Kesabaran Suamiku

Kesabaran Suamiku
19.kumpul keluarga baru


__ADS_3

Aku keluar kamar dengan menggunakan jilbab yang mas Agus kasih.


Diruang tamu dan ruang TV tak kulihat,aku pun menuju kearah dapur.


Disana kulihat masih ramai orang yang sedang ngobrol sambil tertawa,melihat mereka tertawa sambil melakukan pekerjaan.


aku mencoba mendekati mereka bermaksud untuk berbaur.


Kusapa ibu terlebih dulu untuk menarik Sempati mereka.


Ibu...


Ibu pun melihat ke arahku dan mereka yang ada didapur ikut melihat ke arahku.


Ayu mendekatiku dan tersenyum.." Mbak sini aku kenalin,mereka semua ini keluarga."


Ayu mulai memperkenalkan mereka satu persatu,aku pun dengan senang hati mengulurkan tangan sebagai rasa hormat kepada mereka.


"Neng cantik banget,kok mau sih neng sama Agus,Agus hitam terus gak ganteng lagi neng."


ucap salah satu tengga yang masih ngebantu beres-beres didapur.


Semua karena sudah jodoh Bu,gantengnya seseorang bukan dilihat dari wajahnya tapi dilihat dari kharisma orang itu sendiri.


ucapanku yang tak ingin membuka aib keluarga suamiku karena pernikahan ku dengan mas Agus dari perjodohan.


Ealah.... mas cariin dari tadi kirain dimana,ternyata disini.


Dek Hani dari tadi kan belum makan,apa sekarang adek lapar ? biar mas ambilin Yach sekalian mas juga lapar.


"Yu siapkan makan buat mas mu dan mbak Hani,mbak mu tadi belum sempat makan,sekarang mbak mu pasti sudah lapar." ibu menyuruh ayu.


Ah gak usah Bu,biar Hani saja yang menyiapkan makan buat mas Agus Bu.


Hitung-hitung belajar melayani suami Bu,iyakan mas?


Mas Agus tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Aku pun langsung mengambil piring buat aku dan mas Agus,menyediakan lauk pauknya dipiring yang berbeda.


Ternyata mas Agus tidak tinggal diam,dia membantuku menyiapkan makanan yang ada.


Bik ternyata enak Yach punya istri,makan aja ada yang nyiapin,tidur ada yang nemenin.


ucap mas Agus sambil membantuku menyiapkan makanan.


ucap mas Agus yang terlihat senang.


kami makan diruang TV, ada rasa bersalah bila mas Agus berkata seperti itu.


Namun mau berkata apalagi karena dihatiku masih belum ada rasa apa-apa.


Makasih ya dek..ucap mas Agus setelah menyelesaikan makannya.


Terimakasih untuk apa mas? bukanya ini sudah kewajibanku.


Tapi maaf aku belum bisa melayani mas layaknya seorang istri.

__ADS_1


tidak apa-apa dek begini saja mas sudah senang asal kamu merasa nyaman.


Mas akan sabar menanti dan tak akan pernah memaksakan kehendak mas.


Mas terimakasih atas jawaban adek tadi, tentang adek kok mau sama mas.


Mas yakin adek bisa menjaga nama baik keluarga mas.


Malam harinya sudah tidak ada tetangga atau pun kerabat dekat ,mereka sudah pulang kerumah masing-masing,hanya keluarga mas Agus yang masih berkumpul dirumah.


Rumah ini sebenarnya sangat luas karena hanya ada beberapa ruangan dan tak terlalu banyak perabotan yang yang hiasi setiap ruangannya,hanya ada kursi tamu dan televisi diruangan tengah berdekatan dengan kamarku.


Ayu dan ibu tidur dikamar depan kamar kami.


kulihat mereka sangat bahagia sekali,entah kebahagiaan apa yang mereka rasakan.


Apalagi kulihat raut wajah ibu yang tak lepas dari senyuman, wajah tua yang sudah mulai mengeriput itu tak lepas dari rasa bahagia yang kulihat.


Mereka pun sesekali mengajak mas Agus dan aku mengobrol,keluarga yang hangat..itu yang rasa saat ini.


Satu persatu mereka pamit pulang dan melemparkan candaan untuk mas Agus sebelum mereka pamit.


Aku dan mas Agus pun pergi kekamar.


