
"Dek..ayok bangun siap-siap buat sholat subuh." ucap mas Agus membangunkanku.
Apa sih gangguin orang tidur,aku tuh masih mengantuk mas.
akupun menarik selimut sampai menutupi wajahku.
Memang ini jam berapa sih mas?kalau mas mau sholat,mas sholat aja duluan...aku nanti.
Gak bisa nanti-nanti harus sekarang,ini sudah jam 4.35 menit sebentar lagi adzan subuh.
Ayok cepetan bangun,kalau adek gak mau bangun...nanti mas..
Aku pun langsung membuka selimutku, dan menatap mas Agus yang duduk ditepi ranjang.
oh ternyata mas Agus sudah siap,bahkan dia sudah mandi dan wangi lagi.
Gak usah yang aneh-aneh Yach mas,pake ngancem segala.
Ucapku sedikit kesal karena tidurku yang terganggu olehnya.
Mas gak ngancem kok,tapi kalau adek gak mau bangun nanti mas cium kamu sampai bangun.
Apaan sih...gak ngomong gitu ah
Akupun langsung membuka selimut ku dan berjalan menuju kamar mandi.
Waktu dirumah Mama mas Agus tak pernah membangunkan tidurku,apalagi masih gelap seperti ini,aahh aku kan ngantuk Gus.
ucapku kesal namun tak berani aku ngomong secara langsung.
Dek..kamu tidur dikamar mandi atau ngomelin mas,lama banget..nti mas susul lho dikamar mandinya..
aku tak menjawab perkataan mas Agus,aku cepat-cepat gogok gigi dan cuci muka Setelah itu aku langsung mengambil air wudhu...
"Dek..itu kurang benar cara berwudhunya"
ucap mas Agus yang entah sejak kapan dia dibelakangku, memperhatikan cara wudhuku.
Mas Agus mempraktekkan cara wudhu,aku memperhatikannya dengan baik kemudian aku mengikuti langkah-langkah yang mas Agus ajarkan.
Ternyata mas Agus sudah mempersiapkan sejadah untuk kami sholat.
Aahh...aku masih mengantuk banget,kenapa gak nanti aja sih.
Dengan malas aku mengikuti gerakkan sholat mas Agus,begitu salam aku langsung naik ke kasur lagi meneruskan tidurku.
Jam berapa ya sekarang?,kenapa perutku terasa lapar?.
__ADS_1
Aku membuka mataku,terlihat jam di dinding menunjukkan pukul 9.30.
Hah..!,apa jam itu tidak salah Yach,sudah siang banget.
Aku buru-buru kekamar mandi.
Aduh kok bisa kesiangan begini sih,mana perut lapar banget lagi.
Kenapa mas Agus tidak membangunkan ku...iih dasar nyebelin banget deh,tadi subuh aja dia banguninku pake acara ngancem segala sekarang malahan sampai siang begini aku gak di bangunin,memang aku gak lapar apa .ini nih gara-gara mas Agus bangunin aku subuh tadi,aku jadi kesiangan deh.masa tinggal pertama disini sudah kesiangan.
Dari aku mulai mandi sampai selesai mandi aku masih dalam keadaan ngomel-ngomel sendiri.
Aku keluar dari kamar mandi sudah dengan membawa pakaian ganti,karena aku belum terbiasa asauntuk memakai pakaian didepan mas Agus, ya walaupun mas Agus tak ada dirumah tapi buat jaga-jaga.
Aku mondar-mandir didalam kamar,ingin keluar untuk makan rasanya malu.
Kalau saja ini rumah Mama mungkin aku tidak akan seperti ini.
"Aaguuss kamu kok ngeselin banget sih,biarin anak orang kelaparan".
Rasa kesal dan lapar menjadi satu,tapi lebih rasa lapar sih yang dominan,sudah tak ada cemilan lagi dikamar.
Aduh..aku harus gimana Yach,mau keluar malu banget nih,baru pertama kali tinggal ditempat mertua bangun sudah kesiangan.
"Kamu kenapa dek?,dari tadi kok jalan kesana kesini,memang gak pegel tuh kakinya.
