
Aku keluar kantor menuju ketempat dimana Mas Agus berada.
Beberapa security langsung berdiri dan menundukkan kepala mereka ketika aku sampai di pos,mungkin Mas Agus heran kenapa mereka begitu menghormati ku.
"Mas kita maka siang bareng sama sahabat-sahabat Hani ya Mas, sudah lama enggak pernah kumpul bareng," tunjukku kearah mereka.
Mas Agus pun langsung menyalami mereka satu persatu-satu,semoga saja Mas Agus tak merasa minder dengan sahabat-sahabat ku.
Seperti yang sudah direncanakan, makan siang bersama dengan pasangan masing-masing, walaupun Bagas tak ada pasangannya dia tetap wajib ikut,Aku sendiri tetap mengendarai motor yang kami pakai, Aku hanya merasa lebih dekat dengan suamiku.
Akan ku ubah penampilannya secara perlahan, ya walaupun tadi mas Agus sempat menolak memakai baju yang aku belikan,karena ia pikir aku malu berjalan dengannya,dengan penampilan biasa Mas Agus.
Namun dengan sedikit rayuan dan bujukan akhirnya ia mau.
Aku tak pernah malu dengan penampilan suamiku,namun aku hanya ingin ia tak merasa minder jika berkumpul dengan sahabat-sahabat ku.
Dia suamimu dan akan kuberikan yang terbaik buatnya dan juga keluarganya yang tulus menyayangi ku.
Sampai ditempat tujuan kami langsung menuju tempat yang sudah kami pesan sebelumnya.
Kayla
Mas Agus malam pertamanya gimana?,Hani yang mulai apa Mas Agus yang nyosor duluan?.
Hani
Loe pikir suami gue bebek apa...!
Kayla
Ya kali suami loe udah gak tahan buka puasanya,langsung clep gitu.
Mas Agus
Ya pake pemanasan dong...menikmati keindahan makhluk ciptaan Tuhan.
Anton,Gibran, Bagas.
"Hah!!,"cap mereka bersamaan.
Tak menyangka jika seringan itu kata-kata yang keluar dari mulut suamiku.
kukira Mas Agus akan cuek,tapi ternyata..???.
Indri
"kuat berapa ronde?,biasanya yang diam itu lebih ganas apalagi yang malam pertamanya di tunda..itu sih pengalaman gue,iya gak sayang," dijawab dengan anggukan kepala oleh suaminya.
Bukan hanya Indri yang penasaran tapi mereka pun sama juga penasarannya.
Aku dan Mas Agus saling pandangan,Mas Agus memainkan alisnya buat menggodaku.
Aku tau maksudnya, dia ingin aku yang mengatakannya.
__ADS_1
Jika pertanyaannya Indri tak kujawab pasti Mas Agus akan menjawabnya dan pasti jawabannya akan bikin aku malu.
Gibran
Ayo dong dijawab,dulu juga loe sama keponya kaya kita sekarang,bahkan nih ya Mas, Hani dan teman-temannya tuh nginep,tidur dikamar pengantin.
Bahkan sampai tidur dua hari dua malam dikamar kita,begitu mereka pulang... kamar kita dikasih jam alarm yang disembunyiin dibeberapa tempat dan setiap 10 menit sekali
berbunyi.
Tau gak rasanya...?,menjengkelkan.
kita pun tertawa jika ingat peristiwa itu.
Hani
Iya deh gue jawab
Belum sempet dijawab makanan yang kami pesan datang,aku pun tidak melanjutkan apa yang akan aku katakan.
Anton
ET... jawab dulu,baru itu kita makan.
cegah Anton yang masih penasaran dengan malam pertama ku
Mas Agus
Kita ngelakuinnya pagi.
Anton
Emang gak bisa nunggu malam yach sampai malam pertamanya diganti dengan pagi.
"Ternyata...sudah tidak sabar," ucap merasa bersama-sama.
Mas Agus
Iya...setelah Hani benar-benar mau menerima ku,untuk yang pertama kalinya, saya buat Hani tak bisa bangun,kekamar mandi pun harus kugendong.
Indri
Tuh kan bener apa gue bilang,apalagi kelamaan nahan tuh ngeliat body semok and montok jadinya pinginnya g***t terus.
sekarang terbukti kan yang kalau suami loe itu gak impoten.
