Ketika Aku Sudah Glow Up

Ketika Aku Sudah Glow Up
# 29. Cellia Mengamuk


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Belva dan Bams tidak lagi tinggal di apartemen, melainkan sudah tinggal di kediaman utama Simeon karena permintaan Nyonya Kalina sebelum Nyonya Kalina kembali ke negara dimana Tuan Simeon berada.


Dan hari ini media lokal sedang panas-panasnya memberitakan tentang kebangkrutan perusahaan Tuan Haris. Apalagi Tuan Haris juga ketahuan menjadi dalang yang menyebarkan berita buruk tentang Belva.


Dengan ketahuannya Tuan Haris menjadi dalang penyebaran berita buruk tentang Belva, maka Tante Kalina pun juga ikut terbawa. Hanya Cellia yang selamat dari penangkapan karena memang Cellia tidak tau apa-apa. Jangankan tentang berita bohong yang Mami dan selingkuhan Mami nya itu buat, tentang perselingkuhan Tuan Haris dan Mami nya saja, Cellia belum tau.


Begitu Belva tau Tante nya ikut terlibat dalam penyebaran berita bohong tentangnya, ingin sekali rasanya Belva membalas dengan menyebarkan video itu di media sosial.


Tapi itu tidak Belva lakukan mengingat Tante Monika masih sah menjadi istri dari Om nya. Selain karena itu, Belva juga takut menyebarkan video itu karena menyebarkan video asusila ke media sosial akan mendapat hukuman. Dan Belva tidak mau terjerat kasus hukum, mengingat sekarang dirinya adalah menantu keluarga Simeon.


Dan karena pemberitaan itu, Om Tora sampai pulang ke Negara I.


Marah, jelas. Siapa yang tidak marah saat istrinya tega memfitnah keponakannya sendiri. Apalagi istrinya melakukan persengkokolan dengan mantan bos nya. Om Tora masih tidak tau alasan yang membuat istrinya melakukan itu, yang Om Tora tau Tante Monika melakukan itu karena Tuan Haris ingin menghancurkan Simeon's Group melalui Belva dan Tante Monika hanya di jadikan alat oleh Tuan Haris. Om Tora pun memaafkan istrinya dan bersedia menunggu sang istri menyelesaikan masa hukumannya.


Berbeda dengan Om Tora, Cellia malah tidak terima dan makin membenci Belva karena Belva tidak mau membantu Tante Monika terlepas dari hukuman.


Cellia yang tak terima pun mendatangi Belva di rumah utama Simeon padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Tapi sayang, Cellia harus tertahan di pos satpam karena Cellia tidak bisa menunjukkan identitas diri karena Cellia datang dalam keadaan mabuk.


"Minggir gue mau ketemu anak tidak tau di untung itu!!!" Teriak Cellia sambil meronta.


"Maaf Nona, siapa pun yang tidak bisa menunjukkan identitas, tidak bisa melewati pintu gerbang ini." Jawab satpam yang berjaga.


Ada tiga orang satpam yang berjaga malam itu.


"Kalian gak tau siapa gue, hah!!! Gue ini Cellia, sepupu Nona Muda kalian yang tidak tau diri itu!!! Sudah di tampung dari SMA, eh... sekarang malah ngejeblosin nyokap gue ke penjara!!! Dasar kacang lupa kulit!!" Teriak Cellia.


"Nona, lebih baik anda pulang dulu. Besok kalau anda sudah sadar, baru datang lagi kesini." Balas satpam lagi.


"Aaargh!!! Lepasin gue!!! Belva... keluar loe!!!! Dasar upik abu gak tau diri!!! Kacang lupa kulitnya, keluar loe!!!! Belvaaaaa!!!!!" Teriak Cellia lagi.


"Nona, ini sudah tengah malam, jangan membuat kegaduhan!! Atau kami tidak akan sungkan-sungkan menyeret anda ke kantor polisi karena sudah membuat kegaduhan!!" Ancam satpam itu lagi.


Cellia yang sudah mabuk tidak memperdulikan ancaman tiga satpam itu dan masih terus berteriak.


Belva yang tau ada keributan di luar pun keluar dari dalam kamarnya. Sama hal nya dengan Belva, Bams yang mendengar keributan itu juga keluar dari ruangan gamenya.