Aku langsung merebahkan tubuhku dikasur,


untuk pertama kalinya aku tidur dikamar ini.


Kulihat mas Agus keluar dari kamar mandi,


sepertinya dia telah berwudhu dan akan melaksanakan sholat,tapi sholat apa ya?.


aku memperhatikan gerakan sholat mas Agus,dia terlihat tenang dan khusyuk.


karena terlalu asyik aku memperhatikan mas Agus sholat,sampai-sampai aku tak sadar jika mas Agus sedang memandangiku.


"kenapa dek,dari tadi kayanya kamu memperhatikan mas,awas lho nanti jatuh cinta." ucap mas Agus.


Iih..siapa juga yang memperhatikan, kepedean banget deh.


Ucapku yang yang pura-pura tidak sedang memandangi mas Agus,karena malu aku menarik selimut sampai menutupi wajahku.


"Hani..Hani,, kok bodoh banget kamu,bisa-bisanya gak sadar kalau balik diliatin."


Gumamku sambil memukul-mukul kepalaku.


Apa tidak panas tidurnya,kalau selimutannya sampai tertutup seperti itu.


Dikamar ini kan tidak ada AC,nanti adek kepanasan.


Lagi pula mas seneng kok kalau ternyata istri mas diam-diam memperhatikan.


Aku merasakan kasur ini bergerak,sepertinya mas Agus sudah mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Dek..


Buka saja selimutnya,nanti tidak bisa tidur lho.

__ADS_1


ucapan mas Agus memang benar baru berapa menit saja sudah terasa panas.


aku pun membuka selimut ku sebatas dada,rasanya aku seperti dapat oksigen baru.


Aku pura-pura tidur untuk menghindari percakapan dengan mas Agus.


Maaf Yach dek kamarnya tak ada ac-nya, apa mau mas hidupkan kipasnya?.


Dek..


kok gak jawab sih,mas tau kamu tuh belum tidur kan?


Gak usah mas biar seperti ini aja,lagian aku juga jarang pakai ac,Mas gk perlu minta maaf.


Aku berkata dengan posisi tetap membelakangi


Mas Agus.


Besok siang mas mulai melakukan kegiatan mas.


Kalau adek takut bosen dirumah aja,adek bisa ikut mas besok biar tau kegiatan mas.


Emm..lain kali aja mas,Hani masih mau dirumah aja menikmati masa cutiku.


ya sudah kalau memang maunya begitu,semoga kamu bisa akur dengan saudara-saudaranya mas.


Mas Agus turun dari kasur,namun beberapa saat kemudian ia naik lagi ,kudengar mas Agus mengaji.


Terasa nyaman kala aku mendengar mas Agus mengaji,lama kelamaan aku pun mengantuk dan tak terasa aku pun memejamkan mata.


POV AYU...


Aku senang Mas Agus sudah menikah meski


dari perjodohan dan aku yakin mbak Hani terpaksa menikah dengan Mas Agus.


Namun mbak Hani pintar sekali menjaga nama baik keluarganya,tak terlihat ada keterpaksaan di wajah mbak Hani saat di pelaminan.


Dia selalu tersenyum dan menampakkan wajah bahagia .


Saat orang bertanya kenapa dia mau menikah dengan Mas Agus... lagi-lagi mbak Hani menutupi kebenaran dari pernikahan mereka.


Kulihat mbak Hani masih terlihat canggung dan jaga jarak dengan mas Agus, namun dia bisa menetralkan keadaan dan perasaannya.


Ya Allah Engkau yang maha membulak balikan hati hambamu.


Semoga suatu saat nanti engkau jadikan hati mbak Hani yang tidak mencintai mas Agus, Engkau balikan hati mbak Hani menjadi cinta kepada mas Agus, dan semoga kehidupan rumah tangga mereka langgeng tak ada kata perpisahan...Aamiin.


Cinta memang tak bisa dipaksakan,tapi dengan ketulusan,kesabaran dan ikhlas lambat laun rasa itu pasti akan ada.


Tapi dengan perhatian dan rasa nyaman yang selalu diberikan aku yakin rasa cinta itu akan datang dengan sendirinya.


Cinta memang perlu diungkapkan agar orang yang kita cinta tau bahwa kita mencintainya.


MASIH BERLANJUT YACH


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA

__ADS_1


T E R I M A K A S I H


__ADS_2