
Usai semuanya tertata rapi di dalam koper,Zee berpamitan pada Roy dengan menghapus air mata yang tadi sempat tumpah.
"Terimakasih sudah mengizinkanku tinggal di sini .Ini kunci al -mari dan ini kunci pintu"ucap Zee sambil memberikan kuncinya satu persatu.
"Dua minggu lagi jangan di lupakan" balas Roy.
"Pasti" jawaban yang sangat singkat lolos begitu saja dari bibir Zee.
"Assalamualaikum" titah Zee.
"Waalaikumsalam"jawab Roy.
Zee langsung menyeret kopernya keluar,kakinya terasa berat melangkah ,namun tak bisa ia melawan ini semua .
Roy berdiri di tempat tanpa ada rasa ingin mengejar istrinya itu ,meski sebentar lagi sebutan itu tak tersemat di antara keduanya.
Zee mengendarai mobilnya dengan keadaan sangat kacau,sesekali ia mengamati jari manisnya yang masih tersemat cincin pernikahannya dengan Roy.Ia hentikan mobilnya di suatu taman yang gak terlalu ramai penggunjung.Ia memilih berhenti dari pada di teruskan yang akan mengakibatkan kefatalan pada dirinya.
2 jam berdiam di taman tak membuat ia lekas melupakan kejadian yang beberapa saat lalu menyapanya.Zee hanya merasa tenang untuk melanjutkan perjalanannya.Sengaja tak pulang ke rumah orangtuanya atau sanak saudaranya,Zee memilih butik nya sebagai tempat berpulangnya.
__ADS_1
****
pagi hari menyapa penghuni dunia dengan memancarkan sinar sang Surya yang mulai memanasi lapisan bumi.
"Zee" sapa ChaCha.
"Hmmm" balas Zee.
"Mukanya kok di tekuk aja!kenapa?"
"Gpp..perasaan mu aja"
"Sekarang jadwalnya Pak Roy,siapkan mentalmu Zee"lirih ChaCha.
Jam pembelajaran pun di mulai,Zee sengaja menundukkan kepalanya karena tak mau manatap wajah Roy.Siapa sangka mulai hari ini,Roy yang menjadi salah satu dosen di mata pelajaran Zee tidak bisa hadir.
"Selamat pagi..sementara saya menggantikan pak Roy,karna ia berhalangan untuk hadir"
Sebagian para siswa bersorak ria karna sang dosen killer bin tengil tidak bisa masuk kuliah.Begitupun dengan yang dirasakan Zee saat ini,jadi ia gak perlu menghindarinya.
__ADS_1
Roy menyibukkan dirinya di perusahaan,pikirannya sejak tadi malam ikut kalut seiring kepergian Zee dari rumah.
Waktu terasa begitu cepat,tak terasa hari ini adalah hari di mana hubungan Zee dan Roy berakhir.Zee bersiap dengan menguatkan dirinya sendiri bahwa ini adalah jalan terbaik yang harus ia tempuh.
Keduanya sampai di pengadilan dengan waktu bersamaan,namun kata sapa tak menghiasi bibir keduanya.Saat ini mereka berada di satu ruangan untuk saling mengakhiri bukan untuk melepas rindu.
Deretan pertanyaan terlontar dari hakim,sekian lama mereka diruang ini namun tak kunjung menemukan titik usainya.
"Roy Pratama dengan ini hakim memutuskan pengajuan perceraian anda resmi di terima"
Di iringi dengan beberapa ketokan palu yang menggelegar di ruang sidang.Sejumlah panah seakan mampu menghunus diri Zee saat ini juga.Cita citanya memiliki pernikahan yang untuh hanyalah impian semata.Baru menikmatinya kini ia harus melepasnya.
"Kalian berdua resmi bercerai hari ini" imbuh hakim,kata yang tak ingin di dengar oleh Zee.
Saat seperti ini baik keluarga atau orang tua tak mengetahuinya sama sekali.Sungguh Zee sangat apik dalam menyembunyikan hal sebesar ini.Sekarang ia harus menjadi ayah sekaligus ibu buat buah hati yang dikandungnya.
"Ini" Zee menyodorkan black card yang pernah ia terima dari Roy di awal pernikahan.
Roy langsung menerima pemberian Zee yang di bungkus seperti kado.Entah apa isinya,namun tangan Roy terulur untuk mengambilnya.
__ADS_1
Usai memberikan itu ,Zee berlalu pergi dari hadapan mantan suaminya.
Awal dari semua kebahagiaan adalah mereka yang di uji oleh jarak dan waktu.Semua menjadi teka teki agar mampu menaiki tangga kebahagiaan.