
Setelah makan siang kami langsung kembali kekantor,tak banyak yang kami bicarakan.
Mengingat pekerjaan yang menumpuk membuatku tak bisa leluasa untuk mengobrol,dan mereka pun sudah paham.
Gibran, Anton,dan juga Bagas langsung masuk keruanganku untuk melanjutkan pekerjaan kami yang tertunda.
Huh.. rasanya aku ingin sekali aku marah dengan Mama,begitu banyak pesan masuk dan juga email dari beberapa kolega ku.
Namun beruntungnya aku masih dibantu Papa dan sahabat-sahabat ku yang selalu membantuku.
Terlalu asyiknya dengan pekerjaan sampai lupa dengan waktu.
Han...,panggil Gibran yang memang sudah terbiasa memanggilku tanpa embel-embel Bu jika didalam ruangan.
Ya..ucapku,namun aku tetap fokus dengan dokumen yang aku pegang.
Sudah sore...kita lanjutkan besok saja,jangan dilembur,gue gak kuat.
Dan juga sebaiknya loe juga jangan pulang malam,gak baik nanti jadi omongan.
Kulihat jam yang ada di dinding menunjukkan pukul 17.15 menit.
ooh ternyata sudah sore.
PROV AGUS
"Gus...kamu nyuruh istrimu kerja,mas pikir kamu akan nyuruh istrimu bekerja."
ucap mas satria ketika didalam mobil menuju arah pulang.
Saya gak mau melarang Hani untuk Bekerja mas ,karena semua sudah kami bicarakan sebelum kami menikah.
__ADS_1
Karena aku yakin jika istriku mampu menjaga kehormatannya dan juga tau statusnya sekarang apa.
Dan saya juga enggak mau melarang ataupun membatasi kegiatan Hani tetap bergaul dengan teman-temannya.
Apa kamu tau kelakuan istri diluar sana,apa kamu yakin kalau istrimu tidak...
Maaf..bukannya mas mau ikut campur dengan rumah tanggamu,tapi mas enggak mau kamu kecewa kesian kalinya.
Istrimu itu cantik dan juga menarik,hanya lelaki bodoh saja yang tak mau dengan istrimu.
"Apa maksud mas satria bicara seperti itu?"
Aku bertanya dan langsung memberhentikan mobil secara mendadak,mendengar apa yang dikatakan mas satria tentang Hani istriku.
Mas itu gak punya maksud apa-apa tentang istrimu,mas itu cuma khawatir dengan kamu.
Karena istri saja sampai sekarang belum mau kamu sentuhkan? dan lihat juga dia begitu kaku jika duduk didekat kamu.
Iya mas,saya juga yakin kalau mbak Hani adalah perempuan baik-baik,mbak Hani hanya butuh waktu saja untuk bisa menerima mas Agus.
Buktinya saja mbak Hani mau tinggal serumah dengan Ibu dan juga Ayu.
ucap Rudi yang berusaha juga memberi keyakinan pada mas satria.
Ya semoga saja sih bener..ucap mas satria selanjutanya namun tak ku tanggapi.
Ada rasa curiga dengan ucapan mas satria tentang istriku,dan aku pun tak pernah menduganya jika ia akan berkata seperti itu tentang Hani istriku.
Aku pun melajukan kembali mobil yang aku kendarai,dihatiku ada rasa panas mendengar ucapan mas satria.
Jika dia bukan suami dari mbakku mungkin sudah kuhajar dia.
__ADS_1
Setelah sampai rumah aku langsung masuk tanpa basa-basi, kulemparkan kunci mobilku ke Rudi.
Assalamualaikum Bu...,ucap salamku ke Ibu.
Walaikumsalam nak, sarapan dulu,ibu sudah masak tumis kangkung dan ikan yang kemarin kamu beli baru digoreng sekarang.
Agus masih kenyang Bu,tadi Hani buatkan Agus sarapan lapis roti dan juga susu hangat.
sampai sekarang Agus masih belum laper.
Agus mau mandi dulu terus istirahat sebentar.
Dengan perasaan yang campur aduk tentang apa yang dikatakan mas Sat,aku melangkah menuju kamarku.
Kutatap seisi ruangan kamarku yang tertata rapi dan wangi,senang rasanya kala pulang dan masuk kamar melihat Hani yang biasa duduk ditepi ranjang yang tersenyum meski masih terasa kaku,namun hati ini terasa senang.
Ini hari pertama Hani mulai bekerja,kamar terasa sepi meski Hani belum bisa menyambut ku seperti yang aku harapkan.
Kulepas pakaian kotorku yang kupakai,biasanya Hani akan berteriak "mas buka bajunya dikamar mandi jangan disini."
Dan aku pasti selalu menggodanya dengan sengaja tak menggubris ucapannya,membuka baju dan juga celanaku didepannya dengan berkata "mubajir lho kalau gak dilihat, dijamin halal kok."
Teriakan Hani pasti akan lebih kencang terus melempar bantal kearahku dan menutupi wajahnya dengan bantal.
Dengan iseng aku mendekatinya dan membelai rambutnya,"Mas..iih jangan mesum deh."ucapnya namun tetap dengan wajah yang ditutupi bantal.
Jika aku ingat itu,aku selalu tertawa sendiri melihat tingkah Hani yang bagiku menggemaskan,ingin rasanya aku...
Aahh sudahlah aku hanya bisa bersabar.
Setelah selesai dengan rutinitas ku dikamar mandi,aku pun merebahkan tubuhku dikasur,kucium bantal dan guling Hani,wangi nya membuatku nyaman dan tak terasa aku pun terlelap dalam tidurku.
__ADS_1