
Selama 3 hari Zee dirawat, namun tak ada hari yang menampakkan kehadiran Roy.Zee hanya di temani oleh Riska dan Chacha.Pagi yang cerah menyambut kembali aktivitas setiap yang ada di muka bumi.
Roy tak pernah menjenguk Zee. Jangan kn menjenguk ,menelvon atau sekedar kirim pesan saja Roy tak pernah melakukan nya.Seakan diri nya sudah di selimuti rasa benci yang begitu dalam pada Zee sehingga tak bisa melihat perjuangan Zee selama ini.
Hari ini Zee kembali membuka dunia nya agar secerah dulu sebelum ia nikah.Zee tak lagi ingin bersedih,dia harus happy karena sekarang yang menjadi prioritas nya adalah yang dikandung nya.
Dengan segala ujian yang terus menerus berdatangan membuat diri nya kuat.Sekenario hidup nya sekarang lebih menantang. Jadi, diri nya tak mau hanya fokus pada rumah tangga nya yang sudah di ujung tanduk.
Bercerai pun ia sudah siap,untuk masalah ikhlas masih di usahakan.Menyandang status janda dalam keadaan hamil sulit bagi seorang wanita.Tapi inilah jalan yang mungkin di hadapinya.
"Hari ini kita pulang Zee terus aku mengantar mu kemana"tanya Chaca dengan sibuk memasukkan pakaian Zee ke dalam tas.
"Aku bisa naik taxi saja."jawab Zee.
"Gk bisa Zee ,kamu baru saja sakit. Aku gak bisa biarkan mu pulang sendiri"sela Riska.
"Kalian jangan khawatir"kekeh Zee yang masih tetap ingin pulang sendiri.
Perbincangan mereka terhenti kala dokter Meta SpOG,MSc masuk ke ruang inap Zee.Dokter Meta adalah dokter yang menangani Zee setelah dokter Alvian.
__ADS_1
"Selamat pagi calon bunda"Ucap dokter Meta ramah pada Zee.
"Pagi juga dok"
"Sebelum pulang saya akan memberi wejangan pada mu dan memberi resep obat yang harus kamu konsumsi."ujar dokter Meta.
"Sebagai calon bunda kamu harus siap mendapat konsekuensi atas kehamilan ini.Mengingat kehamilan mu begitu langka dan hanya ada kemungkinan 10 %untuk sampai di titik melahirkan.Saya sudah saran kan beberapa kali untuk tidak meneruskan nya ,tapi dirimu tetap kekeh mempertahankan nya. Suatu saat jangan merasa kaget jika mengalami pendarahan yang parah,tangan dan kaki terasa dingin,keram di bagian bawa perut yang mungkin begitu ngilu itu sebagian efek dari kehamilan ini.Seringlah periksa ke dokter untuk mengetahui perkembangan bayi nya karna bayi yang tumbuh di luar rahim sulit untuk berkembang.Semangat dan terus lah happy"imbuh nya sambil memberikan resep obat yang harus di konsumsi Zee.
Zee mengerti dengan ucapan dokter Meta.Dan dengan bismillah Zee melanjutkan kehamilan nya.Hanya ini yang bisa dilakukan,dia tak ingin menjadi pembunuh nyawa yang tak berdosa.Ia biarkan gumpalan darah itu tumbuh di dalam, meski nanti ia lelah dan akhirnya memilih nyerah keluar dari tubuh Zee. Setidak Zee sudah berusaha mempertahankan nya.
Setelah siap semua mereka keluar dari rumah sakit.Zee langsung naik taksi yang sempat ia pesan tadi .
"Terimakasih.. tanpa kalian aku tak tahu nasib ku bagaimana"Zee berkata pada dua sahabat nya itu dengan membuka kaca taksi.
"Aku tak pernah merasa terbebani dengan ini semua,dan dengan ini aku bisa memetik hikmah di dalam nya"imbuh Riska.
Rasa bahagia menyeruak ke sanubari Zee kala mendengar penuturan Chacha dan Riska yang tak hanya sahabat namun ke dua nya mampu menjelma sebagai keluarga bahkan juga suami yang siap siaga dengan keadaan nya.
"Aku pamit .. assalamualaikum"ucap Zee.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"ucap keduanya kompak.
Taksi yang di tumpangi Zee terus melaju membelah keramaian jalan sampai akhirnya kendaraan itu berhenti tepat di kediaman Roy.Zee memberi beberapa lembar uang kepada supir lalu beranjak masuk ke rumah itu.
Ia langkahkan kaki nya pelan namun pasti .Di gerakkan tangan nya untuk memutar kenop pintu yang tak terkunci.Pintu itu di buka tak terlalu lebar hanya cukup untuk nya masuk.
Saat mau melangkah ke kamar tiba-tiba Roy muncul di depan nya dan memberikan aplop yang di bawanya.Tanpa basa basi Zee langsung membuka aplop itu.Mata nya membulat kala ia membaca surat itu.
Zee sadar ini jalan yang sudah dilukiskan untuk nya,sedikit kaget dan syok namun ia segera berusaha kembali untuk tegar.
"Aku pasti datang"ucap Zee menekan dadanya kuat -kuat .Begitu menyayat hati ucapan nya.
"Bagus,dua minggu lagi"titah Roy mengingat kan isi surat tersebut.
***
"Mimin penasaran nih Thor kelanjutan nya.."
"Maka nya baca terus jangan sampai kelewat"
__ADS_1
jawab ku enteng.
Makin kesini makin serius aja ending nya..kalau penasaran yuk kepoin lg dan lagi novel aban ku ini..jangan lupa like,vote ,komen serta hadiah nya ya para readers ku😍😍🤗.