
Salam dari author jangan menghujat karya author receh ini ya..tpi kalau ngasih masukan insyaallah di terima asal jangan menjatuh kan.
Happy reading😍
"Udah ma pa Roy mau ke atas dulu, mau siap siap ngantor"Ucap Roy pelan.
"Apa...Ngantor, Roy kamu gak ngambil cuti"kata Aico merasa kaget atas apa yang di dengarnya.
"Udah ma..tiga hari yang lalu dan sekarang Roy mau ngantor.Mungkin pekerjaan Roy udah numpuk kayak gunung.."ucap Roy.
"Kamu kan CEO,bisa juga kan gak masuk,serahkan saja pekerjaan mu pada faris"penjelasan Aico.
"Iya ma Roy tau..tpi Roy kasihan sama faris lusa dia harus berangkat ke A.S untuk ke temu rekan bisnis Roy yang Roy tunda pertemuan nya beberapa hari yang lalu"jawabnya pelan.
"Gini nih anak yang gila pekerjaan ,yang ada di pikirannya hanya kerja krja dan kerja.Sampai kapan kamu seperti ini"bentak Aico.
__ADS_1
"Sampai Roy punya anak mungkin"ucap Roy asal.
"Oh..Kalau gitu cepat buat anak yang banyak biar kamu berubah gak seperti ini lagi.''
"Lha mama pikir buat anak kayak buat cilok, bikin adonan nya langsung jadi."
"Ya mana mungkin jadi anak kalau kamu gak ngeluangin waktu untuk Zee ,sedang kamu sibuk kerja pergi pagi pulang larut malam bahkan hampir subuh"celoteh Aico yang sama sekali tidak di gubris oleh Roy.
Zee hanya diam mendengar pembicaraan mereka berdua.Sedang Roy langsung ke lantai dua tanpa mau mendengarkan ucapan mama nya lagi.
Sempurna ..mungkin kata itu yang bisa mewakili penampilan Roy hari ini.Begitupun dengan Zee yang melihat Roy tanpa memalingkan wajah nya.
"Aku berangkat,mungkin pulang nya malam jadi tidak usah nunggu aku,tidur aja duluan"ucap Roy yang mengagetkan Zee.
"Emm..Iya pak"jawabnya
__ADS_1
"Apa kamu bilang bapak,aku sudah peringatkan kalau aku bukan bapak mu dan tidak akan pernah menjadi bapak mu."Roy dengan nada yang tinggi menghampiri Zee.
"Aku ini suami mu jadi kamu manggil nya gak usah bapak -bapak lagi.Kalau di dengar mama aku yang akan di salahkan.Kita harus bisa menjadi pasangan yang romantis di depan orang tua mu dan orang tua ku"Roy mempringati dengan nada penuh penekanan.
"Huuh dasar pria Arogant.Kata nya ini pernikahan ini cumak hitam di atas putih tapi kenapa dia minta di panggil dengan panggilan khusus"gumam zee dalam hati
"Terus saya harus panggil bapak apa" tanya Zee berusaha menatap wajah Roy.
"Itu terserah kamu ,pokok nya ketika aku pulang panggilan mu harus ganti,ngerti!"Kata Roy lalu pergi begitu saja meninggal kan Zee sendiri.
Zee merasa bosan menghabiskan waktu nya di kamar tanpa ada kegiatan.Lalu Zee mengambil laptop di nakas dan memulai mengotak ngatik isi di dalamnya.
1 jam ia gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah nya di lanjut dengan mendisane model baju terbaru yang akan lounching kan bulan depan.
Sebagai seorang desainer ia harus pintar mencari modal baju terbaru agar banyak peminatnya,Apalagi butik nya sudah terkenal di berbagai negara tapi gak satupun dari pembeli yang tau siapa pemilik Vann butique.
__ADS_1
Sengaja Zee menyamarkan nama butik tersebut sebab ia tidak mau di kenal oleh orang sebagai pembisnis seperti papa dan kakak nya dalam bidang perusahaan.Vann butique di ambil dari nama panjang nya Zievana Mecca.