
PLAAAK. Cellia menampar Belva dengan sangat keras.
Melihat itu, Bams pun menghampiri menarik Cellia dan mendorong Cellia sampai Cellia terjerembab ke tanah.
Setelah itu Bams pun mendekati Belva yang sedang memegangi pipinya.
"Kamu gak pa-pa." Tanya Bams sambil menarik tangan Belva yang sedang memegang pipinya.
"Gak pa-pa." Jawab Belva.
"Minggir, biar aku selesaikan masalah ini dengan Cellia." Belva pun mendorong tubuh Bams pelan agar memberinya jalan.
Belva berjalan mendekati Cellia.
"Udah selesai marah-marahnya?" Tanya Belva sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Melihat gaya Belva yang angkuh, makin naik saja darah tinggi Cellia.
Cellia pun berdiri dan hendak menampar Belva sekali lagi, tapi kali ini dengan cepat dengan tangan Belva menangkap tangan Cellia yang sudah mengudara.
"Cih... kamu tuh gak pernah berubah yah Cel dari dulu!!! Hanya bisa memakai kekerasan untuk melampiaskan emosi mu sama aku!!! Apa kamu gak malu melihat orang yang dulu sering kamu tindas kamu kasarin, menjadi seperti sekarang ini?" Ucap Belva.
"Aku bukan tipe orang yang suka membalas kekerasan dengan kekerasan, kelicikan dengan kelicikan. Karena kalau aku melakukan itu, berarti aku sama rendahnya dengan kamu dan Mami kamu itu!!" Ucap Belva lagi.
"Sia•lan loe!!! Loe ngatain gue dan nyokap gue murahan gitu!!!" Teriak Cellia tak terima.
"Terus apa dong namanya kalau perempuan melakukan hubungan suami-istri dengan laki-laki yang bukan suaminya? Kamu sama Mami kamu, sama-sama murahan!!" Ucap Belva dengan tatapan mengejek lalu menghempaskan tangan Cellia hingga Cellia terdorong beberapa langkah.
"Dasar upik abu gak tau diri!!! Mentang-mentang sekarang loe udah jadi cinderella, sekarang loe malah hina gue dan nyokap gue!!!" Teriak Cellia tak terima.
"Cih... segitunya yah kamu ngebela Mami kamu? Kenapa? Apa karena Mami kamu lebih banyak memberikan kamu uang jajan daripada uang jajan yang di berikan Om Tora? Emang kamu gak mikir darimana Mami kamu bisa mendapatkan uang sebanyak itu?"
"Maksud loe?"
"Kamu gak tau kan kalau hubungan Tante Monika dan Pak Haris itu bukan hanya sekedar untuk menjatuhkan aku? Mereka punya hubungan lebih dari itu yang gak akan kamu sangka-sangka!!"
"Cih.. jangan fitnah!!!"
"Aku gak fitnah Cellia, kan udah aku bilang, kalau aku membalas kelakuan kalian dengan cara yang sama, itu berarti aku sama rendahnya dengan kalian!!! Apa yang aku katakan ini kebenaran dan aku juga punya buktinya."
Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka didengar oleh orang yang sejak tadi bersembunyi di dekat pos satpam.
Siapa lagi orang itu kalau bukan Om Tora.
Om Tora mendatangi kediaman utama Simeon setelah mendapat telepon dari Tuan Adrian kalau Cellia sedang mengamuk di rumah besannya itu. Tapi siapa sangka, bukan hanya melihat Cellia yang mengamuk tapi juga mendengar pengakuan yang mengejutkan dari Belva.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Bel?" Tanya Om Tora sambil berjalan mendekati Belva dan Cellia.
"Om Tora." Lirih Belva.
"Papi." Lirih Cellia.
"Apa maksud kamu yang mengatakan hubungan Tante mu dan Tuan Haris adalah hubungan yang tak disangka-sangka?"
"Iya Bel, apa maksud mu mengatakan itu?" Timpal Bams.
Belva menghela nafasnya, mungkin ini sudah saatnya Om Tora mengetahui kebusukan anak dan istrinya.
"Tante Monika dan Tuan Haris adalah pasangan selingkuh dan Belva pernah memergoki Tante Monika dan Tuan Haris sedang bercinta di kamar Belva. Sama seperti waktu Belva memergoki Cellia sedang bercinta dengan kekasihnya." Jawab Belva.
Mata Om Tora membulat.
"Jangan sembarangan ngomong loe!!! Gue gak pernah begitu!!! Dan loe juga jangan nuduh nyokap gue kayak gitu!!! Gue bisa tuntut loe!!" Teriak Cellia.
