Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 14


__ADS_3

Di lain tempat Roy sibuk dengan meeting yang di tunda beberapa hari lalu.Seharian Roy menghabiskan waktunya di kantor,akhirnya Roy bisa pulang karna ia rasa pekerjaannya selesai.


Roy mengemudi mobil dengan kecepatan sedang dan ia memulai membelah jalanan yang terbilang agak sepi, disana hanya terdengar deru mobil yang menemani kepulangan Roy.


Jarak antara rumah utama dengan perusahaan tidak jauh hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk di capainya.


Sesampainya di halaman rumah Roy langsung memarkirkan mobil sport nya di bakasi lalu ia masuk ke rumah.Kebetulan di ruang tamu ada mama papanya yang duduk santai sambil nonton TV.


"Malam Ma..Pa.."sapa Roy.


"Tumben kalian belum tidur ini kan udah malam"tanya nya sambil melihat jam melingkar di tangan nya.


"Masih belum ngantuk..itung- itung mama nonstalgia sama papa kamu kan udah lama kita gak bisa nonton bareng walau pun nonton nya tidak di bioskop ..bukan kah bahagia itu sederhana ya Roy.."ujar Aico pada putra nya.

__ADS_1


Roy hanya diam karna dia masih belum bisa merasakan apa yang dirasakan ke dua orang tuanya saat ini.


Bahagia bukan di lihat dari berapa banyak harta kita..bukan seberapa banyak kendaraan yang terparkir di pekarangan rumah kita..bukan seberapa luas dan megah nya rumah kita..Tpi di lihat dari bagaimana kita menyikapi setiap keadaan dengan bahagia,tidak menjadikan semuanya beban dalam menjalani kehidupan dan seberapa banyak kita bisa membantu mereka yang di bawah kita.


"Cepat deh kamu ke atas,istrimu sudah menunggu dari tadi"ujar papa Roy.


"udah di bilangin gak usah nunggu..tetap aja masih ingin nunggu..Apa gadis itu ingin pujian dari mama papa"gumam nya dalam hati.


Sesampai nya di kamar Roy melihat Zee yang asik dengan ponsel nya di atas sofa tanpa mengetahui ke hadiran Roy.


Zee yang asik dengan ponsel nya kaget dan refleks berdiri dan mencari suara yang membuat hati nya agak pilu bagai tersayat jarum sepabrik..Benar aja di samping nya sekarang sudah berdiri makhluk balok siapa lagi kalau bukan si Roy.


"Bapak udah pulang..sejak kapan?"tanya Zee.

__ADS_1


"Udah lah ..Emang nya sekarang kamu gak lihat aku yang berdiri di sini,aku bukan makhluk astral yang kasat mata.Udah 3 jam aku berdiri disini tapi kamu gak merespon sama sekali."jawab nya geram dan menatap mata yang indah itu dengan ke bencian.


"Memang iya 3 jam yang lalu.Perasaan 3 jam lalu saya masih di lantai satu nemenin mama"jawab Zee memancing emosi Roy.


"Kamu tuh jadi istri gak peka banget"dengan wajah kesal di tambah emosi yang hampir meledak.


"Makanya Pak kalau masuk itu ucapin salam dulu jangan asal nyelonong aja"Zee berusaha menasehati Roy.


"lha terserah gue lah..kamar kamar gue kenapa situ yang sewot"bentak Roy sambil menencekram bahu Zee.


"Saya hanya memberi tahu saja bagai mana yang seharus nya,kalau bapak gak mau gak masalah itung -itung juga mengingatkan saya sendiri adab sebelum masuk ruangan."


"Sekarang status saya bukan hanya maha siswi bapak dan bukan hanya mantu dari keluarga ini .Jadi saya harap kita saling menghargai perbedaan yang terjadi di antara kita."

__ADS_1


"Izin kan saya merasakan apa yang di rasakan oleh kebanyakan istri sebelum bapak membawa hubungan ini di meja hijau dan mengakhiri semuanya."Zee mengucap kan dengan penuh penekanan.


Hampir butiran bening Zee jatuh tapi ia mencoba mencegah nya .Toh gak ada gunanya juga kalau seandainya tumpah itu tidak akan merubah surat perjanjian yang sudah di sepakati beberapa hari lalu sebelum Zee menikah dengan Roy.


__ADS_2