Kesombongan Seorang Mantan

Kesombongan Seorang Mantan
episode 13


__ADS_3

"Yuk beli popo," ajak bang Aldi merentangkan tangan mengambil Seila dari pangkuan.


Beruntungnya, dia mau dan kami pun masuk ke dalam mall.


Berkeliling mencari boneka yang diinginkan Seila. Dari satu toko ke toko yang lain. Hingga akhirnya, aku bisa bernafas lega saat masuk ke dalam toko ketiga. Mata Seila pun berbinar melihat banyak boneka berwarna merah dengan antena bentuk lingkaran di kepala nya.


"Popo, Mah, popo," seru putriku bertepuk tangan.


"Ya, Sayang ambil."


Bang Aldi menurunkan Seila, dan putriku langsung berlari ke jajaran boneka kesayangannya. Sedangkan kakak ku keluar kembali untuk membelikan pesanan istrinya.


Aku mengikuti langkah kecil kaki Seila yang berlari lincah hingga tidak sengaja putri ku menubruk kaki seseorang di depannya.


"Awhh!!!" tubuhnya terpental hingga bokongnya mengenai lantai.


"Ya ampun nak, tidak apa-apa?" kata ku seraya mengambil Seila.


"Hati-hati dong, anak nya di jagain jangan dibiarin lari-lari gitu. Untung saja tidak mengenai perut istriku. Kalau anakku di dalam sana kenapa-kenapa, gimana?"

__ADS_1


Aku yang sedang membungkukkan badan meraih putri ku, langsung mengangkat kepala, lalu berdiri dengan tegak.


Pemandangan yang sangat memuakkan.


Ternyata kaki yang Seila tubruk bukan lah orang lain. Tetapi orang yang sangat kami kenali.


"Ayah," Seila berseru. Langsung memeluk kaki pria yang di panggil ayahnya itu.


Mas Nathan bergeming. Melihat ku dan Seila bergantian. Sedangkan dibawahnya, gadis kecil itu mendongak melihat wajah sang ayah dengan mata mendamba, berharap akan mendapatkan sentuhan kasih sayang di pucuk kepalanya.


Sebelum Seila mendapatkan perlakuan yang akan menyakitkan hatinya, segera aku mengambil putriku dan menggendongnya.


"Segitu tidak bisa move on nya ya kamu, sampai-sampai tidak ingin jauh dari suami ku. Eh asal kamu tahu, aku sedang hamil anak laki-laki untuk mas Nathan. Jadi, jangan harap kamu akan bisa lagi merayu dia. Suami ku tidak akan tertarik lagi sama kamu."


Aku hanya tersenyum manis saat wanita yang mengaku hamil itu menunjuk-nunjuk wajahku.


Ingin membalas dengan kasar, tapi aku tahu diri jika ini di tempat umum. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang, dan membuatku seketika viral karena brutal.


"Maaf, ibu Emira. Saya ke sini karena ingin membahagiakan anak saya yang tidak pernah di berikan ayahnya. Bukan untuk mengikuti kalian." ucapku dengan melirik tajam pada pria yang hanya diam mematung.

__ADS_1


Tanpa kata lagi, aku langsung mengambil boneka berwarna merah untuk Seila. Tidak tanggung-tanggung, aku menurunkan hampir separuh boneka teletubbies yang terpajang di sana.


Memasukkannya ke dalam keranjang, lalu membawa nya ke meja kasir.


"Mbak, semua boneka-boneka ini akan di bayar sama laki-laki yang memakai kemeja kotak-kotak di sana. Dia ayahnya anak saya, ini bukti nya," ujar ku memperlihatkan foto Seila bersama mas Nathan yang aku ambil dari media sosialnya mantan suamiku.


Pencitraan. Mencium pipi Seila, hanya untuk di upload di media sosial saja.


"Baik mbak, mau di bawa sekarang, atau mau titip di sini dulu? mungkin Mbaknya mau keliling lagi?".


"Oh, enggak mbak. Sekarang aja, tapi minta tolong di anterin sampai depan sana, ya? soalnya tadi kakak saya nunggu di sana".


🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2