Aku tersenyum kearah Mas Agus,menganggukkan kepalaku bahwa apa yang dikatakan Indri adalah benar.
Kita makannya kapan geas sudah lapar nih,perut sudah karoean minta di isi,kita lanjutkan nanti setelah makan acara tanya jawabnya.
Sebenarnya bukan mereka saja yang lapar,aku pun sama sudah sangat lapar.
Kami menyantap hidangan yang telah disediakan tanpa ada yang bersuara.
__ADS_1
Tiba-tiba anak kecil menyenggol tanganku,sehingga sendok yang aku pegang terjatuh dan makanan yang hendak aku masukkan ke dalam mulutku pun terjatuh berhamburan , hingga menimbulkan suara.
"Maaf...maaf " ucap anak kecil itu,namun yang membuatku heran anak itu seperti sedang bingung.
Aku pun langsung membantunya untuk berdiri.
"Kamu tidak apa-apa sayang?," kulambaikan tanganku kematanya,sepertinya anak perempuan ini tidak bisa melihat,karena dia tidak merespon lambaian tanganku didepannya.
"Tidak apa-apa tante,terimakasih Tante..tante tidak akan marahain cantik kan?", anak kecil yang menyebutkan namanya dan yang bikin aku heran pertanyaannya.
Aku pun sejajarkan tubuhku dengan tubuh kecilnya.
" Tidak sayang...tante tidak marah,kan kamu tidak sengaja."Setelah anak itu berdiri tiba-tiba anak itu memelukku.
"Terimakasih tante... tante orang yang pertama memanggilku sayang dan tidak marah karena cantik nabrak tante,boleh cantik pegang wajah tante, cantik mau mengingatnya jika suatu saat nanti cantik bisa melihat,cantik bisa mengenali wajah tante."
Cantik..dia menyebut nama dirinya cantik seperti wajahnya,wajah yang mengingatkan ku dengan seseorang.
tangan kecilnya mulai menyentuh dan meraba wajahku.
"Nama Tante siapa?" ucapnya dengan tetap menyentuh wajahku.
"Hani," ucap singkat.
"Tante Hani cantik...baik," masih dengan menyentuh wajahku dia berkata.
"Ya ampun sayang dari tadi papa mencari cantik,kenapa cantik berjalan sendiri," seorang lelaki datang menyapa cantik dengan menyebut dirinya Papa.
"Maafin cantik pah...cantik ingin berjalan sendiri, Papa pasti bingung yach mencari cantik."
"Iya sayang...Papa cari cantik kemana-mana, Pala takut cantik kenapa-kenapa."
"Papa cantik tadi tidak sengaja menyenggol tante baik...dia tidak marahi cantik,tante baik itu manggil cantik sayang,cantik pingin punya Mama kaya tante baik itu." aku yang sedang sibuk membersihkan sisa makan yang menempel dipakainku tak memperhatikan siapa lelaki yang disebut anak perempuan kecil itu.
"Sudah dek" Mas Agus ikut membersihkan pakaian yang sedikit kotor.
Kulihat kearah sahabat-sahabatku,mereka memberikan kode keaku agar aku memutarkan tubuhku,begitu aku membalikan tubuhku....
"Andrean..!" ucap ku lirih,dadaku tiba-tiba terasa sesak dan tanpa kompromi air mataku meluncur tanpa persetujuan ku.
"Hani..!" Andrean pun sama terkejutnya denganku.
Cantik menarik tangan Papanya kearahku.
"Pah ini Tante baik itu,namanya Tante Hani.
Tante mau tidak jadi Mama cantik?."
"Maaf cantik...Tante sudah punya suami,memang Mamanya cantik kemana?" aku berkata tanpa mengalihkan pandanganku kearah andrean,masih ada rasa sakit apalagi saat ku dengar cantik menyebutnya Papa,terasa gemeruh dihatiku.
Mas Agus memegang erat tanganku dan menghapus air mataku yang mengalir begitu saja.
"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulutnya,pergi dengan menggendong anak perempuan kecil itu.
__ADS_1
ketiga sahabat ku langsung memelukku, mereka tau apa yang aku rasakan saat ini.
"Mas..pulang" sudah tak selera aku untuk melanjutkan makanku.