Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 45


__ADS_3

Zee sampai di kamar nya hendak membersihkan tubuh namun ketika memilih baju Zee baru sadar kalau baju nya sudah ganti tidak seperti yang di pakai sebelum ia tak sadar kan diri.


"Apa bang Roy yang mengganti pakaian ku..tpi kalau bukan ia siapa lagi,di sini hanya ada aku dan dia"batin Zee,tpi Zee tak ambil pusing dia langsung ke kamar mandi ingin menyegar kan tubuh nya .


40 menit Zee sudah selesai melakukan aktifitas nya.Kini ia terlihat lebih segar dan nampk cantik seperti biasanya dengan balutan celana dan sweter baby blue dan hijab pasmina yang di buat simple menutupi kepala nya,di tambah riasan tipis di wajah nya.


Zee pergi menuju dapur ia ingin makan sesuatu untuk mengganjal perut nya yang sedari demo minta di beri asupan.Di sana tidak ada bahan untuk di masak nya terpaksa ia harus pergi ke supermarket terlebih dulu,untung jarak nya tidak jauh dari kediaman nya.


Beda hal nya dengan Roy setelah kepergian Zee dari kamar nya ia langsung menjalan kan mobil nya menuju kampus .Niat nya ingin Zee hadir di mata kuliah nya kini hanya tinggal rencana saja pasalnya Zee memilih izin tidak ngampus.


Puas berbelanja Zee pulang dengan menenteng dua kresek belanjaan yang semua nya adalah bahan yang bisa di masak.Hampir diri nya masuk ke gang rumah nya tiba tiba perut nya terasa kram sehingga Zee memilih duduk sambil terus memegangi perut nya.Rasa sakit yang megitu menjalar membuat diri nya tidak bisa melanjut kn langkah nya ke rumah.


Rezqi yang melihat gadis duduk dengan menunduk kn kepala dengan posisi gadis itu terus memegangi perut nya,mencoba mendekati gadis tersebut apalgi saat ini jalan sepi dan hanya dia lah yang tak sengaja lewat.


"Mbak ada yang sakit"tanya rezqi tak menyadari kalau gadis itu adalah Zee yang tak lain dan tak bukan adalah adik nya.


"Perut saya sakit"jawab Zee lirih dengan tangan yang terus memegangi perut nya.


Rezqi yang mengenali suara gadis itu spontan menggendong Zee."kiita ke rumah sakit"ucap nya singkat membawa Zee menuju mobil nya.


Zee mendongak kan kepalanya kala tubuh nya terasa melayang ke udara"Kakak"titah Zee yang terus meringis kesakitan.


"Bertahan lah"imbuh Rezqi.Zee hanya diam karena dia begitu merasa kesakitan.


*

__ADS_1


*


Rumah sakit.


Rezqi terus menggendong tubuh mungil Zee masuk melewati lorong rumah sakit."Tolong adek saya"kata terakhir yang terdengar di pendengaran Zee sebelum ia tak sadarkan diri.


Zee mulai di periksa oleh dokter sedang Rezqi menelvon client nya agar di cansel pertemuan nya.Sengaja tidak menghubungi keluarga takut mereka semua kaget dengan keadaan Zee,Rezqi memilih menunggu pemeriksaan adik nya sendiri.


"Bagaimana keadaan adik saja"pertanyaan yang di sodorkan kala dokter membuka pintu perawatan Zee.


"Anda tidak perlu hawatir, pasien hanya mengalami kram di bagian perut nya karna dia sedang hamil muda dan mungkin dia belum sempat makan apapun yang membuat nya seperti ini."jawab dokter ."anda juga boleh masuk ,adek anda juga tidak perlu di rawat karena tidak ada sesuatu yang di khawatirkan"imbuh nya.


Rezqi merasa lega mendengar perkataan dokter yang menyatakan adik nya itu tidak sakit melain kan sedang hamil.Dia tahu persis susah nya jadi bumil apalagi ini pengalaman pertama bagi Zee.


Zee yang baru sadar kini menatap sekeliling dan benar kakak nya membawanya kerumah sakit.


"Zee,kakak telvon suami mu ya memberi tahu kalau kamu di rumah sakit"


"Gak usah kak ..bang Roy sedang ada jadwal di kampus di tambah dia harus keperusahaan sepulang ngajar"


"Jangan berlagak seperti orang gak mampu Zee.Suami mu itu tajir melintir kekayaan nya tak akan berhenti hanya untuk menemui mu disini.Dia juga pasti memilih dekat di sisimu kalau dia tau di rahim mu ada buah cinta nya.Kakak akui Roy orang nya pekerja keras terlihat jelas dimana cara dia memimpin meeting saat bersama kakak.Tpi, keluarga lah lebih penting dari segala nya."


"Maksut kakak"


"Kalian akan menjadi orang tua seperti kakak.Rumah kalian gak akan sepi lagi sebentar lagi ada yang membuat gaduh dengan tingkah lucu nya.Kamu pun akan merasakan gimana bahagia nya saat menghadirkan nya"

__ADS_1


"Aku hamil"tanya Zee memastikan perkataan Rezqi dan hanya di angguki sebagai Jawaban nya.


"Deggghhh"hati Zee bergetar cepat ,ia tak percaya bahwa ke jadian yang tak diduga nya dulu membuat diri nya harus terikat lebih jauh dengan Roy di saat dirinya ingin mundur.Tak terasa buliran bening menetes dari ujung mata indah nya entah itu tanda kebahagiaan ataukah sebalik nya.


"Apa kamu keberaatan dengan hadir nya "


"Tidak kak,aku hanya tak percaya saja dengan anugrah ini"


Di lain tempat Celly menghampiri Roy ke kampus ingin memanas manasi Zee dengan kehadiran nya.Tak mengetuk pintu tak mengucap salam itulah kebiasaan Celly dia langsung masuk ke ruangan Roy dan bergelayut manja dengan nya.


"Sayang"sapa Celly.


"Cell,kamu gk marah lagi"


"Gak ..hmm dimana istri kecil mu itu"


"Kamu kok tanya dia di sini sih..ya mana ada lah"


"Istri kamu mahasiswi sini kn, jadi kemungkinan besar dia disini ditambah dosen nya kamu pasti ia terus keruangan mu .Apalagi aku pernah melihat nya langsung waktu pertama kali aku kesini menemui mu.Sayang nya dia langsung pergi saat aku mengajak nya kenalan,mungkin cemburu kali"


"Ngomong apa sih kamu Cell"


"Gak usah membodohi ku lagi.Istri mu Zee kn tepat nya Zeevana Mecca."


"Kamu udah terlanjur tahu aku bisa apa"

__ADS_1


****


Tiap kejadian ada waktu nya..dan tiap musibah ada akhir nya.. keduanya tidak bisa di majukan atau di mundurkan.


__ADS_2