
Setelah Rudi pergi aku langsung menuju gerbang yang sudah dibukakan oleh security.
"Siang den".sapanya kepadaku,padahal sudah berulang kali aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan *DEN*,terasa aneh ditelingaku.
Namun beliau tetap saja tak mau merubah panggilan itu kepadaku.
Assalamualaikum Pak... sehatkan pak?sapaku.
Alhamdulillah sehat den,Aden sehat juga kan.
Agus..."Alhamdulillah sehat Pak,dirumah ada siapa Pak?
security...." Belum ada yang pulang den,masih pada dikantor,non Kinan baru saja keluar."
Agus..."kalau gitu saya masuk dulu ya Pak, belum sholat ashar.Bapak sudah sholat?"
security... "Sudah den."
Aku pun melangkah masuk kedalam rumah,rumah yang begitu mewah.sebenarnya aku sendiri betah untuk tinggal disini, namun
aku tidak mungkin meninggalkan ibu dan Ayu adikku karena mereka berdua tanggung jawab ku.
POV HANI
Aku pun mulai membereskan semua berkas-berkas dibantu dengan teman dan juga sekretaris ku.
"Li..kamu pulang duluan saja,saya masih ada perlu dengan mereka." ucapku kepada sekretaris ku.karena ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka.
"Baik bu", jawab Lili singkat.
setelah Lili keluar dari ruangan,aku pun mulai bicara dengan mereka masalah rumah tangga ku.
"Apa ada yang mau kamu bicarakan Han?kayanya serius nih?", ucap Bagas dan Gibran bergantian.
Namun belum aku menjawab trio cabe rawit masuk keruanganku dengan suara ketukan yang begitu kuat,sehingga kami melihat bersamaan kearah pintu.
"Ya ampun kalian yach gak ada sopan-sopannya masuk keruangan ini,memang kalian tak takut apa ya ... kalau sampai dipecat dengan Presdir." ucap Bagas kepada mereka.
"Hehehe...maaf,memang sengaja...abis kita kangen buat usil sama Hani." ucap dari salah satu dari mereka.
Ada apa sih...??kok serius banget,apa pekerjaannya masih belum selesai yach?.
jangan suruh suami kita lembur dong,Hannn.
__ADS_1
ucap kaila dan Bella bergantian.
Apaan sih kalian ini,kebiasaan banget deh..belum juga tanya sudah main tuduh aja...
makanya tuh budayakan tanya dulu sebelum
mengambil kesimpulan.
"Ya kali aja loe kan baru masuk,terus my honey gue juga daritadi belum pulang kekantornya lagi." ucap Bella.
Gue mau cerita sedikit tentang gue,ada yang sedikit mengganjal dihatiku.
"Kok kayanya serius sih...gue ikut nimbrung lah." ucap Bella langsung duduk disampingku.
Gue tinggal beberapa hari dirumah suami gue,gue dapat omongan kalau suami gue itu...,
Ucapan ku terputus dan ketundukan wajahku,karena apa yang akan aku katakan termasuk aib suamiku.
Namun aku tidak tau harus berbicara dengan siapa kalau bukan dengan sahabat-sahabat ku.
"Ngomong aja Han,kita-kita pasti akan jaga rahasia loe..apapun itu." ucap Gibran yang memberikan kenyakinan kepadaku.
Kubuang nafas dengan berat sebelum aku bicara dengan mereka.
APA!!!
tanya mereka serempak,dan aku hanya menundukkan kepalaku.
Tapi Hani..kenapa kakak ipar loe itu bisa tau kalau suami loe itu impoten?.
Dia bilang"kalau dia putus sama tunangannya karena dia impoten,pernah diajak bercinta dengan mantan tunangannya mas Agus gak ada reaksi apapun dan ngomong kalau pusakanya tak mau berdiri meski sudah dibelai.maka dari itu mantan tunangannya memilih menikah dengan orang lain.
"Iiih massak sih sampe segitunya,tapi kaya si Agus itu tampangnya alim deh kaya suami gue,yaa tapi...masih ganteng suami gue sih.
Maaf ya Han gue cuma bicara jujur,jangan tersinggung yach." ucap Indri yang tak percaya jika seperti itu kelakuan Mas Agus.
Emang loe percaya Han dengan omongan kakak ipar loe,bisa aja dia cuma ngarang cerita atau gak seneng kalau adek iparnya dapat istri kaya loe.ucap kaila yang terlihat sangat emosi.
"Saran gue sih,lebih baik loe mencoba membangun hubungan dengan suami loe dan siapa tau juga dia hanya mau menghasut loe.
Dan kayanya sih omongan isri gue itu bener deh." ucap Gibran yang sepemikiran dengan kaila.
"Loe sih begaya sok jual mahal,pake acara ngulur-ngulur waktu,loe belum siaplah,loe pi gin tau lah sifat dia dulu,giliran suami loe diomongin impoten loe bingung..loe takut.
__ADS_1
Saran gue sih...cepet-cepet deh buka segel biar tau kebenarannya.
Lagian kelamaan dosa loe,nambah numpuk aja tuh dosa loe,iya kan dosa ya pak ustadz."
ucapan Bella yang terakhir ditujukan kepada Gibran.
"Iya..betul banget",ucap Gibran dengan mengacungkan dua jempolnya kearah Bella.
"Loe orang sih enak nikah dengan perasaan cinta dan saling kenal satu sama lain,lah gue sama Hani kan dijodohin...
Jadi ya kita butuh waktu dong untuk saling mengenal,saling untuk beradaptasi dengan lingkungan dan juga keluarga baru yang sama sekali kita tidak tau." ucap indri, karena dia dan aku sama-sama dijodohkan dalam waktu yang singkat.
"Gini aja deh Han,mulai sekarang loe harus bisa mencoba membuka hati loe.
Sering-seringlah loe ngobrol dengan suami,dan yang penting membangun camestry diantara kalian.
Jangan kaku kalau ada didekatnya dan hadirkan rasa nyaman loe Ke diri suami loe,dengan begitu lama-lama loe pasti tau sifat dan seperti apa suami.
Terkadang omongan saudara ipar itu lebih berbahaya dari omongan dari mulut orang lain." kini Bagas yang memberikan saran untukku.
Terimakasih yach kalian memang sahabat terbaikku.
"Han.." ucap kaila.
"..apa??", kalian mau liburan hemm?
Hiss tau aja deh,jadi malu aku.
"Nanti yach sahabat yang cantik dan baik hati,aku masih butuh suamimu karena aku masih membutuhkannya yach." ku buat selem but mungkin suaraku,kulihat mereka tertawa dengan gaya yang aku buat-buat.
Halah Han, gaya loe beraninya cuma didepan kita-kita.
Kalau didepan suami loe,mana berani.
ucap Indri.
Yuk ah pulang..gak abis- abis kalau diterusin.
Ntar panjang kali lebar terus meluas gak rampung-rampung.
"Yuk ah cus,bye..bye Hani,selamat mencoba pusakanya mas Agus."
ucap mereka bergantian.
__ADS_1