"Diam kamu Cellia!!" Teriak Om Tora.
Sontak Cellia pun terdiam.
"Apa kamu punya bukti?" Kini Om Tora kembali bertanya pada Belva.
"Kalau Cellia memang Belva gak punya bukti. Tapi kalau Om ingat waktu wajah Belva lebam dan Cellia bilang kalau itu karena senior Belva, sebenarnya itu adalah perbuatan Cellia bukan senior Belva. Karena waktu itu Belva memergoki Cellia sedang bercinta dengan kekasihnya di dalam kamar Cellia."
"Kalau aku bohong, apa kamu berani tes keperawanan?" Tanya Belva menantang.
Jelas saja Cellia tak bisa menjawab.
"Kenapa diam? Kamu gak berani kan?" Tanya Belva lagi.
Melihat anaknya diam seribu bahasa, Om Tora jadi yakin dengan apa yang Belva katakan.
PLAAAAK. Om Tora langsung menampar wajah putri semata wayangnya itu.
"Papi gak nyangka kalau kelakuan kamu serendah itu Cellia!!! Susah payah Papi kerja cari uang buat kamu, untuk membahagiakan kamu dan Mami kamu, untuk mencukupi kebutuhan kalian, tapi kenapa kamu membalas keringat Papi dengan kelakuan sampah!!!!" Teriak Om Tora emosi.
Cellia tak menjawab, ia hanya bisa menangis.
"Lalu bagaimana dengan Tante mu. Apa kamu punya buktinya." Kini Om Tora kembali bertanya pada Belva.
"Sebaiknya Om tidak usah melihatnya, karena itu sangat menjijikkan Om." Balas Belva.
"Gak pa-pa, Om ingin lihat."
__ADS_1
Belva pun menghela nafasnya.
"Ayo ikut Belva, Om." Belva dan Om Tora pun masuk ke dalam rumah.
"Kalian urus dia." Perintah Bams pada tiga orang satpam untuk mengurus Cellia lalu menyusul masuk ke dalam rumah.
Belva mengajak Om Tora naik ke lantai tiga. Setelah sampai di lantai tiga, Belva pun masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya.
Sedangkan Om Tora duduk di sofa ruang tamu bersama dengan Bams.
Tak sampai tiga menit, Belva pun keluar dari dalam kamar lalu duduk di sofa bersama Om Tora lalu menunjukkan video Tante Monika dan Tuan Haris yang ada di ponselnya.
Mata Om Tora membulat saat melihat istri yang ia cintai sedang di tunggangi oleh laki-laki lain yang tak lain dan tak bukan adalah mantan atasannya.
"Jadi ini kelakuan mu di belakang ku Monika!!!" Geram Om Tora.
"Om. Maaf, kalau Belva harus mengatakan ini semua. Mulai dari kelakuan Cellia dan Tante Monika. Ini semua Belva lakukan karena Belva gak mau Om Tora terus-terus di tipu sama anak dan istri Om." Ucap Belva.
"Kamu gak salah sayang. Harusnya kamu kasih tau Om tentang ini dari dulu. Biar Om gak perlu berlama-lama menghabiskan waktu Om untuk membina rumah tangga dengan wanita seperti ini!!!"
"Maaf Om."
"Om minta video ini. Om akan menceraikan Tante mu jadi Om perlu video ini untuk jadi barang bukti."
Belva pun menganggukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana dengan Cellia?"
Om Tora diam, ia juga bingung tindakan apa yang harus ia ambil untuk putri semata wayangnya.
"Bagaimana kalau Cellia kita kirim di asrama yang ada di Negara R. Disana ada asrama yang pendidikan agama dan peraturannya sangat ketat, kalau sudah masuk di tempat itu, tidak akan bisa mudah keluar kecuali orangtua atau wali yang langsung mengajukan permohonan." Sela Bams memberi ide.
"Benarkah?"
Bams menganggukkan kepalanya.
"Baik lah. Om setuju."
"Kalau begitu saya akan suruh orang untuk mengurusnya. Dan untuk sementara sampai urusan surat-surat selesai, Cellia kita kurung saja dulu di apartemen." Kata Bams.
"Om percayakan pada mu. Om juga akan mengurus perceraian dengan Mami nya Cellia." Balas Om Tora.
"Tidak pa-pa kan Bams kalau Om lebih lama di negara ini?" Tanya Om Tora. Karena seharusnya besok Om Tora kembali ke Negara S.
"Gak pa-pa Om, kami bisa mengerti. Om.urus saja masalah Om sampai selesai, baru kembali lagi ke Negara S. Urusan Cellia biar saya yang urus." Jawab Bams.
__ADS_1
Bersambung...