Ketika Aku Sudah Glow Up

Ketika Aku Sudah Glow Up
# 21. Mengulang Kisah


__ADS_3

Di Negara I tempat Tuan Simeon dan Nyonya Kalina berada.


Melihat pemberitaan yang menyeret nama suaminya dan nama Belva, Nyonya Kalina pun bergegas mendatangi suaminya di kantor.


Dengan langkah terburu-buru bahkan sampai tidak menyapa para karyawan, Nyonya Kalina berjalan menuju ruang kerja suaminya.


Ceklek. Nyonya Kalina membuka pintu ruang kerja Tuan Simeon kasar.


"Sayang, apa kamu sudah melihat berita tentang Belva?" Tanya Nyonya Kalina dengan nada panik.


Nyonya Kalina panik bukan karena takut gosip yang beredar mempengaruhi saham perusahaan suaminya, melainkan panik karena memikirkan Belva. Ia takut Belva down dengan pemberitaan yang beredar, apalagi semua orang menghujat Belva. Nyonya Kalina takut Belva bun•uh diri karena depresi.


"Iya. Sudah." Jawab Tuan Simeon santai.


"Kenapa kamu santai sekali sayang? Kalau Belva kenapa-kenapa gimana?"


"Bukannya kamu sudah menyalurkan energi mu ke dia? Jadi aku rasa, gadis itu tidak akan kenapa-kenapa." Jawab Tuan Simeon masih santai.


"Tetap saja sayang, aku khawatir." Balas Nyonya Kalina.


"Apa kamu hanya mengkhawatirkan gadis itu? Apa kamu tidak mengkhawatirkan perusahaan kita? Saham perusahaan kita anjlok loh sayang." Tanya Tuan Simeon.


"Untuk apa aku mengkhawatirkan perusahaan ini, aku yakin beberapa hari lagi juga langsung melejit." Balas Nyonya Kalina.


"Sini." Tuan Simeon menarik tangan istrinya dan mendudukkan istrinya dipangkuannya.


"Kamu sangat tau siapa suami mu ini ternyata sayang." Ucap Tuan Simeon sambil mencubit gemas pipi istrinya.


"Belva aman sayang. Begitu berita ini keluar, aku sudah menyuruh orang untuk menyusup ke apartemen Belva. Jadi kalau Belva depresi dan ingin berbuat macam-macam, mereka akan langsung mencegahnya." Ucap Tuan Simeon lagi.


"Mereka? Memangnya ada berapa orang yang kamu suruh menyusup?"


"Tiga."


"Laki-laki atau perempuan?" Tanya Nyonya Kalina panik.


Tuan Simeon malah tertawa mendengar pertanyaan istrinya.


"Sayang, jawab!!! Kok malah ketawa sih!!" Omel Nyonya Kalina.


"Habisnya kamu lucu sayang. Semenjak bertemu Belva, kamu jadi protektif sekali dengannya. Kamu jadi lebih perhatian dengan gadis itu di banding dengan suami dan anak kita."


"Itu karena aku sudah menganggap Belva sebagai anak ku sendiri." Jawab Nyonya Kalina.


"Kamu belum jawab sayang. Tiga orang mu itu laki-laki atau perempuan?"

__ADS_1


"Perempuan. Aku tau kamu pasti akan mengamuk kalau aku menyuruh bodyguard laki-laki yang menyusup ke apartemen Belva." Jawab Tuan Simeon.


Nyonya Kalina bernafas lega.


"Lalu, apa kita tidak perlu pulang?"


"Kita akan pulang kalau Bams tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Baru lah disitu aku akan turun tangan. Aku bilang ke Adrian memberi waktu pada Bams untuk menyelesaikan masalah ini dalam tiga hari. Kalau dalam tiga hari masalah ini belum selesai, baru kita pulang." Jawab Tuan Simeon.


"Apa kamu tau siapa yang menyebar fitnah itu?" Tanya Nyonya Kalina penasaran. Nyonya Kalina yakin kalau suaminya pasti sudah tau.


"Ini." Tuan Simeon menyodorkan ponselnya pada sang istri. Disana ada semua bukti tentang Tuan Haris dan Tante Monika yang bersekongkol membuat dan menyebarkan berita bohong itu. Tante Monika ingin menjatuhkan Belva, Tuan Haris ingin menjatuhkan Simeon's Group.


"Woaaah." Reaksi Nyonya Kalina.


"Bukti itu akan kusimpan dulu. Aku ingin melihat cara kerja Bams. Dan aku juga ingin biar Belva saja yang membalas perbuatan Tante nya itu."


