Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 52


__ADS_3

Dua hari berlalu sejak Zee di suruh pulang agar tidak menemani Roy di rumah sakit ,Zee langsung pergi ke apartemen Chacha.Zee menumpah kan segala nya pada 2 sahabat nya itu dan berfikir untuk menetap sementara waktu di apartemen Chacha.Begitupun dengan Riska yang ikut menginap.


"Dosen tengil itu kira kira udah pulang apa belum ya"kata Chacha sambil merapikan lengan kemeja nya karna mau berangkat kuliah.


"Pk Roy maksut lo"sahut Riska menimpali ucapan Chacha.


"Iya siapa lagi hanya dia yang dapat gelar tengil"ucap nya sambil cekikian.


"Pulang atau gk nya tak ada urusan kan dengan kita",ujar Zee.


"Ada dong Zee,seandai nya dosen tengil pulang ya otomatis dia bakal aktif lagi ngampus nya"jawab Chacha.


"Di kampus kn hanya sekedar dosen setelah pembelajaran nya selesai ya tinggal out"ujar Riska menghampiri Chacha.


"Bodo amat lh.. kalaupun masuk juga seperti orang asing aja,yuk berangkat takut kesiangan"imbuh Zee.


Mereka akhir nya berangkat satu mobil.Hari ini mereka sepakat pakai mobil Riska ke kampus.Baru separuh perjalanan Zee merasakan nyeri begitu hebat di bagian perut bawah di tambah tangan dan kaki nya begitu dingin.Zee diam tak mengeluh kan keadaan nya pada Chacha dan Riska.Pada akhir nya Zee pun tak mampu menahan sakit yang menyerang nya.

__ADS_1


"Ris"ucap Zee lirih dengan wajah pucat.


Riska langsung menoleh pada Zee dan ia dapati Zee bercucuran air keringat karena menahan rasa sakit sedari tadi.


"Zee kamu kenapa"tanya Riska dengan panik.


"Sa...ki..t.."Ujar Zee terbata bata sambil memegangi perut nya.


"Astaghfirullah Zee, darah lo banyak banget "Riska kaget mendapati banyak nya darah yang menerobos rok yang di pakai Zee yang kebetulan Zee memakai rok berwarna broken white.


Chacha pun gk kala panik nya dengan Riska bagai mana bisa Zee yang dari rumah baik baik saja tapi di tengah perjalanan alami pendarahan yang hebat.Zee dengan setengah sadar di larikan ke rumah sakit oleh ke dua sahabat nya itu.


Setelah sampai di rumah sakit Zee langsung di tangani oleh dokter yang terbilang muda.Cukup lama Zee berada di dalam dan ada satu pun perawat atau dokter yang memberi kabar dengan keadaan Zee .


Ketika pintu rawat itu terbuka perlahan dan langsung tertutup kembali,Chacha langsung menghampiri dokter yang menangani Zee.


"Bagaimana ke adaan sahabat saya,apa dia baik baik saja"tanya Chacha dengan nada khawatir.

__ADS_1


"Ada dua kabar yang akan saya sampaikan"


"Apa itu dok.. atau kah sahabat saya menderita penyakit yang kronis"Chacaha kembali bertanya dengan tatapan sayu.


"Pasien sedang hamil dan ada masalah dengan kehamilan nya"


Baik Chacha maupun Riska terdiam tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.


" Janin nya berkembang bukan di rahim atau bisa di sebut dengan kehamilan ektopik.Kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang di buahi di implan di luar uterus.Pada kondisi ini tidak bisa di biarkan ,seandai nya kandungan nya di pertahan kan kemungkinan kecil bisa berhasil dan resiko nya sangat tinggi dan mengancam jiwa."


Lagi lagi kedua sahabat Zee seakan hilang kekuatan nya ,Chacha langsung luruh ke lantai dan menumpahkan air mata nya.Riska yang tak bisa berucap juga ikut menitih kan air mata mendapat kenyataan yang begitu pahit.Zee lagi lagi di uji belum usai dengan Prahara rumah tangga kini di tambah dengan masalah kehamilan nya.Sunggguh miris kehidupan Zee ,di luar terlihat bahagia namun di dalam begitu banyak masalah yang menghadang.


"Sekarang yang di butuhkan sahabat kalian bukan lah air mata dari kalian,namun sahabat kalian butuh semangat dari kalian terutama pihak keluarga lebih lebih suami nya.Untuk sementara waktu pasien tidak bisa dijenguk rame rame kalian jenguk bergiliran saja"


****


Siapa pun kamu,presiden sekalipun,kamu tidak pernah bisa menebak masadepan dengan baik dan benar,Karana masa depan adalah rahasia tuhan yang menakjubkan

__ADS_1


__ADS_2