__ADS_1


Belva dan Bams pun berpapasan di depan pintu lift.


"Siapa sih yang bikin ribut tengah malem gini?" Tanya Bams.


"Aku juga gak tau, makanya aku turun ke bawah, mau liat." Jawab Belva.


Ting. Pintu lift pun terbuka.


Belva dan Bams pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju pintu depan rumah. Sesampainya di depan pintu, Belva tidak langsung membuka pintu, ia mengintip terlebih dahulu.


"Itu kan Cellia." Lirih Belva.


"Itu bukannya sepupu kamu?" Tanya Bams.


"Mau ngapain sih dia." Lirih Belva lagi tanpa menjawab pertanyaan Bams.


Belva pun memutar kunci pintu dan hendak menarik gagang pintu.


"Kamu mau ngapain?"


"Ya mau samperin Cellia lah kak."


"Aku udah biasa. Udah minggir." Balas Belva sambil melepaskan tangannya dari tangan Bams.


"Sekali ini dengerin aku Bel!! Kalau aku bilang jangan keluar, yah jangan keluar. Ngerti gak kamu!" Larang Bams sekali lagi dengan nada penuh penekanan.


Mau tak mau Belva pun mengurungkan niatnya untuk menemui Cellia.


"Kamu tunggu sini, biar aku yang keluar!" Ucap Bams.


Bams pun keluar dari dalam rumah dan berjalan mendekati Cellia yang ada di pos satpam.


"Lepaskan dia!!" Perintah Bams pada dua orang satpam yang sedang menahan Cellia.


"Ada apa ini?"


"Maaf Tuan Muda, Nona ini dalam keadaan mabuk dan ingin bertemu dengan Nona Muda. Saat kami meminta identitasnya, Nona ini tidak bisa menunjukkannya." Jawab satpam.


"Hei Bams!! Mana Belva? Suruh dia keluar dan menemui ku!! Jangan mentang-mentang sudah jadi menantu konglomerat dia jadi lupa siapa dirinya dulu!!" Sela Cellia.

__ADS_1


"Kamu lagi mabuk, kalau memang kamu ingin bertemu istri saya, datang lah besok dalam keadaan sadar!!"


"Tapi gue mau ketemu sama si upik abu itu sekarang!!! Gue mau kasih pelajaran sama dia biar dia inget kalau bukan karena kerelaan hati nyokap gue buat nampung dia, gak mungkin sekarang dia bisa ada di posisi Nona Muda!!! Dan apa balasan dia ke nyokap gue? Dia malah ngebiarin nyokap gue masuk penjara!!!" Teriak Cellia.


"Itu karena Tante Monika emang salah!!!" Balas Bams.


"Sekalipun nyokap gue salah, harusnya dia bales budi dong sama nyokap gue!!!"


Bams geleng-geleng kepala mendengar kata-kata Cellia.


"Kamu mabuk!! Aku gak mau ngeladenin orang mabuk!! Sekarang kamu pergi atau aku akan manggil polisi kesini buat nyeret kamu keluar dari rumah ini!!" Ancam Bams.


Sama seperti saat satpam mengancam, ancaman yang berikan juga tidak berpengaruh pada Cellia.


Cellia malah menerobos satpam yang berdiri di depannya dan berlari menuju pintu depan rumah.


Bams dan ketiga satpam pun sontak mengejar Cellia sebelum Cellia berhasil sampai di depan pintu rumah.


Cellia pun tertangkap.


"Lepasin gue!!! Lepasin!!" Ronta Cellia.


"Belva keluar loe!!! Jangan jadi pengecut!!!! Gue gak akan pergi dari sini sebelum loe keluar dari sini!!" Teriak Cellia.


Belva yang tidak tahan dengan kelakuan Cellia pun akhirnya keluar.


"Lepasin dia!!!" Perintah Belva.


"Kamu ngapain keluar? Masuk!!" Perintah Bams.


"Ini urusan aku, biar aku yang menyelesaikannya." Balas Belva.


"Lepaskan dia!!" Perintah Belva lagi pada dua orang satpam yang sedang menahan Cellia.


Dua orang satpam itu pun melepaskan Cellia.


Dan tanpa ada yang menyangka, begitu satpam melepaskan Cellia, Cellia langsung berlari mendekati Belva dan...


PLAAAK.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2