
Happy reading
Angin menghembus dengan kencang membuat suasana malam itu tambah dingin.Semua mahasiswa kumpul di sebuah lapangan guna pembekalan untuk acara besok serta pembagian regu .
Total semua regu adalah 15 dan di setiap regu ada satu dosen yang andil agar bisa memantau gerak gerik mahasiswa.Dan entah ini jodoh apa nggak regu ke 2 yang di ketuai Zee di pantau oleh suami Zee sendiri.
Pagi hari.
Semua mahasiswa di sibukkan dengan kegiatan nya masing masing.Ada yang tukang masak yang nanti makanan olahan nya di bagikan, ada tukang medis ,ada yang tukang antar bantuan,ada yang mengambil barang maupun uang yang disumbangkan dari kota lain.
Mereka menjalani hari hari mereka dengan bahagia karna bisa membantu orang yang terkena musibah tanpa memandang status sosial.
Hari ini tepat hari ke empat, hari di mana gak seperti biasanya lagi yang dulunya mereka menjalani tugas sesuai pembagian nya sekarang mereka harus terjun langsung ke tempat.
Zee di tugaskan di desa yang sangat plosok.Desa di mana susah sinyal,di mana alat elektronik masih belum terlalu menyebar, penerangan nya pun masih di bilang belum layak.
"Kita bagi kelompok kita menjadi 2 bagian agar tugas kita cepat selesai dan sebelum pukul 16.00 usahakan kita semua udah kumpul di sini."ucap Roy.
"Tapi kita cewek semua Pk kalau ada hal yang tidak di ingin kn gimana?"kata Rani.
"Tidak akan terjadi hal yang tidak di ingin kan.Seandainya kita gak bagi kelompok besok kita harus kembali lagi ke sini."sambung Roy.
"Zee sebagai ketua kamu bisa mengawasi sebagian dari mereka biar yang lain nya saya yang mengawasi"imbuh nya.
__ADS_1
"Baik Pk"jawab Zee.
Akhirnya mereka berpencar dengan group yang sudah di sepakati tadi.
"Zee ini hampir pukul 14.00 Kita balik takut di tinggal Pk Roy nanti.Kamu tahu juga kn kalau Pk Roy gak suka keterlambatan"kata teman Zee.
"Iy..tapi tunggu dulu aku mau ngobatin anak kecil yang ibu nya tadi minta tolong ke kita .Rumah nya sih gak jauh dari sini"tutur Zee
"Jangan deh Zee ..Rumah nya ibu tadi jauh dari pemukiman.Besok aja di lanjut sama Pk Roy."pinta Reva.
"Nanggung mumpung kita di sini.Kalau di kerjakan besok takut tambah parah luka anak itu.Kita masih punya waktu untuk kesana".
"Ya udalah kita ngikut ketua aja"Ujar Dina.
Karna Zee berjalan paling belakang tanpa ada teman di samping nya membuat gadis itu mudah di lukai oleh penjahat.Tangan gadis itu di tarik dengan keras dengan mulut yang di bungkam membuat Zee gak bisa memberontak .
Zee di bawa ke tempat 2 kali lipat lebih jauh dari rumah anak yang akan di obati tadi.Di sebuah rumah yang kumuh dan pengap di situlah Zee disekap.
"Tolong lepas kan saya"pinta Zee pada salah satu dari mereka.
"Enak saja..Sudah lama kita gak dapat mangsa. Apalagi kamu kayak nya dari kota gadis yang kita ingin kan selama ini"sambil memegang pundak Zee.
"Kalau kalian butuh uang saya akan berikan kalian berapapun yang kalian minta asal lepas kan saya"
__ADS_1
"Kita senang senang dulu aja sayang.Gak usah pakek drama tangis tangisan.Toh kamu nanti yang merasakan enak nya."
"Saya udah nikah apa yang kalian ingin kan dari saya"
"Menjamah tubuh mu seperti yang di lakukan suami mu"
"Aku tidak mau.Di mana pikiran kalian mau menjamah wanita yang bukan mahram nya kelakuan kalian ini seperti hewan saja tidak bermoral"tutur Zee dengan suara keras
"Plak "satu tamparan mendarat dengan keras membuat ujung bibir Zee mengeluarkan darah..
"Kita siksa dia sampai dia kapok ."
"Bang tolong Zee.Zee takut dengan mereka"batin Zee terus memanggil nama Roy.
Hampir sampai ke tempat tujuan Dina menoleh ke belakang hendak tanya pada Zee apa benar rumah yang ada di depan mereka itu rumah ibu tadi.
"Zee"panggil Dina.
Karna Zee gak merespon panggilan Dina di tambah Zee tidak ada di antara mereka membuat Dina dan teman lain nya panik.
"Di mana Zee ..Kok gak ada..Bukan kah tadi dia di belakang Reva"tanya Dina.
"Aku gak tau Din.Gimana ini kalau Zee gak ada"jawab Reva.
__ADS_1
"Kita balik dan beri tahu ini pada Pk Roy.Soalnya kalau kita mencarinya sendiri kita bisa kemalaman di hutan ini"imbuh Reva memberi solusi.