Kesabaran Suamiku

Kesabaran Suamiku
27.Sentuhan yang bikin nyaman.


__ADS_3

Setelah semua ku ceritakan kepada sahabat-sahabatku tentang apa yang aku dengar dari saudara ipar ku,rasa...hoh lega sekali.


Sekarang aku pun bersiap-siap untuk pulang kembali kerumah Mama terlebih dahulu sebelum aku pulang kerumah suamiku.


Sopirku pun sudah menanti dengan setianya.


Maaf yach Pak,nunggu kelamaan yach.


"Enggak non, bapak juga baru datang,kirain malahan non yang nunggu kelamaan." ucap sopir pribadiku.


"Pulang kerumah Mama yach Pak." ucapku


"Baik non,apa non mau menginap dirumah Mamanya non?.


Enggak Pak, saya kerumah Mama mau ambil beberapa pakaian dan juga motor saya,karena besok berangkat kerjanya dari rumah mas Agus pake motor aja.


Kalau dianter mas Agus terus kasian Pak, nanti pekerjaannya terganggu.


Kenapa gak telpon Bapak aja non,biar Bapak yang kesana menjemput non Hani.


Jam berapa pun Bapak siap non.


saya enggak mau nunjukin saya siapa Pak, baik di keluarganya mas Agus maupun di lingkungannya.


Saya mau dikenal sebagai istri dari Mas Agus.


Salut Bapak sama non,enggak mau memarkan apa yang non punya hanya untuk dihormati, biasanya orang kaya akan sombong dan akan memamerkan apa yang dia punya.


Saya mau dihargai bukan karena kekayaan saya Pak.

__ADS_1


Saya mau dihargai sebagai diri saya sendiri.


Sepanjang perjalanan aku dan sopirku mengobrol karena memang aku sudah akrab dengab Pak Ahmad supir pribadiku sejak aku mulai kuliah,tak terasa mobil yang dikendarai oleh Pak Ahmad sudah sampai depan rumahku.


Aku langsung masuk kedalam rumahku,kudengar suara tertawa yang lepas dari keponakanku anak dari bang Yudha.


Entah apa yang sedang di tertawakannya.


Dengan penasaran aku mempercepat langkah


ku menuju ruang dimana mereka berkumpul.


Lho kok...! Mas Agus kesini sih,terus Hani nanti bawa motornya kaya mana?,jika Mas Agus kesini.


Apa mas Agus mengkhawatirkan ku,sampai-sampai kesini buat menjemputku.


Dek..


Apa aku pikirkan tadi buyar entah kemana karena tepukan halus dipundakku.


Kok melamun?,sudah masuk tidak ngucapin salam..eehh malahan melamun dipojokkan.


Emang apa yang kamu pikirkan?.


Eh..mas,kugaruk rambutku yang tertutup hijab dan aku kok jadi salah tingkah sih...padahal bukan pertama kalinya aku ditegur seperti ini oleh mas Agus.


Mas Agus mengulurkan tangannya dan aku tau maksud Mas Agus, aku pun langsung meraih dan cium punggung tangannya dan mas Agus pun mencium keningku sambil mengusap lembut kepalaku.


Ada rasa desiran dihati,dan rasa nyaman yang kurasa,andai aku tak jaim mungkin sudah kupeluk pinggang Mas Agus seperti mbak Rani yang selalu menunggu abangku pulang.

__ADS_1


Tapi kok gak biasanya yach mas Agus seperti ini.. ada apakah dengan sikap mas Agus terhadap ku???.


eee kok aneh sih pemikiran ku,ya wajarlah mas Agus kan suamiku.


Iihh kok otakku sedikit oleng yach.


"Cie..cie,Tante hanya romantis banget kaya mami dan papi .


Ih mukanya tante merah." ucap khayra anak bang Yudha yang pertama.


Khayra..,jangan suka godain Tante Hani, biar om Agus aja yang godain Tante kamu.


Emang om Agus bisa godain Tante Hani yang ceweret dan...?


Ucapan khayra berhenti,dia melirikku.


Aku langsung memberikan kode dengan menggeleng-gelengkan kepalaku.


Aku pun langsung menarik lengan mas Agus untuk menghindari khayra.


Khayra dan aku suka sekali berdebat apalagi kalau sudah urusan pakaian ataupun makanan.


Apa saja akan jadi perdebatan yang panjang.


Cie..cie..suit.. wit,suara khayra yang menggodaku.


TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBERIKAN LIKE BUAT KARYAKU.


Kutulis segini dulu yach say...aku istirahat dulu...muuchahh.

__ADS_1


__ADS_2