
Ku tarik lengan mas Agus menuju kamarku,setelah sampai kamar kulepaskan pegangan tanganku.
Kok dilepas sih dek?,Mas gak keberatan malahan seneng kalau kamu seperti ini.
Aku melepaskan pelukan lengan mas Agus,seraya berlalu dari hadapannya menuju kamar mandi.
Mas Agus masih menatapku,aahh kok aku jadi salah tingkah sih,buat menatap matanya saja aku tak sanggup.
Mata yang terkadang terlihat tajam dan tegas,namun terkadang terlihat sejuk dan menenangkan.
Aahh apa aku sudah terpesona dengan suamiku sendiri.
Yang kehadirannya dulu sempat aku tolak.
Lagi-lagi aku dikejutkan dengan keradaan mas Agus yang sudah berada didekatku.
"Maass..kebiasan deh,seneng banget sih ngagetin Hani." ucapku yang kesal dengan apa yang dilakukan mas Agus,kupanglingkan wajahku dari tatapannya,tapi justru mas Agus menyentuh wajahku dengan kedua tangannya memaksaku untuk menatap ke wajahnya.
Bidadari Mas kenapa yach, sering banget melamun sekarang,diam kaya patung.
Sampai-sampai suaminya didepan mata tak terlihat.
Kutepis lembut tangan mas Agus yang menyentuh wajahku dan aku berkata,"Mas tuh yang kebiasaan suka bikin Hani kaget tau."
kemudian aku berlalu pergi kekamar mandi.
Aku pun masuk kekamar mandi,membasuh tubuhku yang sudah terasa lengket dan gerah.
Setelah selesai aku langsung menuju keruang ganti,niatku ingin membawa beberapa pakaian untuk aku bekerja.
Aku membawa pakaian tersebut dan mau aku masukan kedalam koper kecil.
__ADS_1
Dek..,,,
Aku menengok ke arah Mas Agus yang sedang santai duduk di sofa.
Iya Mas,ada apa??
Aku mendekati Mas Agus yang duduk di sofa dan aku pun duduk di sampingnya.
(pakaian yang tadi aku bawa,aku letakkan diatas kasur).
Aduh..kok kayanya serius yach,jangan-jangan Mas Agus mau meminta haknya.
Aduh gimana ini?apa aku harus menyerahkan nya malam ini?,aahh tapi aku kan belum siap.
Aduh tambah dilaknat nih gue jadi istri.
(hehe aku hanya berucap dalam hati ya say).
Kesambet setan dikantor yach, dari pulang kerja sampai disamping Mas saat ini pun adek masih suka melamun.
Kenapa hemm?...
diraih dagu ku sambil membelai lembut pipi ku,sejanak aku menikmati sentuhan Mas Agus dengan kupejamkan mataku,kucoba merasakan sentuhan lembut itu.
Entah mengapa tiba-tiba air mataku menetes, ada rasa bersalah dalam hatiku.
diusap lembut air mata ku,Mas Agus mengecup perlahan kedua mataku.
Reflek aku memeluk Mas Agus, dan kuucapkan"MAAF"hanya itu yang keluar dari mulutku.
Mas Agus menarikku dalam pelukannya dan membelai lembut rambut ku.
__ADS_1
(jika sedang berdua dengan Mas bojo,aku tak memakai hijab yach say).
"Hey..kok jadinya menangis dan minta maaf,memang ini lebaran pake acara minta maaf sambil menangis.
Menangislah...jika menangis bisa membuat hati bidadari surganya mas ini bisa merasa lega.
Namun satu yang Mas pinta jangan pernah dijadikan beban tentang adek yang belum bisa menerima Mas seutuhnya.
Lebih baik kita jalani saja dulu hubungan ini,Mas siap menunggu.
Dilepaskannya pelukkan Mas Agus dariku,entah mengapa hatiku terasa plong setelah aku menangis di pelukan Mas Agus, rasanya seperti tak ada beban lagi di hatiku.
Malam ini Mas mau menginap disini dek,bolehkan?
Iya bolehlah mas,enggak ada yang melarang justru Hani senang Mas.
Adek betah enggak tinggal dirumah orang tua Mas yang jauh dari kata mewah,apalagi kamar yang kita pakai tak sebesar ini dek.
Pertanyaan seperti apa itu Mas, mungkin iya mas, Hani terbiasa dengan kehidupan mewah,tapi bukan berarti Hani ini anak manja,Hani bisa menyesuaikan diri.
Karena Abang-abang Hani selalu mengajar
kan Hani untuk mandiri.
Dek..Mas mau tanya,tapi kamu jawab jujur yach.
Kira-kira apa yang akan ditanyakan Mas Agus kepada Hani Yach???
tunggu kelanjutannya Yach.
Salam manis dan sayang.
__ADS_1
M A S B O J O I L O V E Y O U