"Apa anak itu bisa membalasnya? Mulutnya bisa saja jahat, tapi hatinya gampang sekali memaafkan."


"Kita lihat saja nanti." Balas Tuan Simeon.


Tak lama ponsel Tuan Simeon berdering.


Panggilan masuk dari Tuan Adrian.


Tuan Adrian meminta Tuan Simeon untuk melihat televisi karena Bams sedang melakukan konferensi pers.


"Ada apa sayang?" Tanya Nyonya Kalina.


"Bams akan melakukan konferensi pers. Dia ingin memberikan klarifikasi." Jawab Tuan Simeon.


Acara konferensi pers pun di mulai.


Mendengar Bams mengatakan kalau Belva adalah istrinya, Tuan Simeon dan Nyonya Kalina bukannya marah, mereka berdua malah tertawa.


"Dia benar-benar anak mu sayang." Ucap Nyonya Kalina sambil tertawa.


"Astaga Bams, kenapa kau mengulang kejadian yang dulu." Ucap Tuan Simeon.


Karena apa yang Bams lakukan saat ini, sama persis dengan apa yang di lakukan Tuan Simeon untuk mendapatkan Nyonya Kalina. Hanya bedanya, dulu Tuan Simeon mengakui Nyonya Kalina sebagai istrinya karena tau ada laki-laki yang menyukai Nyonya Kalina dan istrinya itu hendak menerima perasaan si laki-laki tersebut.


Orang tua Nyonya Kalina yang tau akan hal itu pun langsung benar-benar menikahkan putrinya dengan Simeon agar tidak menjadi fitnah di tengah-tengah tetangga.


"Apa yang harus kita lakukan sayang? Apa kita harus melakukan apa yang orang tua ku lakukan dulu?" Tanya Nyonya Kalina.


"Sepertinya harus begitu. Karena Bams berbicara bukan hanya di depan satu dua orang, melainkan di depan banyak orang. Dan aku yakin, sebentar lagi headline akan berganti dengan pernikahan diam-diam Bams dan Belva." Jawab Tuan Simeon.

__ADS_1


Tuan Simeon pun mengambil ponselnya dan menghubungi Tuan Adrian.


***


Tuan Adrian menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.


"Halo Tuan Besar." Jawab Tuan Adrian. Jantungnya sudah berdegup kencang.


"Siapkan pernikahan Bams dan Belva akhir pekan ini, besok saya akan pulang." Ucap Tuan Simeon dari seberang telepon.


Mata Tuan Adrian membelalak sempurna.


"Apa kau mendengarku Adrian?" Tanya Tuan Simeon karena Tuan Adrian tidak menjawab perintahnya.


"I-iya Tuan saya mengerti." Balas Tuan Adrian.


Panggilan pun berakhir.


Tuan Adrian langsung menatap Bams dengan tatapan aneh. Antara mau kasihan dan mau mengejek Bams. Kasihan karena Bams harus menikah dadakan dengan Belva. Mengejek karena ini lah yang di namakan senjata makan tuan.


"Kenapa?" Tanya Bams saat melihat asisten Ayahnya itu memberinya tatapan aneh.


"Besok Tuan Besar akan pulang dan akan memberi hadiah spesial untuk anda karena bisa menyelesaikan masalah ini sebelum tiga hari." Ucap Tuan Adrian.


Bams cengengesan mendengar ucapan Tuan Adrian.


"Ya sudah, aku mau pulang dan melihat keadaan Belva dulu." Ucap Bams sambil mengangkat bokongnya dari sofa lalu pergi dari ruang tunggu dengan para pengawal.


Setelah Bams pergi, Tuan Adrian langsung menghubungi wedding organizer agar menyiapkan resepsi dadakan Bams dan Belva.


***


Kini Bams sudah berada tepat di depan pintu unit apartemen Belva. Ia masih mengkhawatirkan Belva.


Ting Tong Ting Tong. Bams menekan bel unit apartemen Belva.


Tak perlu menunggu lama pintu pun terbuka.


Dan...


PLAAAAK. Tanpa Bams sangka-sangka Belva langsung memberi tamparan pada Bams.


"Klarifikasi macam apa itu!!! Kenapa kakak bilang kalau aku ini istri kakak, hah!!!" Teriak Belva.


Tak ingin ada orang yang mendengar perdebatan mereka, cepat-cepat Bams menarik tangan Belva untuk masuk ke dalam unit apartemen Belva.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2