
Setelah aku bertemu Airin , orang yang ku beri kepercayaan untuk cafe cantik manis yang aku kelola.
aku langsung menemui teman-temanku....
Kalian sudah pesan makanan...kutanya pada mereka.
sudah...tinggal menunggu.
Han...Apakah kamu sudah yakin dengan keputusan mu ?
Apa kamu tidak malu nantinya dengan wajah calon suamimu ?
Kamu sholat istikharah belum ,minta petunjuk kepada Allah kalau dia memang jodoh terbaik buatmu.
Huh kalian tuh Yach kalau bertanya satu-satu
ngapa...kaya orang lagi diintrogasi polisi aja.
terus aku mau jawab pertanyaan yang mana dulu nih...
"TERSERAH" jawab mereka kompak
aku jawab Yach...
INSYAALLAH aku yakin dengan keputusan yang kuambil..
masalah wajah yang pas-pasan bagiku tak jadi masalah yang penting dia menghargaiku dan tidak memanfaatkan ku....karena sampai saat ini mas Agus tidak tau pekerjaanku apa dan apa yang aku punya .
Aku sudah sudah sholat istikharah ,memohon petunjuk kepada ALLAH untuk jodohku.
ternyata petunjuk yang selalu hadir dalam mimpiku adalah Wajah mas Agus yang kulihat dari sebelum aku mengenalnya sampai aku melihat wajahnya secara langsung... petunjuk itu pun tak pernah berubah meskipun aku dulu bertunangan dengan Andrean.
Hah !!! ucap mereka berteriak sehingga beberapa pengunjung cafe menengok kearah kami.
ssstt...kenapa pake teriak sih , malukan diliatin sama yang lain. ucapku sama mereka.
Tak lama pesanan kami pun datang , silahkan dinikmati... selamat makan mb , Bu.
" ucap karyawanku yang menghidangkan makanan ".
Terimakasih mb...selamat bekerja " ucapku pada mereka ".
kami diam menikmati makan siang kami...
Yang..yang bukannya itu calon suamimu yach...dia ngapain kesini ??
katanya dia gak tau...kok dia ada di cafe ini ...
Hayooo...
" Indri melihat mas Agus yang ada diluar cafe..
aku perhatikan penampilan mas Agus yang biasa saja...hanya memakai celana dasar dan koas yang biasa-biasa aja.
aku sempet menggeleng-gelengkan kepalaku melihat penampilan mas Agus.
Bener kan yang itu mas Agus ?? " tanya Indri kembali" .
iya.. itu memang mas agus ,memang seperti itu penampilannya tidak nyentrik ataupun bergaya.
Dia kesini untuk mengirim sayuran atau ikan karena dia yang menyuplai semua sayuran di cafe-cafe ku.
Tapi dia tidak tau kalau aku pemilik cafe ini.
Seriusan...kok bisa sih , emangnya dia gak pernah ketemu langsung gitu sama loe pas pertama dia nawarin buat menyuplai sayurannya.
"tanya Bella , tentang mas Agus yang tidak tau jika pemilik cafe ini adalah calon istrinya dan akupun hanya menganggukkan kepalaku".
__ADS_1
Pernah sih ketemu..aku kan kalau di cafe disebut ibu cantik dan aku akan selalu memakai masker dan kacamata jika bertemu dengan supplayer.
begitu juga saat mas Agus menawarkan Untuk jadi jadi supplayerku....hehehe.
Hani...Hani..bisa begitu Yach ternyata...
terus sudah berapa lama ?...
Sudah satu tahun lebih mungkin Yach...karena dia tepat waktu dan bisa diandalkan.
padahal dia itu hanya dibantu adik dan kakak iparnya saja.
Kalau sayuran dia tanam sendiri dan tanpa bahan kimia...organik..
sudah yuk...jam makan siang hampir habis ,
kita kembali ke kantor.
" ucapku pada mereka ".
kira-kira dia mau menegur loe gak Yach ,Han.
ucap kaila...mungkin itu sindiran buat ku.
kebalik dodol..aja juga Hani tuh,,,malu gak dia tegur calonnya apalagi dengan pakaian yang biasa aja....ucap Bella
hehehe ...ngetes aja sih tadi , peka gak ama yang gue omongin.
huh...kalian ini Yach bener-bener ,ya memang bener sich..aku bicara sambil menunjukkan deretan gigiku.
yuk ah..lets go...
kamipun keluar dari cafe...Kulihat mas Agus yang sedang serius menghitung oderan untuk cafeku...
sayuran yang dibawa terlihat masih fresh dan segar-segar dan terbungkus rapi.
gue yakin dia perkasa dan bertanggung jawab.. dijamin loe gak akan menderita deh...
bisik kaila kepadaku.
