Kesabaran Suamiku

Kesabaran Suamiku
22.


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan mas Agus,pagi ini mas Agus pulang dari pasar jam enam.


Apa adek sudah sarapan? tanya mas Agus yang langsung masuk kekamar menemuiku.


Kalau masih jam segini Hani gak terbiasa sarapan nasi mas,Hani hanya minum susu dan roti saja.


Ucapku yang memang tak terbiasa sarapan nasi.


Mas Agus pun keluar kamar,aku heran dengan apa yang di akan dilakukan mas Agus.


ceklek


pintu terbuka kembali,kulihat mas Agus membawa susu dan roti lengkap dengan selainya.


Mas tadi kepikiran beli roti,ingat adek mau kerja. gak papa kan kalau mas belinya di pasar pagi bukan diswalayan seperti biasanya adek beli.


Iya gak papa mas,yang pentingkan gak kadaluwarsa.


Ya ampun sebegitunya mas Agus memikirkan apa yang akan aku makan.


Aku bukan tipe pemilih tempat membeli makanan selagi itu bersih dan enak aku tidak jadi masalah.


Kamu mau selai rasa coklat apa kacang dek biar mas yang olesin keroti.


Gak usah mas biar Hani aja,mas siapin barang dagangan yang masih mau dibawa biar Hani gak kesiangan.


Aku gak mau menambah kerepotan mas Agus,aku tau kalau pagi seperti ini dia akan sibuk menata barang dagangan.


"Ya sudah mas tunggu didepan yach..."


mas Agus pun melangkah keluar, aku tau dia begitu lelah dengan pakain yang sudah terkena keringat.


Aku berinisiatif membuatkan roti yang sudah diberi selai,pasti mas Agus juga belum sarapan.


Setelah sudah siap semuanya,aku pun keluar kamar dan tak lupa berpamitan dengan ibu mertuaku.


Mas sudah beres belum barang dagangannya, Hani sudah siap.


sudah dek,sudah semuanya barang dagangannya.


tak lama Ayu keluar dan berpamitan untuk


berangkat sekolah.


Mas ganti dulu bajunya,sudah basah tuh dengan keringat.


aku memberikan baju ganti buat mas Agus,


dan mas Agus pun tanpa ragu membuka bajunya dihadapanku.


aku pun memalingkan wajahku karena bagiku belum terbiasa.


Ayok dek,nanti jalannya macet kalau kesiangan.


"Rasanya senang banget dapat perhatian dari istriku,semoga perhatian yang Hani berikan ini adalah tanda yang baik buat rumah tangga ku." ucapku dalam hati.


((walaupun belum sepenuhnya yach karena Hani memberikannya tidak dengan senyuman masih dengan wajah datar,seperti istri tidak diberi jatah uang masak hehehe)).


Entah apa yang mas Agus pikirkan,kulihat dia terkesima saat aku memberikan baju ganti untuknya.


Mobil pun mulai melaju keluar dari halaman rumah.


Tak ada obrolan disepanjang perjalanan, mas Agus terlihat sangat fokus dengan jalan.


Jalan menuju ke kota sedikit agak berlubang kecil-kecil jadi harus sedikit hati-hati.

__ADS_1


Mas..,kuberanikan untuk bertanya


"Apa dek?" dia menjawab dan hanya sepintas dia menoleh.


Apa mas Agus sudah sarapan?,


Belum dek,belum sempat mungkin nanti setelah agak beresan dengan barang dagangan.


Nih..makan dulu,tadi Hani buat rotinya kelebihan,sayang kalau tidak dimakan.


Aku menyodorkan roti yang sudah kuberi selai.


Kaya mana mas mau makan dek,mas kan lagi nyetir takut kenapa-kenapa.


Ya kalau adek gak keberatan emm..


Aku pun paham dengan maksud mas Agus,aku pun langsung menyodorkan roti kemulut mas Agus.


Kulihat wajah mas Agus yang senyum-senyum sendiri,seperti ada kebahagiaan tersendiri bagi mas Agus.


Kubuat dua lapisan roti untuk mas Agus dan semuanya habis dimakan.


Aku pun memberikan susu hangat yang sengaja aku buat untuk mas Agus.


