
Tanpa banyak bertanya Mas Agus langsung membawaku keluar dari restoran tempat kami makan.
Ia langsung melajukan motornya,Mas Agus dengan sengaja memperlambat laju motornya.
Aku memeluknya dengan erat, aku menangis hingga pakain yang Mas Agus kenakan basah akibat airmataku yang tak bisa ku bendung lagi.
Ternyata selama ini memang benar Andrean mengkhianati ku.
Pertemuan yang sama sekali tak kuharapkan,
ya..aku bertemu kembali dengan mantan tunanganku andrean yang pergi meninggalkan ku saat acara pernikahan kami sudah menghitung hari,dia pergi tanpa kabar dan alasan sehingga aku dan keluargaku harus menanggung malu,meski dikertas undangan tak tercetak nama kedua orang tua ku karena Ingin memberikan kejutan kepada keluarganya siapa keluarga ku sebenarnya.
Namun kejutan yang rencanakan ternyata berubah menjadi kenyataan yang pahit yang harus aku telan.
Mas Agus terus melakukan kendaraannya tanpa ada tujuan,tenggorokkan ku terasa kering karena terlalu lama aku menangis.
"Mas...haus," ucapku tetap dengan posisi memeluk pinggangnya.
Mas Agus memberhentikan motornya dipinggir jalan,ia berhenti pas warung bakso yang ada dipinggir jalan.
Masih menggenggam tanganku,kami masuk kewarung bakso,kami memilih duduk paling pojok.
"Bakso dua sama lemon jusnya dua," pesan Mas Agus ke penjual bakso.
"Apa adek masih ada rasa cinta pada laki-laki itu?," pertanyaan Mas Agus hanya kujawab dengan gelengan kepalaku.
"Tidak tau atau..." belum selesai Mas berkata aku menjawabnya "Hani sudah tak mencintainya lagi Mas,namun entah mengapa hati Hani terasa sakit,apalagi ketika anak perempuan itu memanggilnya dengan sebutan Papa."
"Mungkin karena pengkhianatannya meninggalkan ku disaat menjelang pernikahan kami yang membuatku terasa masih sakit hingga saat ini,tiada salah, tanpa ada sebab dia pergi begitu saja." ucapku.
Ada rasa cinta dan nyaman buat seseorang,
ada rasa yang tak pernah aku rasakan,ingin kutepis rasa semua itu,ingin menutupi semuanya perasaan ini dan menganggap semua perasaan ku ini adalah salah...namun semakin kututupi,semakin kubuang jauh perasaan ku ini hanya untuk menyakinkan ku
__ADS_1
bahwa aku tak mencintainya.
Ternyata itu salah...aku mencintainya dan nyaman dengannya,maafkan aku mas..aku tak bisa..
Mas tak akan pernah memaksa adek untuk mempertahankan hubungan kita,karena kebahagian adek adalah hal terpenting buat Mas.
Jangan pernah menyiksa diri sendiri apalagi memaksakan perasaan adek.
Apapun keputusan yang adek pilih...Mas siap.
"entah apa yang ada dalam pikiran Mas Agus dengan perkataan ku tadi,
Hehe padahal aku belum selesai dengan ucapan ku,tapi Mas Agus sudah memotongnya, mungkin yang mas Agus pikir aku akan memilih mantanku dan meninggalkannya." ucapku dalam hati."
"Memang apa yang pikirkan tentang ucapanku?,Mas pikir aku akan memilih mantanku?,Mas pikir aku masih mencintainya?," Mas Agus tak menjawab semua pertanyaan ku,hanya dahinya yang berkerut heran.
"Maksudnya apa dek?"tanya Mas Agus dengan heran,karena apa yang aku katakan dan dengan apa yang aku tanyakan menurut Mas Agus sangat berlawanan.
