
Pembicaraan mereka yang konyol itu seketika berhenti ketika bel sekolah berbunyi.Akhirnya dengan berat hati mereka harus masuk kelas .
Jam pertama di mulai Zee yang mengambil jurusan kedokteran mulai sibuk dengan aktivitas nya walau mungkin hari ini adalah hari yang tidak menyenangkan karna jam pertama nya di masuki oleh dosen yang sekarang menyandang status suami.
Zee memang gak suka kalau mata kuliah nya di doseni Roy ,Tapi mau gimana lagi itu lah yang terjadi saat ini.Takdir tidak bisa di tebak.
"Selamat pagi .."sapa Roy dengan ramah membuka pertemuanya kali ini.
"Selamat pagi juga PK.."jawab seluruh maha siswa kompak.
"Hari ini tidak ada materi jadi kita akan mengadakan praktek secara langsung di Rumah sakit dekat kampus dan nanti hasil kalian praktek silah kan catat dan buat seperti laporan."ucap Roy.
Roy meminta semua maha siswa terjun langsung ke rumah sakit pasal nya selama ini mereka hanya mempelajari materi tanpa praktek.
Mungkin hari ini hari yang menyibuk kan para mahasiswa dan di jamin mereka akan pulang telat di banding jam biasanya.
Semua di sibuk kan dengan agenda nya masing masing.Zee yang mendapat tugas menangani pasien yang akan di oprasi memberanikan diri masuk ke ruang oprasi walau dia hanya sebagai pendamping tetap aja itu membuat Zee merasa takut tapi ketakutan nya tertutupi dengan senyuman yang selalu di ukir nya.
__ADS_1
1 jam dalam ruangan gak membuat Zee menyerah dia selalu memperhatikan para dokter dalam menangani pasien .
Akhir dari oprasi yang di jalani nya sukses membuat semua kelurga pasien senyum bahagia.Zee yang melihat itu merasa bersyukur karna hari ini dia masih dalam ke adaan sehat beda dengan orang yang terbaring lemah bahkan kaku di brankar Rumah sakit.
Jam dinding menunjukkan pukul 21.30 tapi Zee tetap berada di Rumah sakit.Dia tidak akan pulang selagi Roy belum menjemputnya.
"Mbk masih belum pulang teman teman nya sudah pulang sore tadi lho mbk"kata salah satu suster yang sedari tadi menemani Zee.
"Saya masih nunggu jemputan dari abang saya mbk"jawab nya ramah.
Padahal yang di maksut abang itu suami bukan kakak nya,tapi itu tidak masalah buat Zee toh pernikahan nya memang belum di publish.Zee hanya mengangguk kan kepala atas pertanyaan suster Ani. Tiba tiba ponsel Zee berdering ternyata ada pesan WA masuk.
"Aku tunggu di parkiran "begitulah pesan singkat yang terkirim .
Tanpa membalas pesan Zee langsung pamit ke suster Ani.Dia mengerti sekarang Roy sudah menjemputnya walaw telat beberapa jam.
"Saya pulang dulu sus,abang saya udah di depan"pamit Zee sambil mengambil laporan yang tadi di kerjakan walaupun tidak selesai dia akan menyelesaikan nya di rumah nanti.
__ADS_1
"Iya mbk...Salam untuk abang nya mbk jangan telat kalau jemput"tutur Ani sambil cengengesan.
Zee hanya tersenyum atas candaan Ani,Kemudian berlalu pergi keluar dari Rumah sakit.Sesampainya di parkiran Zee langsung masuk mobil yang tidak asing dari penglihatan nya. Disana terlihat Roy dengan wajah dingin duduk di supir pengemudi.
"Bagaimana praktek nya"ujar Roy.
"Menyenangkan ...baru ikut praktek rasa nya ketagihan walaupun tadi sempat takut " jawab nya.
"Berarti udah siap donk jadi dokter"Tanya Roy.
"Kalau memang ada takdir insyaallah siap jika tidak biar lah kejadian hari ini yang akan menjadi kenangan dalam menangani pasien tanpa menyandang gelar dokter.Terimakasih uda ngadain praktek yang sedikit banyak bisa saya ambil ilmunya"jawab tulus Zee mengarahkan pandangan nya ke depan.
Maaf jika karya ini tidak sesuai apa yang kalian inginkan dan masih jauh dari kata sempurna.Terimakasih udah mampir ke novel author yang Gj ini.Mudah mudahan kalian semua yang baca di luaskan rezekinya.
Amien...
Like and vote nya jangan di tinggalkan-👇👇
__ADS_1