Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 59


__ADS_3

Zee menjalani harinya dengan menyibukkan di butik yang ia kelola.Sahabatnya masih belum mengetahui kalau rumah tangga Zee sudah berakhir di meja hijau,baik Chacha maupun Riska hanya mengetahui keretakan nya tanpa mengetahui kelanjutannya.


Nasib beruntung menghampiri Zee untuk beberapa saat,sebab saat ia kuliah tak ada yang mengusik nya atau merasa risih karna hadirnya mantan suami yang tak lain adalah salah satu dosen di mata kuliahnya.


"Assalamualaikum" ucap mama Zee saat melakukan hubungan liwat benda pipih.


"Waalaikumsalam" jawab Zee dari sebrang telepon.


"Bagaimana keadaanmu nak" tanya mama Zee.


"Alhamdulillah ma,baik" jawaban yang tak sama dengan kenyataan.Dari luar memang terlihat biasa namun,siapa sangka batinnya Zee ingin meraung,menumpahkan segala yang sudah mendarah daging di hatinya.


Pengalaman pahit dirasakan tanpa hadirnya sesosok keluarga.Meski itu semua sudah berlalu beberapa hari lalu,nyatanya itu membekas jauh di lubuk hati Zee.


"Mama dua hari lagi pulang Zee,mama sudah kangen sama kamu meski tak bisa dipungkiri kamu sudah ada yang menjaga.Mama hanyalah seorang ibu yang mana bisa jauh dari anak-anak nya."


Deggh..nyeri bila ada yang mengingatkan ada yang menjaganya,toh itu semua tak sesuai dengan nyatanya.Di jelaskan sekarang Zee tak kuasa,juga tak etis jika bahas soal pribadi hanya lewat sambungan telepon.


"Iya ma,nanti Zee main kerumah"


"Ajak juga suamimu ,jangan pergi sendiri.Mama juga ingin kenal lebih dekat dengan suami mu itu.Mengingat mama belum sempat bertegur sapa lama dengan mantu mama"


Permintaan yang sulit bagi Zee.Bagaimana ia membawa Roy kehadapan orangtuanya jika hubungan mereka sudah terlebih dahulu kandas.


"Insyaallah" akhirnya kata ini yang muncul dari bibir Zee.

__ADS_1


Tak berani mengiyakan karna itu hal yang 99% mencapai kegagalan.Biarlah nanti ia bercerita langsung tentang hal yang menimpanya ketika bertatap dengan mamanya.


"Sudah dulu ya ma,Zee masih banyak tugas.Zee juga harus kebut menyelesaikan skripsi agar cepat lulus dengan nilai tinggi." pamit Zee.


"Iya sudah Zee, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Zee meletakkan ponselnya di atas nakas ruang kerjanya,mungkin sedikit gugup saja ketika mamanya mau pulang itu artinya tak lama lagi kabar perceraiannya menghunus di telinga sang mama.Entah rasa apa yang mereka berikan padanya nanti, Zee tak memikirkan itu.Lebih cepat lebih baik dari pada hanya dirinya yang di bebani, alangkah ringannya jika masalah itu terbagi.


"Bagaimana keadaan anak kita ma" tanya papa Zee.


"Baik donk pa,sudah jangan berlebihan Zee sekarang sudah ada yang jaga meski kita tinggal bertahun-tahun lamanya"


"Bukan gitu ma,papa sudah kangen banget sama dia meski anak satu itu tak pernah merajuk seperti anak gadis umumnya"


Sudah terbukti ,sebelum ia menikah dengan Roy,Zee sudah menggeluti bisnisnya di dunia fashion.Sebagai awal titik sebuah kesuksesan ya harus di gapai dengan kemauan dan usaha yang maksimal.


Tak mau ambil pusing,Zee segera menggambar desain baju terbarunya.Ia memang bakat dalam hal ini,sehingga memutuskan buka butik .Selain ingin menyalurkan hobinya ia juga ingin berdiri sendiri dengan usaha yang di mulai dari nol.


***


Kantor.


Tanpa ada angin atau hujan,tanpa di panggil atau di tunggu kehadirannya seperti jelangkung saja,Celly menghampiri Roy.

__ADS_1


"Mbak mau bertemu siapa" tanya sekertaris Roy yang ada di luar tak jauh dari ruang kerja Roy.


"Roy"


Sekertaris itu kaget,kayak gak punya etika saja memanggil bosnya dengan namanya langsung.Meski saudara yang kesini atau orang tuanya pun tetap memanggilnya dengan sebutan Pak.


"Dasar wanita cacing" hardik sekertaris dalam hatinya.Pantas jika Celly mendapat panggilan seperti itu,terlihat dari pakaiannya seperti ulet keket tak lebih baik dari orang gelandangan.


"Pak Roy ada rapat keluar Bu" sekertaris itu menjawab bohong .Padahal Roy sedang rapat di lantai 3.


"Ibu, ibu,eh mbk aku ini masih muda lihat penampilan ku dari atas sampai bawah sudah berkelas gak kayak situ yang suka ambil yang KW"


Sekertaris itu hanya memincingkan matanya,merusak penglihatan saja pikir sekertaris Roy.Lebih baik bajunya dari pada yang dikenakan Celly,baju yang hanya menutupi bagian perut sama buah dadanya serta rok yang gak sampai selutut.


"Disini gak menerima pembahasan penampilan,jika urusannya selesai silahkan pulang" secara halus sekertaris itu mengusirnya.


"Lama - lama situ ngelunjak,saya jelaskan lagi saya mau bertemu Roy"


"Dan saya sudah menjawab jika Pak Roy sedang rapat" sengaja memotong ucapan Celly agar gak panjang seperti rel kereta api.


"Kok bisa ya Roy memperkerjakan kamu yang notabene nya seperti gk berpendidikan"


Sekertaris itu hanya mengelus dada mendengar kata itu keluar dari mulut Celly yang terdengar mengejeknya.


"Masih ingat pintu keluar mbk" ucapannya tak kala pedas dengan Celly.

__ADS_1


Karena merasa kesal,Celly langsung mencakar sekertaris itu dan menarik jilbabnya.Merasa geram dengan perlakuan tamu tiada akhlak , sekertaris itu langsung menekan tombol,meminta bantuan pada satpam agar mengusir ulet keket dari hadapannya.


__ADS_2