I L O V E Y O U MAS BOJOKU,itu semua ungkapan untukmu Mas, aku pernah menyakinkan diriku bahwa aku tak mungkin mencintai orang yang dulu pernah kutolak saat aku dijodohkan,kubuang jauh-jauh perasaan itu,namun semakin aku buang ternyata...
Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku.
"Dari awal melakukan hubungan itu aku sudah siap menjadi istrimu Mas," ku menyakinan suamiku agar ia tak ragu untuk melangkah.
"Berjanjilah untuk salalu bersama dalam keadaan apapun,jangan pernah mengkhianati kepercayaan yang sudah ku percayakan padamu mas,karena aku bukan wanita yang kuat dan bukan wanita yang tabah dalam menghadapi setiap masalah.
Aku mudah rapuh dan mudah terpuruk dalam kesedihan."
Mas Agus menarikku dalam pelukannya,dikecup keningku dan diusap kepalaku yang tertutup hijab.
Terasa lega yang kurasakan,pelukan suamiku membuatku nyaman,semua perasaan yang berkecamuk di hatiku terasa ringan,beban yang selama ini aku tanggung sendiri bagai lenyap saat aku bersandar dipundaknya.
Kami pun memakan bakso dan lemon tea yang Mas Agus pesankan.
__ADS_1
Setelah selesai makan kami langsung pulang kerumah,disepanjang perjalanan aku masih memeluk pinggangnya.
"Mas kita mampir kewarungnya Nissa ya,beli es krim,kalau lupa nanti ada yang ngambek," Aku teringat janjiku dengan anaknya Rudi untuk membelikannya es krim.
"Memang tidak apa-apa dek,Ibunya Nissa kan tidak suka dengan adek," Mas Agus mengkhawatirkan ku dengan sikap Ibunya Nissa.
"Enggak apa-apa lah Mas,yang pentingkan aku mau beli bukannya mau hutang,kalau Ibunya Nissa tak suka ya biarkan aja."
Seperti yang aku ucapkan...Motor yang Mas Agus kendarai berhenti didepan warungnya Nissa,mantan tunangannya Mas Agus.
Disini warung Nissa adalah warung yang paling besar...bisa dibilang mini market.
Kulihat ada beberapa Ibu-ibu yang sedang berbelanja.
Aku pun masuk kedalam warungnya,membeli beberapa keperluan dan membeli eskrim.
"Banyak bener beli es krimnya,Gus?" tanya salah satu Ibu-ibu yang sedang berbelanja.
"Aduh-aduh Gus... istrimu ternyata boros ya Gus,pake ngeborong eskrim,awas lho gara-gara pingin dipuji saudara kantongmu bisa melarat.
Kasian mbak Agusnya,capek-capek cari duit uangnya situ yang ngabisin." ucap beberapa tetangga yang tak suka dengan kehidupan keluarga Mas Agus dan lebih parahnya lagi Ibunya Nissa ikut berbicara,"Iiih untung si Nissa tak jadi menikah dengannya,bisa-bisa cucu-cucu ku nanti bisa kelaparan."
Ingin rasanya aku menjawab ucapan mereka, namun Mas Agus memberikan ku isyarat untuk tidak membalas ucapan mereka.
Aku langsung membayar semua belanjaan yang aku ambil dan langsung pergi meninggalkan Ibu-ibu yang bermulut pedas itu.
"Mas kenapa diam aja sih?,kata-kata mereka itu buat kupingku panas,kalau mereka selalu Mas diamkan mereka akan semakin menjadi,
Mass....iih nyebelin deh."mulutku meromet kesal,namun Mas Agus hanya tersenyum dan mencolek daguku dan membisikan"bibirnya adek bikin Mas gemes,tambah sexy tuh bibir."
Kucubit pinggangnya dengan gemas,"huh dasar,"ucapku sambil berlalu menuju tempat parkiran motor.
Mas Agus melajukan motornya kembali kerumah.
__ADS_1
Sampai sini dulu Yach momndut mau istirahat.