
Happy reading
Angin dingin berhembus sepoi sepoi ..tanaman pun nampak senang bergerak sesuka nya.Bintang bintang menyebar luas di perataran langit begitupun dengan bulan yang cahaya nya menjadi pelengkap bagi bintang.
Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 ,Roy yang sedari tadi hanya mondar mandir melihat ZEE yang masih di dalam bawa alam sadar nya gelisah tak karuan di tambah ia harus menengok papa nya yang sedang dirawat.
Janji cepat datang malah harus di undur .
"Dingin"ucap Zee lirih namun masih terdengar oleh pendengaran Roy.
Roy menghampiri Zee,ia langsung menyentuh tubuh Zee yang begitu dingin ."Badan nya dingin banget meski Sudah aku selimuti dan AC nya pun tidak dihidupkan".
"Di..ngi...n"ucap Zee lagi dengan bibir yang bergetar .
Lagi-lagi Zee merintih kedinginan sungguh ia terlihat lemah saat ini.Roy mencoba menggosok gosok tangan nya sekedar mengurangi rasa dingin yang menyerang tubuh nya.
"Gak ada cara lain aku harus melakukan cara ini.."ucap Roy.
Roy mulai menyibak selimut yang menutupi tubuh mungil milik Zee.Ia melucuti semua pakaian yang sempat ia ganti tadi.Kini tubuh itu polos tanpa sehelai pakaian .Ia mulai meluncurkan aksi nya.
"Maaf "lirih Roy tepat di telinga Zee sambil mencium kening Zee dan langsung ambruk di sebelah Zee.
Pukul 17.00 Zee mulai sadar .Kepala nya terasa pusing .Ia kerjap kn mata nya perlahan menangkap secerca cahaya yang menerangi ruangan.Di saat menoleh ke kanan betapa kaget nya mendapati Roy tidur di samping nya.
__ADS_1
"Bang Roy"ucap Zee tak percaya atas apa yang di lihat nya apalgi pikiran nya berputar pada kejadian beberapa jam yang lalu.
Dia ingin berdiri namun tubuh nya seakan remuk di tambah bagian bawah nya terasa nyeri.."awww"ringis nya.
"Deghh"hati Zee bergeremuh .Tatapan nya langsung menuju ke Roy.
Zee memilih diam dan gak terasa dia menangis menumpah kan kekecewaan terhadap Roy yang sudah sengaja mengambil mahkota yang ia jaga selama ini.
Suara tangisan yg di keluarkan Zee mengganggu tidur Roy ."kenapa"tanya nya sambil memposisikan tubuh nya agar sejajar dengan Zee.
"Kenapa melakukan nya "tanya Zee di sela Isak tangis nya.
Roy yang mengerti arah pembicaraan Zee memilih diam karna percuma kalau di jelaskan Zee akan tetap menganggap Roy lah yang salah.
Zee menatap nanar atas kepergian Roy ,ia tatap punggung laki laki yang membuat perasaan nya campur tak karuan .Mengekspresikan nya pun sulit.
****
"Lupakan apa yang terjadi tadi di kamar... anggap tidak pernah terjadi "Roy membuka suara saat mereka berada di dalam mobil.
"Bagaimana bisa aku lupakan"jawab nya menatap Roy meski Roy dalam keadaan nyetir.
"Terserah"titah Roy.
__ADS_1
Ingin rasanya Zee mencakar cakar wajah Roy yang ngomong seenak nya .Tidak pernah menjaga perasaan Zee.
Sampai di rumah sakit Roy langsung masuk ke dalam .Ketika di loby rumah sakit banyak pasang mata yang kagum dengan hadir nya mereka seakan pasangan yang serasi. Roy tampil menawan dengan celana jeans coklat muda dan kaos yang di setel kan dengan jaket warna coklat sedang Zee memakai kemeja putih tulang di padu dengan rok span coklat senada dengan yang di pakai Roy. Serasi bukan penampilan mereka malam ini.Roy menggandeng tangan Zee seperti orang yang berpacaran ketika melewati loby.
"Kayak pernah kenal dengan cowok nya"
"Seperti seorang CEO perusahaan yang sering muncul kabar nya di tv"
"Dari postur nya seperti aktror tidak menampak kan wajah CEO"
"Huss..apapun pekerjaan nya meski CEO atau Aktor yang penting dia laki laki tampan malam ini ...apalagi pasangan nya cantik dan berpakaian senada dengan nya "
itulah sebagian bisik bisik mereka yang merasa kagum saat Roy menggandeng gadis yang sama sekali tidak di ketahui publik setatus nya.
Apa yang di lihat mata tak akan sama dengan apa yang di rasakan hati.Mata hanya melihat drama sedang hati yang menetral kan agar drama itu tak terasa pedih.
***
Maaf readers tercinta ku hanya bisa up secuil karna Author banyak kesibukan di dunia nyata..insyaallah di lanjut besok dengan cerita yang lebih menarik dari ini.
Yuk ketik komen ..like...vote..dan jangan lupa hadiah nya juga agar terlihat sempurna..
By🤗👋👋
__ADS_1