Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 44


__ADS_3

2 hari sudah Zee di kurung di ruangan rahasia.Jangan kan memberi makanan atau minuman menengok pun Roy seakan tak berniat.Namun, ketika pria itu hendak berangkat ke kampus dia ingat bahwa hari ini adalah mata pelajaran nya di kelas Zee yang apabila Zee tidak hadir dua sahabat Zee akan bertanya pada nya seperti dua hari yang lalu dimana Roy selalu di tanya mengenai Zee yang tidak kuliah bahkan hp nya pun tidak pernah aktif.


Bukan nya takut pada ke dua sahabat Zee namun Roy malas jika harus di tanya masalah Zee.Akhir nya dengan langkah malas Roy berjalan menuju ruang di balik al -mari.Di buka nya perlahan dan langsung melanjutkan langkah nya pelan namun pasti menghampiri Zee.


Zee yang melihat Roy datang ia memilih diam.Dia merasa takut kala harus berhadapan dengan Roy. Rasa trauma kini sudah mendarah daging di hati Zee atas keegoisan Roy yang membuat Zee ingin menjauh dari nya.Namun ,sekali lagi dia berfikir tidak akan ada yang bisa menolong nya saat ini kemudian ia memberanikan diri untuk menghadapi suami nya itu walau nanti dia akan di suguhkan dengan hukuman yang tak pernah ia ketahui kesalahan nya.


Sempat kaget dengan keadaan Zee dengan wajah yang pucat dan bibir yang kering serta tubuh nya terlihat lebih kurus.Bagaimana tidak mengenaskan keadaan nya selama dikurung Roy tak pernah memberi nya makan.Bahkan sebelum kejadian itu ,Zee sudah tertekan dengan pernikahan ini di tambah Roy balik berhubungan dengan kekasih nya dulu.


Di lepaskan tali yang mengikat tangan Zee kemudian berlalu ke kaki yang di pasung.


Zee tak berkutik meski sudah di lepas kan.Tubuh nya sangat lah lemas sehingga ia memilih diam tanpa bersuara,ia juga enggan menggerak kan tubuh nya.


"Bersiap lah ..kamu harus ngampus"titah Roy membuka kesunyian di antara mereka.


"Tidak kah kau melihat diri ku dalam keadaan seperti ini dan dengan mudah nya dirimu menyuruh ku ke kampus.Jangan kn ke kampus aku keluar dari sini saja seakan aku gak sanggup melangkah kn kaki ku."Zee bergumam dalam hati nya enggan menanggapi ucapan Roy.


Dengan berat hati Zee berdiri bukan untuk mengiyakan titah Roy .namun ,ia ingin mengistirahat kn badan nya di kamar yang selama ini ia tempati.Di langkah nya kelima penglihatan Zee mulai buram ,sesuatu yang ada disana terlihat seperti benda yang ganda di tambah kepalanya terasa begitu berat.


Belum sempat ia meneruskan langkah nya ,badan nya kini ambruk ke bawah.Roy yang sedari tadi acuh ke pada Zee kini menghampiri tubuh yang sudah tepat berada di atas lantai itu.Roy berusaha membangunkan Zee namun si pemilik nama itu tak kunjung memberi respon.Akhir nya Roy mengangkat tubuh kurus Zee dan membaringkan nya ke tempat tidur Roy.


Roy segera memanggil dokter kerumah nya untuk memastikan keadaan Zee.Selama menunggu dokter ia mengganti pakaian yang dikenakan Zee karena itu pakaian sebelum Zee di kurung.

__ADS_1


"Jangan terlalu kuatir istrimu hanya lelah dan kurang energi serta gizi yang di butuh kan oleh tubuh nya"kata dokter.


"Jaga pola makan nya jangan sampai telat karena dia harus membagi nutrisi nya"imbuh dokter yang memeriksa Zee.


"Maksut nya"pertanyaan yang begitu polos dari seoarang yang menjabat sebagai CEO di pendengaran dokter tersebut.


"Dirimu mampu mencerdaskan siswa/siswi mu..kamu juga mampu memimpin perusahaan yang begitu besar tanpa bantuan orang lain.Namun dirimu sangat lemah dalam mengerti keadaan wanita"penjelasan dokter yang membuat Roy berpikir kemana sebenarnya arah ucapan dokter itu.


Lamunan Roy kini buyar kala dokter itu menepuk pundak sebelah kanannya."Bawalah kerumah sakit jika kamu ingin mengetahui yang sebenarnya"mengulas sedikit senyum lalu berniat pamit pada pria yang di buat bingung atas ucapan nya.


"Sebenarnya kamu menderita apa sih sehingga dokter pun enggan memberi tahu dan nenyuruh kita kerumah sakit agar mengetahui keadaan mu"ucap Roy lirih menatap Zee seakan minta penjelasan.


Selang beberapa menit Zee mulai menggerakkan jari tangan nya di susul dengan matanya yang terbuka secara perlahan.


"Syukurlah kamu sudah sadar"kata pertama yang didengar kala Zee mulai sadar.


"Aku kenapa"tanya Zee sambil memegang kepala nya yang masih terasa berdenyut tapi ia berusaha bangun .


"Aku sendiri gak tau kenapa.Jangan tanya pada ku, tanyakan pada tubuh mu kenapa terlalu lemah"balas Roy seakan mencibir Zee.


Jawaban yang singkat namun membekas di sanubari .Ucapan nya selalu pedas sehingga Zee tak heran jika Roy berkata demikian

__ADS_1


"Bangun dan pindah lah ke kamar mu.Waktu ku sudah terbuang karna mu"imbuh nya.


"Terimakasih sudah mengizin kan ku menempati kasur anda"jawab Zee menekan dada nya dalam dalam yang terasa nyeri atas perkataan Roy.


*


*


*


Makin hari ucapan mu seperti bon cabe level 30 aja bang😄😄kan kasihan tu istrimu yang harus mendengar kan ucapan mu😭lunak dikit napa kayak bersama kekasih mu kn nanti bikin baper gak harus terus marah marah gk jelas🤭.


Yuk ramai kan lagi novel ini dengan dukungan kalian sebanyak banyak nya...


Like..like..like..


Vote..vote..vote...


komen..komen ...komen..


hadiah 🏆 nya juga jangan terlewat kan karna tak butuh tukar koin.

__ADS_1


__ADS_2