau dikamar?
Kamu masih belum sadar Yach sekarang kamu tinggal dimana?
Aku hanya menggelengkan kepalaku.
Memang apa sih yang adek lamunin dari tadi,sampe pikiran adek tidak fokus kalau sekarang adek tinggal dirumah mas.
Apa adek masih berat dengan keluarga adek?
sampai-sampai adek lupa kalau Sekarang ada dirumahnya mas.
Astagfirullah... sambil menepuk dahiku.
Maaf mas mungkin karena sudah biasa mereka ada,jadi aku belum terbiasa.
Maaf yach mas.." kutunjukan senyum termanis ku."
Senyumanmu bikin mas gak nahan dek,mas takut hilaf he..he.
His apaan sih,jangan berpikiran yang aneh-aneh deh.
Kalian masih diluar,Ibu kira sudah masuk kamar buat beresin pakaian kalian.
"Ucap ibunya mas Agus yang keluar dari pintu belakang."
Ini Bu, Hani masih pingin lihat rumah kita dulu biar kalau dia keluar kamar tidak nyasar kalau mau kekamarnya lagi.
Ku cubit pinggangnya mas Agus, dia pikir aku anak kecil nyasar salah masuk kamar.
Awas nanti salah nyubit lho.."ucap mas Agus bisik-bisik. "
Sudah sana ajak istri kekamar dulu,biar dia istirahat.
Jangan pernah sungkan dengan ibu ya nak,anggap ibu ini sebagai ibumu juga ya.
Semoga kamu betah tinggal di gubuk suamimu ini,maaf jika rumah ibu tidak membuat mu nyaman.
Sebelumnya Hani minta maaf ya Bu jika nanti Hani belum bisa menjadi menantu yang baik buat rumah ini.
Namun Hani akan mencoba untuk belajar menyesuaikan diri dirumah ini,Bu.
" aku berbicara sambil menggenggam tangan ibu mertuaku,untuk membuat rasa nyaman dihati ibu mertuaku."
Ibu yakin bahwa kamu adalah jodoh yang terbaik buat anak ibu.
Semoga kamu bisa menerima dan mencintai Agus anak ibu.
Doakan pernikahan kami ya ibu,meski aku belum bisa menjadi istri yang baik buat mas agus.
Ibu pasti doakan yang terbaik buat kalian berdua.
"ibu memelukku dan mengusap lembut kepala yang tertutup jilbab."
Aku juga mau dipeluk.. " ucap mas Agus seperti rengekan bayi."
huts ! ajak Hani kekamar,biar dia istirahat.
"perintah ibu ke mas Agus."
Dari tadi sebenarnya sih Agus sudah ngajak Hani kekamar Bu tapi...
"Aku bekap mulut mas Agus agar tidak melanjutkan ucapannya,aku langsung menarik tangan mas Agus kekamar setelah berpamitan dengan ibu, meskipun aku tidak tahu dimana letak kamarnya mas Agus."
__ADS_1
Udah gak sabar yach mau kekamar,memang tau mana kamarnya mas.
"aku pun langsung melepaskan tangannya ,dan berhenti melangkah."
Mas jadi gemes deh kalau begini.
"ucapnya sambil mencubit kedua pipiku,lalu gantian menarik tanganku menuju kamarnya."
Ini kamarnya dek,tidak seluas dan sebagus kamar adek.
Hanya ini yang bisa mas berikan buat kenyamanan adek tidur,semoga adek betah tidur dikamar ini.
Terima kasih mas,apapun yang mas berikan aku menghargainya.
"aku memandangi semua sudut kamar mas Agus,sepertinya kamar ini baru direnovasi."
Kalau mau mandi,mandilah.
itu kamar mandinya...Yach walaupun tak luas namun bisa kok buat mandi berdua.
iihh..kumat deh,sana keluar Hani mau mandi.
" ku dorong mas Agus menuju arah pintu."
jangan masuk sebelum Hani panggil.
Ceklek..
kututup pintu kamar,lalu aku masuk kekamar mandi,rasanya lengket bangat.
setelah selesai dengan ritual mandi,aku langsung berpakaian dan tak lupa kubuka pintu yang terkunci.
Kurebahkan tubuhku diatas kasur,menikmati suasana kamar yang baru.
Duh wangiiinya,seger banget ngeliatnya,mas jadi pingin.
"baru juga aku mau ngomong mas Agus langsung memotongnya."
Kebiasaan deh,pikirannya mesum aja.
mas kan belum selesai ngomong mau main potong aja.
Mas tuh jadinya pingin mandi juga,udah gerah.
Bukan yang ada dipikiran adek.
he..he..ya maaf mas,abis biasanya mas suka ngomongnya yang aneh-aneh sih.
ya sudah sana mandi,Hani keluar dulu.
" aku pun melangkah keluar menuju pintu,namun belum sampai pintu tanganku ditarik mas Agus."
Kenapa mas? tanyaku
Mas ingin jika adek keluar kamar pakai ini
" mas Agus memberikan jilbab untuk aku pakai."
Mas gak mau kalau ada orang lain yang memandang aurat istri mas...mas harap kamu mau menuruti kemauan mas ini ya dek.
Karena mas sayang sama adek.
Aku terkesima dengan apa yang mas Agus katakan,tanpa berpikir panjang aku mengambil jilbab yang ada di tangan mas Agus,kemudian aku memakainya.
M A S I H
B E R L A N J U T
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YACH
T E R I M A K A S I H
YANG SUDAH LIKE DAN MEMBERIKAN KOMENTARNYA TERIMAKASIH BANGET.
__ADS_1
SALAM PERTEMANAN