Ketika Aku Sudah Glow Up

Ketika Aku Sudah Glow Up
# 43. Bapak-Bapak Yang Posesif


__ADS_3

Di ruang senam ibu hamil.


Mata instruktur senam dan guru kelas ibu hamil membulat saat melihat petinggi Simeon's Group ada di kelas itu. Biasanya hanya Bams sekarang Tuan Simeon dan Tuan Adrian juga ikut berada di dalam ruangan itu.


"Apa Tuan Simeon dan Tuan Adrian juga mau ikut senam?" Tanya Miss Erika, si guru kelas ibu hamil.


"Sepertinya." Jawab Miss Ferika, si instruktur senam ibu hamil.


Miss Erika dan Miss Ferika mereka adalah kembar.


"Nona Belva berpasangan dengan Tuan Bams, Nyonya Simeon berpasangan dengan Tuan Simeon, lalu Tuan Adrian mau berpasangan dengan siapa?" Tanya Miss Erika lagi.


Bams yang mendengar bisik-bisik instruktur dan guru senam ibu hamil itu memiliki ide yang sangat cemerlang. Bams pun keluar dari ruang senam.


"Bams, kamu mau kemana?" Teriak Nyonya Kalina saat melihat si calon bapak hendak keluar dari ruang senam.


"Sebentar Mah." Jawab Bams berteriak.


"Mau kemana suami kamu itu?"


"Kebelet mungkin." Jawab Belva.


Tak sampai sepuluh menit Bams pun datang. Sesi senam belum di mulai, karena Miss Ferika menunggu Bams datang.


Semua mata mengarah pada Bams, karena saat ini Bams datang tidak sendiri, melainkan dengan manekin yang sudah ia pakaikan baju dan perut yang di buat menggelembung.


"Mau apa anak itu?" Nyonya Kalina bertanya-tanya.


"Entah." Jawab Tuan Simeon.


"Berhubung Paman Adrian tidak punya pasangan, jadi manekin ini yang akan menjadi pasangan anda Paman." Ucap Bams.


"Apa anda serius Tuan Muda?" Tanya Tuan Adrian tercengang.


"Jangan terharu dengan ide ku Paman. Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan." Ucap Bams dan Bams pun kembali menghampiri Belva.


"Haish, yang benar saja, masa aku aku berpasangan dengan manekin? Mending aku bawa istri ku sendiri kesini!!" Gerutu Tuan Adrian pelan.


"Memangnya kau siap istri mu di lirik karyawan pria di kantor ini? Ingat Adrian, istri mu hanya beda dua tahun dari Belva. Body istri mu juga tak kalah dari anak gadis meski sudah tiga kali melahirkan. Kau mau istri mu diambil oleh pria yang seumurannya di kantor ini?" Bisik Tuan Simeon yang mendengar gerutuan Tuan Adrian.


Mata Tuan Adrian membulat membayangkan apa yang Tuan Simeon katakan.

__ADS_1


"Berpasangan dengan manekin memang sudah lebih baik." Lirih Tuan Adrian lagi.


Mendengar itu Tuan Simeon hanya tersenyum tipis.


Tuan Adrian memiliki istri yang masih berumur dua puluh lima tahun, sedangkan umur Tuan Adrian sekarang sudah empat puluh lima tahun.


Memiliki istri yang masih sangat muda, membuat Tuan Adrian sangat posesif terhadap istrinya. Ia selalu melarang istrinya untuk datang ke kantor karena takut para karyawan laki-laki kepincut pesona sang istri. Tuan Adrian juga melarang istrinya keluar tanpa dirinya. Namun meski Tuan Adrian sangat posesif tapi sang istri tidak mengeluh dan tetap setia pada Tuan Adrian.


***


Setelah kurang lebih dua jam mengikuti senam dan kelas ibu hamil, kini para petinggi Simeon's Group itu kembali ke rutinitas mereka yang sebenarnya.


Setelah membersihkan tubuh mereka dari keringat yang keluar saat senam, Tuan Adrian kembali keruang kerjanya, Tuan Simeon dan Bams juga kembali ke ruang kerja mereka. Lalu apa yang di lakukan para Nyonya Simeon?


"Sayang, aku pergi dulu yah." Ucap Nyonya Kalina.


"Mau kemana lagi? Apa kaki mu itu tidak bisa diam?" Tanya Tuan Simeon yang heran melihat tingkah istrinya yang tak mau diam persis seperti anak yang hiperaktif.


"Aku ingin ke mall, belanja sekalian berburu pakaian bayi yang lucu-lucu." Jawab Nyonya Kalina gemas.