Biar tampang gak cakep-cakep amat tapi dia itu punya pesona yang lain...mau gue buktiin gak.
aku melotot mendengar ucapan Bella , yang dengan langkahnya mau membuktikan ucapannya.
Entah sengaja atau tidak mereka bertiga bergantian mencubitku hingga aku bersuara agak keras...sampai-sampai mas Agus melihat ke arahku.
AW..sakit tau , kalian tuh bener-benar kawan yang resek banget.
sakit tau dicubitin...bisa diam gak.
bukannya berhenti malah mereka semakin jadi dan mereka bilang sengaja biar Agus melihat kearah kami dan ternyata....
Assalamualaikum ....ucap mas Agus.
Walaikumsalam... mas ,jawab teman-teman ku.
kamu gak apa-apa dek !! ucap mas Agus kepadaku.
ehm...gak apa-apa kok mas ,mereka ini memang temen gak punya akhlak...anak orang dicubitin.
cie...cie..ngadu nih ye...ucap mereka lalu tertawa ...Ha-ha-ha anak orang yang bentar lagi
diambil orang..ha-ha-ha.
Mas..kok ada disini ? ucapku yang pura-pura tidak tau akan kegiatan mas Agus disini.
Lagi anter sayuran...sama beberapa ikan segar.
__ADS_1
ucap mas Agus.
oooh...aku duluan Yach mas mau balik kerja takut dimarahi sama bos.
mas lanjutin aja kerjaannya...
Iya mas bosnya galak banget...terus cerewet lagi ,pokoknya nyeremin banget..." ledek Bella kepadaku".
ya..mas juga masih belum beres nih ,hati-hati!!
ucap mas Agus yang seperti nya dia cuek dengan keadaan sekitar nya.
Kami pun masuk kedalam mobil...
kalian Yach tega banget nyiksa gue tadi...bener-bener sakit tau.
ucapku yang kesal dengan tingkah mereka tadi
ulu..ulu..gitu aja ngambek...nanti malam seperti nya ada yang tidak bisa tidur.
yang terbayang-bayang wajah mamas yang mempesona itu....hitam-hitam kereta si kereta api ,biar hitam banyak yang nanti.
dan biar mas Agus hitam sudah ada yang menanti...ha-ha-ha.
ledek mereka secara bergantian.
yang...sumpah deh dia itu cuek ,tapi kayanya sih dibalik cuek bebeknya dia...gue rasa....
ucapan Indri berhenti sejenak...menatap kami satu persatu.
loe tuh Yach kebiasan kalau ngomong gak diterusin.. terus kenapa pake bawa bebek segala...ucap kaila yang menunggu Indri bicara..
Hahahaha... nungguin Yach " si Indri malah ngece".
gue rasa ntar Hani yang bucin sama mas agusnya...karena tadi gue liat dia ngomong gak berani natap matanya mas Agus..kalian tau kan bebek itu cuek...tapi diam-diam nyosor.
bener enggak tebakan gue.
iya...kaya loe ,cuek , gak mau lama-lama nyosor duluan...ha-ha-ha " kami tertawa bersama".
Ah..masa sih seorang Hani tidak berani menatap lawan jenisnya...aahh jangan-jangan loe udah jatuh cinta duluan sama mas Agus.
" kini Bella tidak mau ketinggalan untuk berpendapat ".
mereka semua menatapku , menanti jawaban.
aku yang ditatap hanya bersikap biasa saja seolah tidak mendengar perkataan dari mereka.
aku tetap fokus dengan setir mobilku...aku melaju menuju kantor.
sampai dikantor pun mereka masih mencecar pertanyaan.
Waktu istirahat kalian sudah habis...silahkan kembali keruangan kalian masing-masing.
ucapku pada mereka...sengaja karena aku ingin menghindari pertanyaan mereka.
Kalian itu sudah terlalu usil dengan apa yang kalian lihat...sampai-sampai aku bingung harus berkata apa.
jika aku bilang tidak kalian akan tetap bertanya..
dan kalau jawabannya iya akan lebih banyak lagi pertanyaan nya..
aku bergumam sambil berjalan menuju ruanganku.
BERSAMBUNG..
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA YACH
__ADS_1
T E R I M A K A S I H