Kesombongan Seorang Mantan

Kesombongan Seorang Mantan
episode 28


__ADS_3

Mas Nathan tidak melanjutkan kata-katanya saat Della datang. Temanku itu ternganga memindai penampilanku dari atas hingga bawah.


"Astaga... ini beneran si Alira?" tanya teman lainnya yang ikut menghampiri kami.


"Ck,Ck,Ck. Cantik banget kamu, Lir. Ya Allah, bajunya bagus bener! rambut dikepang sebagian, kayak putri raja lu. Ini juga perut, kek talenan, rata banget!"


Aku terkekeh mendengar pujian Della yang terus memindai ku.


Kulirik mas Nathan yang masih berada bersama kami. Ia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dariku.


Kenapa? ingat masa lalu?


Ingin sekali aku berucap demikian. Tapi, tidak mungkin karena sekarang dua dayang-dayang nya datang.


Emira menarik kasar mas Nathan untuk menjauh dariku. Wajahnya menyiratkan kecemburuan dan kebencian.


'Gitu aja, marah. Gak inget, waktu dia mesra-mesraan di depanku dulu? aku marah? Enggak'.


"Enggak usah terlalu banyak memuji. Palingan baju yang dia pakai pun dapet nyewa. Emira, dong. Yang di pakai dia dari atas hingga bawah, semua nya beli. Dibutik!!" ujar bu Indah Soraya memuji menantunya.


Aku hanya mangut-mangut, enggan untuk menjawab ocehannya. Tanpa harus membanggakan diri sendiri, nanti pun akan terbukti mana berlian dan mana pecahan beling.


"Kenapa belum pada masuk?" tanyaku melirik mereka satu persatu.


"Malu Al, minder. Dari tadi ya kita lihat yang datang pake mobil bagus, ada supirnya. Pakaiannya cetar membahana. Lah, kita datang ke mari pake bus pariwisata. Baju juga alakadarnya bekas hari raya kemarin."

__ADS_1


"Iiiihhh.. itu mah kamu. Kita mah enggak ya, Mir." ujar ibu menyanggah ucapan Della.


"Kita mah pakaian baru, datang pake mobil. Enggak kayak kalian yang kampungan." lanjutnya lagi menggoyangkan bahu, mengangkat dagu.


Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat ibu menyombongkan dirinya sendiri.


"Mbak Alira, maaf di panggil Ibu untuk bergabung dengan keluarga inti." tutur seorang pria dengan pakaian serba hitam membungkuk hormat.


Aku menoleh pada Mama yang melambaikan tangan dengan Seila di sampingnya.


Papa dan bang Aldi pun berjalan beriringan dengan diikuti tiga orang keamanan.


Ibu mas Nathan yang mengenali wajah Mama, langsung melotot tersentak kaget.


Apalagi saat keamanan sangat posesif menjaga agar Mama dan putriku berjalan dengan tanpa hambatan.


Aku mengajak Della beserta teman-teman yang lainnya untuk masuk. Meskipun mereka bingung kenapa aku di perlakukan bak seorang putri oleh pria tadi, tapi mereka enggan untuk bertanya.


Kami yang sekarang sudah berada di dalam gedung, membuat teman-temanku semakin minder melihat betapa indahnya dekorasi pesta yang di buat seindah dan sesempurna mungkin.


"Al, kamu berhutang penjelasan padaku." ujar Della menarik pelan tanganku.


"Akan aku jelaskan, sini." aku menarik Della agar semakin dekat dengan ku. Badanku sedikit membungkuk agar mudah berbisik di telinganya.


"Aku, anak dari pemilik AB Garment."

__ADS_1


Mata Della membulat sempurna. Mulutnya menganga, dengan tangan di simpan di dada.


"Jangan pingsan Dell." aku menggoyangkan bahunya.


"Kamu tidak bercanda?" tanyanya lagi.


"Apa wajahku terlihat sedang bercanda?" tanyaku balik.


Della menggelengkan kepala nya cepat.


"Mendingan kamu duduk manis di kursi yang sudah di sediakan panitia acara, lihat dan nikmati acara ini hingga selesai. Setelahnya, kamu akan tahu semua kebenaran tentang aku. Aku belum punya waktu untuk menjelaskan secara pribadi, Dell. Maaf ya, aku harus segera ke sana. Orangtua ku sudah menunggu."


Wajah Della masih terlihat kebingungan. Akupun menyuruh teman-teman kerjaku untuk duduk di kursi yang telah di sediakan. Setelah memastikan mereka duduk dengan aman dan nyaman, aku segera menghampiri Papa dan Mama yang berada di kursi paling depan.


Pemandu acara sudah naik ke atas panggung. Puji syukur di panjatkan, kata bismilah terucap indah bersamaan.


Selanjutnya, MC mempersilahkan Papa naik ke atas panggung untuk menyampaikan satu dua patah kata kepada seluruh tamu undangan.


"Assalamualaikum, selamat malam semuanya. Selamat datang bagi tamu undangan yang hadir, suatu kehormatan bagi saya bisa berjumpa dan saling bertegur sapa langsung dengan teman-teman semua. Tidak terasa, AB Garmet sekarang sudah memasuki tahun ke dua puluh. Sungguh pencapaian yang luar biasa dan membanggakan tentunya. Setiap tahun, selalu ada peningkatan dari segi penjualan, juga pencapaian lainnya. Untuk ini, saya selaku pendiri AB Garment, ingin mengucapkan banyak terima kasih atas kerja samanya kerja kerasnya, dan atas kesetiaan teman-teman semua kepada AB Garment. Mudah-mudahan, kedepannya kita akan selalu kompak, tambah kompak dan tambah sukses."


"Amiinnn.."


Semua tamu yang hadir mengaminkan doa serta harapan Papa tak terkecuali aku.


Dua puluh tahun bukan perjalanan yang singkat bagi suatu perusahaan. Apalagi, Papa merintis usaha itu dari nol. Sangat dari bawah.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2