"Baru dua minggu yang lalu Bams dan Belva belanja Mah." Malah Bams yang membalas.


"Itu kan kalian. Ini kan Mama. Mama ingin membelikan perlengkapan untuk cucu Mama." Balas Nyonya Kalina.


"Tidak puas sayang. Kurang dapat gregetnya." Jawab Nyonya Kalina.


"Kasihan Belva, dia pasti bakal kelelahan kalau harus mengikuti mu berbelanja." Ucap Tuan Simeon. Ia masih saja mencari cara agar istrinya itu tidak kemana-mana.


"Tidak. Nanti kalau kelelahan, kami akan berhenti sejenak. Lalu kembali berburu lagi." Jawab Nyonya Kalina.


"Iya kan sayang." Kini Nyonya Kalina berbicara pada Belva.


Bams memberi kode pada Belva agar menolak ajakan Mamanya. Karena tau bagaimana sifat sang Mama kalau sudah berbelanja. Lama dan tak ingat waktu.


Belva yang paham akan kode yang di berikan suaminya itu bukannya malah mengikuti apa yang Bams mau, ia malah menyanggupi ajakan Mama mertuanya.


"Iya Pah, Belva gak bakal kecapean kok. Nanti kalau Belva kecapean, nanti Belva ngomong sama Mama." Ucap Belva.


"Haish!!!" Geram Bams.


"Awas kau nanti malam yah, habis kau!!" Geram Bams karena Belva tak menuruti kata-katanya.

__ADS_1


"Ya sudah, kami Nyonya Besar Simeon dan Nyonya Muda Simeon pergi dulu yah." Pamit Nyonya Kalina lalu menarik Belva keluar dari dalam ruang kerja Presdir.


Setelah para Nyonya-Nyonya pergi, Tuan Simeon pun mengambil ponselnya dan menghubungi kepala bodyguard untuk memberi pengamanan ekstra ketat pada istri dan menantunya. Jika biasanya sepuluh bodyguard di kerahkan kali ini Tuan Simeon mengerahkan tiga puluh bodyguard untuk menjaga istri dan menantunya.


***


Setelah perjalanan kurang lebih setengah jam, kini Nyonya Kalina dan Belva telah sampai di mall terbesar yang ada di kota itu.


"Mah, Belva laper." Keluh Belva.


"Kamu laper? Ya udah yuk, kita makan siang dulu." Jawab Nyonya Kalina sambil menarik tangan Belva.


Belva menahan tangan Mama mertuanya itu.


"Apa?" Tanya Nyonya Kalina saat Belva menarik tangannya.


"Boleh gak Belva makan itu." Tanya Belva sambil menunjukkan restoran ayam goreng cepat saji.


"Kamu mau makan itu?" Tanya Nyonya Kalina.


Belva mengangguk pelan dengan ekspresi wajah minta di kasihani.


Nyonya Kalina menghela nafasnya. Sebenarnya ia tidak mengijinkan Belva makan makanan cepat saja, tapi karena melihat wajah Belva yang memelas, Nyonya Kalina pun luluh. Lagi pula sesekali makan makanan cepat saji tidak pa-pa lah, toh waktu dirinya hamil Bams, ia juga sering makan-makanan seperti itu.


"Ya sudah ayo. Tapi bodyguard aja yah yang ngantri." Ucap Nyonya Kalina.


Belva menganggukkan kepalanya cepat sambil tersenyum kesenangan. Bagaimana tidak senang kalau selama ini Bams selalu melarangnya makan makanan seperti itu.


Nyonya Kalina berjalan mendekati salah satu dari lima bodyguard perempuan yang berjaga di sekeliling mereka.


"Kami mau makan di restoran itu, tapi kamu yang mengantri yah." Ucap Nyonya Kalina.


"Siap Nyonya." Jawab bodyguard itu.


"Dan satu lagi, jangan beritahu suami dan anak saya kalau kami makan makanan cepat saji." Ucap Nyonya Kalina lagi.


"Kalau kami berlima bisa menutup mulut Nyonya, tapi yang lain?" Balas bodyguard itu.


"Yang lain?"


Bodyguard itu memberi kode dengan lirikan matanya pada Nyonya Kalina kalau saat ini ada lebih dari dua puluh orang utusan Tuan Simeon sedang mengawasi mereka.

__ADS_1


"Astaga!!!" Geram Nyonya Kalina saat melihat orang-orang urusan sang suami yang sengaja berpakaian biasa.


Bersambung...


__ADS_2