Ucap mas Agus yang tiba-tiba masuk,namun mas Agus kok tau yach kalau sejak tadi aku mondar-mandir kesana kesini.
jangan-jangan mas Agus dari tadi sudah memperhatikan ku.
Aaagguss kamu tega banget yach,pergi tanpa bangunin Hani,terus sejak kapan mas ada disitu.
Jadinya kan Hani bangunnya kesiangan terus sekarang kelaparan.
Jahat banget biarin Hani bangunnya kesiangan, Hani kan jadinya malu mau keluar buat makan...kamu tuh ya mas ngeselin banget.
cerocosku ke mas Agus dalam satu tarikan nafas.
"Sudah belum ngomel-ngomelnya,pagi-pagi istriku sudah olahraga mulut memang tidak capek tuh mulut dari tadi ngeromet aja kaya mbah dukun lagi baca mantra ha ha ha...."
Kesalku bertambah dengan ucapan mas Agus kalau aku dibilang kaya dukun.
huh dasar..suami tak berperasaan istri lagi kelaparan malah tertawa.
kupanglingkan wajahku kearah lain karena mas Agus menertawakanku.
"senang bener ngomel-ngomel sendiri,mas nih ada disini jangan ngomongnya ngadep tembok.
__ADS_1
Ayok katanya lapar,mas juga sudah lapar dari tadi tuh mas nungguin istri mas bangun,tapi mas bolak-balik ngeliat adek masih tidur,ya sudah jadi mas nunggu didepan TV,mas takut kamu komat-kamitnya kumat lagi kaya pas mau sholat subuh.
Iiihh apaan sih gak lucu Agus...
Ayok jangan ngomong terus,kapan mau makannya udah lapar banget nih.
Aku langsung menarik tangannya,namun sampai keluar pintu kulepas tangannya.
"Kenapa dek kok tangannya dilepas, malu yach." ucap mas Agus yang menatapku.
Namun kini tanganku gantian yang ditarik mas Agus.
Mas Agus mengajakku kedapur menuju tempat untuk makan, kulihat bukan meja atau pun kursi yang biasa untuk makan.
Hanya kursi plastik biasa dan hanya meja yang mungkin buatan sendiri.
Rumah yang sangat sederhana,lantainya pun bukan keramik hanya lantai biasa namun bersih dan mengkilap,sangat terawat.
"Ayok Han duduk,katanya tadi sudah lapar sekarang malah melamun."
Mas Agus bicaara sambil menepuk pundakku,aku yang sedang memperhatikan kondisi rumah jadi terkejut.
Aku pun duduk,mas Agus membuka penutup makanan yang ada dimeja.
Ada beberapa macam makanan namun sepertinya itu makan kemarin.
Aku bingung mau makan yang mana,semua makanan yang ada merupakan masakan kemarin.
Kok makanannya dilihatin aja,apa Hani gak suka sama makanan yang ada dimeja.
enggak kok mas,cuma bingung aja mana yang mau dimakan.
Hani makan ini aja,mas.(..aku makan sayur tumisan yang terlihat sepertinya baru dimasak..aku mulai menyatapnya,eemm rasanya enak dan tak terlalu pedas).
POV AGUS
Semoga Hani bisa menerima keadaanku,tak ada sikapnya yang menunjukkan rasa tak suka ataupun yang menyinggung.
Aku mencoba mendekatkan diri dengan menggodanya,walaupun sebenarnya aku tak tau seperti apa perasaannya.
Aku tau dia memperhatikan setiap sudut dari rumah ini,entah penilaian seperti apa dengan keadaan rumah orangtuaku.
Namun dengan ia bisa berbaur dan berinteraksi dengan keluarga ku,itu saja bisa membuatku senang.
Setiap malam kala tidur bersama,ada rasa ingin menyentuhnya namun kutahan semua hasratku,tak ingin ku memaksakan keinginan ku.Bisa membelai rambutnya dan mengecup keningnya itu saja buatku nyaman dan membuatku nyenyak tidurnya.
Semoga kamu bisa cepat-cepat membuka hatimu untuk ku.
__ADS_1
(..Biar gak lama-lama aku puasa hiks..hiks,aku takut khilaf melihat tangan dan kaki istriku yang mulus apalagi yang lain...hehehe itu khayalanku say).