Kesabaran Suamiku

Kesabaran Suamiku
25.


__ADS_3

Tok..tok..,mas..mas Agus.


Aku terbangun dari lelapnya tidurku,sayup-sayup terdengar ada orang yang memanggilku.


Aku berjalan kearah pintu.


ceklek..kubuka pintu.


Ternyata benar,adikku Rudi yang memanggilku.


Apa Rud?, tanyaku.


"Mas jadi mau mengirim ikan gak?ini sudah hampir jam satu." Rudi mengingatkan ku.


Iya jadi, tunggu mas mau sholat dulu.


aku keluar kamar mencari keberadaan Rudi,ternyata Rudi sedang mengobrol dengan ibu.Apa yang mereka bicarakan ya..?? kok serius banget.


Aku pun berjalan perlahan mendekat kearah Ibu dan juga Rudi.


Rudi ...."Bu,tadi pas perjalanan pulang mas satria memuji mbak Hani,Rudi khawatir kalau mas satria akan berulah lagi."


"Apa maksudnya dengan berulah lagi?,apakah mas satria pernah melakukan kesalahan?." ucapku dalam hati.


Ibu ...."apa yang mas satria bicarakan tentang istri mas mu?."


Rudi ....."mas Satria bilang kalau mbak Hani cantik dan menarik, hanya lelaki bodoh saja yang tak mau dengan mbak Hani.


Dan sepertinya juga mas satria memperhatikan sikap mbak Hani ke mas Agus, Bu."


Bu ...." Ibu harap dia tak akan merusak rumah tangga mas mu,Ibu juga melihat sikap Hani yang masih kaku dengan mas mu."


Aku pun berbalik arah dan pura-pura memanggil Rudi dari pintu samping rumah.


"Rud... Rudi, ayok mas dah siap nih." ucapku yang pura-pura sedang menggeser drum yang sudah terisi ikan.


"Iya mas,aku tadi lagi ngobrol sama ibu." ucap Rudi.


Emang ngobrolin apa sih,kaya serius banget.


Tadi mas tuh manggilin kamu daritadi,tapi kok kamunya gak nongol.


Hehe...iya mas,gak kedengaran tadi.


ya sudah kita berangkat sekarang takut sudah ditungguin.


Kami pun berangkat ketempat tujuan untuk mengantarkan ikan segar kebeberapa rumah makan dan restoran.


Satu persatu tempat langganan aku datangi sampai apa yang aku bawa habis tak tersisa.

__ADS_1


Rud..mas dianterin kerumah mertua aja,mas mau jemput istri mas, katanya dia ambil motornya.


Iya mas,nanti sayuran yang ada biar saya yang ngurus.


Mas mau tanya..mas harap kamu mau jawab jujur.


mau tanya apa mas?,serius banget kayanya.


Mas tadi gak sengaja denger obrolan kamu sama ibu tentang mas Satria.


Maksudnya apa yach dengan yang kamu ucapin *takut mas satria berulah lagi*,apa ada yang kamu dan ibu sembunyiin?.


Ooh ternyata mas Agus tadi dengerin obrolan saya dengan Ibu.


Tapi janji yach mas...,mas harus bisa nahan emosi dan juga jangan sampai mas sat dan mas Agus berkelahi.


Karena hanya saya dan Ibu yang tau masalah yang berhubungan dengan mas Agus.


Insyaallah, Mas gak akan emosi.


Mas jadi penasaran, kok ada hubungannya dengan mas.


"Mas...," ucapan Rudi berhenti, kemudian Rudi menepikan mobil yang sedang ia kendarai.


Dan aku pun menunggu apa yang akan diucapkan adikku.


Rudi harap mas gak akan marah dengan apa yang Rudi katakan.


"KATAKAN SAJA RUD", ucapku penuh penekanan.


Mas..sebenarnya.. yang jadi perusak hubungannya mas Agus dengan mbak Nissa adalah mas Satria.


Dia yang menghasut orangtuanya mbak Nissa untuk menjauhi mas,katanya nanti mbak Nissa hanya akan menjadi alat buat bayar utang keluarga kita.


Dan mas satria juga yang...


Lagi-lagi ucapan Rudi berhenti dan membuatku tambah jadi penasaran, ada hubungan apa Nissa mantan tunangan ku dengan mas satria.


" CERITAKAN SEMUANYA JANGAN BERTELE-TELE."aku memberikan penekanan kembali.


Aku harus siap dengan apa yang akan aku dengar.


Mas satria pernah selingkuh dengan mbak Nissa,dan uang yang mas kirim ke mas satria hanya setengahnya.


APA!!!


Kamu gak asal ngomong kan Rud, mas ngirim uang ke mas satria itu banyak untuk keperluan ibu sehari-hari.


Terus kenapa kamu maupun Ibu tak pernah ada yang ngomong ke mas.

__ADS_1


Maaf mas..itu karena ibu yang melarang, ibu enggak mau kalau sampe mas Agus marah.


Setelah hampir dua tahun mas disana,Ayu kusuruh menyisihkan uang yang mas kirim buat membuka rekening di bank.


Jadi selama setahun lebih Ibu hanya mendapatkan uang yang mas kirim hanya Dua juta setiap bulannya.


Ibu selalu melarangku untuk bicara dengan mas Agus,karena uangnya dipakai mas satria buat beli sawah yang sekarang mas Sat garap dan juga buat bersenang-senang dengan mbak nissa.


A..pa!!!,kok setega itu mas satria dengan keluarga kita.


Mas Enggak sangka kalau Nissa melakukan hal seperti itu apalagi selingkuh dengan mas Satria.


Apa mbak Laras tau dengan semua ini?


Mbak Laras tidak tau Mas, yang mbak Laras tau kalau mas Satria beli sawah itu uang orang tua nya Mas Satria.


Jadi selama ini Mas Satria bersenang-senang diatas penderitaan Ibu.


Sama sekali mas gak pernah menyangka kalau kelakuan Mas Satria seperti itu.


Setelah mendengar apa yang dikatakan adikku Rudi, aku merasa kesal dengan mas Satria.


Sikap dan sifatnya yang terlihat sopan dan baik ternyata hanya untuk menutupi kebusukannya.


Ya Allah semoga dia tidak menjadi racun dalam rumahtangga ku.


Rudi menghidupkan kembali mobil yang kami tumpangi menuju rumah mertuaku.


Disepanjang perjalanan aku hanya diam,memikirkan apa yang baru adikku katakan.


Ada rasa kecewa dan juga marah dengan mas Sat,bukan karena dia berselingkuh dengan mantan tunanganku tapi karena dia yang membuat adik dan ibuku kesusahan.


"Mas sudah sampai." ucap Rudi ketika sudah sampai didepan gerbang,namun aku masih melamun memikirkan ucapan adikku Rudi.


Karena aku tak ada reaksinya,Rudi menepuk pundakku sedikit kuat hingga aku tersadar dari lamunanku.


Hah sudah sampai yach Rud,maaf tadi mas melamun.


Yang sudah berlalu biarkan saja mas,apa mas Agus masih mencintai mbak Nissa?


Mas sudah tidak mencintainya lagi semenjak Nissa memilih menikah dengan orang lain.


Rasa cinta itu sudah mas buang jauh,sudah hilang ketika mas mengucapkan ijab qobul dengan Hani.


Mampir aja dulu sebentar, ngopi-ngopi ngobrol sama Pak security.


Lain kali aja mas,tadi anakku minta jalan-jalan ketaman kota.


kalau aku mampir takutnya kelamaan.

__ADS_1


Ya sudah,kamu hati-hati bawa mobilnya...


mas masuk dulu


__ADS_2