Alhamdulillah dek,mas kenyang.Makasih ya dek,ini sarapan paling enak dan juga mengenyangkan bagi mas karena istri Sholehah nya mas yang menyuapi.


Ya ampun sebegitu senang Mas Agus, andai aku bisa lebih cepat membuka hatiku mas pasti akan aku siapkan segala kebutuhan mu.


Dek mas titip salam aja yach,maaf mas gak bisa mampir takut kesiangan anter dagangannya.


"sebenarnya tidak enak jika tidak mampir ya walaupun hanya untuk sekedar menyapa."


ucapku dalam hati


Jangan lupa makan,jaga kesehatan.


Nanti Hani pulangnya biar bawa motor Hani aja,jadi mas gak keburu-buru buat beresin dagangannya.


Ya..,tapi kalau ada apa-apa jangan lupa telpon mas yach.


"sebenarnya saya senang bisa mengantarkan nya,tapi memang waktunya yang mepet karena jarak tempuh yang sedikit jauh dengan jalan yang banyak lubangnya.


yaa maklumlah namanya juga pedesan butuh perjuangan untuk menuju jalan utama."


Assalamualaikum...., Mama..Mama.


"apa Mama dan papa sudah pergi ke kantor."


ucapku dalam hati.


aku pun mencari keruang makan..ooh ternyata mereka sedang sarapan.


walaikumsalam,sendiri aja...suamimu apa tidak ikut? (Mama)


Mas Agus tadi hanya mengantarkan Hani sampai depan gerbang aja,soalnya mas Agus masih banyak bawa barang dagangannya.


Mas Agus titip salam buat Mama sama Papa, maaf tidak bisa mampir.


Mama tersenyum menganggukan Kepalanya .


kamu sudah sarapan,sayang?(pertanyaan Mama)


Sudah mah,,ucapku singkat.


Apa kamu mulai kekantor?(pertanyaan Papa)

__ADS_1


Papa bertanya singkat sambil menyuap potongan roti kemulut nya.


Iya Pah,Hani mulai kekantor hari ini.


ikut Papa..keruang kerja Papa,ada yang mau papa bicarakan.


Setelah menelan potongan rotinya dan meminum susunya Papa menyuruhku untuk ikut keruang kerjanya.


Aduh...ini mau bahas masalah perusahaan apa masalah rumah tanggaku???.


Aku mengikuti langkah Papa menuju ruang kerjanya.


sampai diruang....


ooh ternyata Papa membahas tentang perusahan,hati yang semula dag dig dug,aaahh jadi lega.


Namun sebelum pergi Papa membisikkan sesuatu ke telinga ku"Jangan terlalu lama membiarkannya menunggu dan mendapatkan haknya sebagai suami."


lalu Papa menepuk-nepuk pundak ku.


Deg....


Jantung terasa mau copot ketika Papa berkata itu.


Ada rasa bersalah dengan Papa dan Mama,namun semua masih butuh proses.


Aku keluar dari ruang kerja Papa menuju kamarku untuk berganti pakaian.


setelah itu aku pun berangkat ke kantor dengan mobil pribadiku.


Akupun berpamitan dengan Mama.


Huh..terasa lama aku tak kekantor, semangat Hani, selamat dengan dokumen yang menumpuk.


Alhamdulillah sampai juga.


Seperti biasa begitu sampai pak security langsung menyambut ku dengan membukakan pintu.


"Pagi Bu.." sapa security


Pagi Pak, apa kabar Pak?


Alhamdulillah baik Bu,semoga kabar ibu Hani juga baik.


Aku menganggukan kepala ku dan tersenyum menjawab pertanyaan security.


Aku melangkah masuk,banyak dari mereka memperhatikan perubahan ku,namun tetap menyapaku.


Seperti biasa aku hanya membalasnya dengan senyuman.


Aku pun menuju ke ruanganku dengan lift khusus bagiku.


Tring...


pintu lift terbuka,aku berjalan menuju ruanganku.


"Pagi Bu.." sapa sekretaris ku


Pagi Li,apa kabar?


Baik Bu.


Jangan ganggu lima belas menit ya..setelah itu bawakan semua berkas keruangan saya.


"Baik bu" jawab lili

__ADS_1


__ADS_2