
Suara adzan terdengar merdu membuat tubuh Zee sesekali bergerak,tidak membutuhkan waktu lama Zee bangkit dan bangun dari tempat tidur nya di lanjut ke kamar mandi ambil wudu kemudian melanjutkan ke wajiban nya sebagai seorang muslimah.
Pukul 08.00 Zee berangkat ke kampus tapi sebelum sampai di depan pintu utama tangannya terlebih dahulu di cekal oleh Roy.
"Tunggu..Ini uang saku mu dan di ruang belajar mu ada kartu yang bisa kamu gunakan selagi masih menyandang status istri ku.Jangan di gunakan untuk foya foya gunakan secara baik karna ini adalah uang pertama sekaligus terakhir yang ku berikan pada mu"ucap Roy sambil memberikan beberapa lembar uang ke tangan Zee.
Tanpa di beri pun Zee mampu membiayai kehidupan nya sendiri,pasal nya dia memiliki butik yang Roy sendiri tidak mengetahuinya.Ia juga bukan tipe orang yang suka menghamburkan uang sebab ia tahu bagaimana susah nya mengais rupiah di jaman yang serba maju ini.
"Iya..terimakasih"ucap zee sambil tersenyum lalu pergi meninggal kan Roy di tempat.
Di kampus**
"Kamu tahu gak Zee dua minggu lagi kampus mau ngadain bakti sosial di sebuah desa terpencil.Semua teman yang ambil jurusan kedokteran ikut andil lho sedangkan yang jurusan selain kedokteran hanya di pilih beberapa saja."kata Chacha nerocos tanpa jeda.
"Bakti sosial dalam rangka apa ya"tanya balik Zee.
__ADS_1
"Itu lho Zee desa yang sekarang lagi Viral di dunia per tv 'an dengan ada nya bencana dengan korban yang sangat banyak dan kerugian yang fantastis"ujar Riska.
"Dengar -dengar juga dalam acara kali ini kita akan di pisah- pisah menjadi beberapa bagian tpi kumpul nya satu tempat biar gak kehilangan jejak satu sama lain"imbuh Chacha.
" Oh gitu ya ..Gue ketinggalan berita nih"ucap Zee.
"Makanya Zee hidup itu jangan di buat sibuk .Dikit dikit bilang di butik banyak kerjaan ,skripsi belum selesai belum lagi di rumah.Luangin lha waktu lho untuk ikut hadir dalam group chat biar lo tau kabar terkini dari kampus gak ngango seperti ini"cibir Chaha pada sahabat satu nya ini.
"Bukan sok sibuk tapi memang sibuk kalau kalian gak percaya coba deh ikut ke butik gue lain waktu agar kalian tau rasanya .Omset di butik gue akhir akhir ini melejit tinggi makanya gue sibuk rancang model baru untuk di lonching kan tiap minggu nya."jawab Zee.
"Uang oh uang kenapa kau banyak di minati orang padahal bentuk mu tipis tak bertulang.."ujar Chacha sambil membolak balik
"Coba aja uang ada tulang nya pasti lo yang akan lari maratonan liat tu uang"seloroh Varo yang baru saja datang menimpali ucapan konyol Chacha.
"Gue lari maratonan di suruh keliling nih kampus aja gue lebih baik nyerah apalagi maratonan"jawab nya dengan bengis.
__ADS_1
"Hhuh..Gini nih kalau si Chacha ama Varo kumpul ada aja pembahasan konyol."
Saat saat seperti ini lah yang bakal dirindukan oleh setiap pelajar terutama Zee yaitu saling adu candaan.Suasana yang membuat hati siapa pun melunak mendengar nya.
Di rumah Zee hanya di anggap sebagai figuran sedang di kampus Zee sangat di hargai oleh teman- teman nya. Walau sedikit yang tau dia adalah maha siswi berprestasi serta sukses di usia muda nya.
"Memang kalian lagi bahas apa sih sampek ke uang uang segala"tanya Varo..
" Bakti sosial yang akan di adakan oleh kampus kita dua minggu lagi"ucap Zee
"Oh..Itu kirain bahas apa"
"Gue seneng aja membantu orang sambil traveling.Lama juga kan kita gak menyegarkan pikiran kita."kata Chacha.
"Pikiran lo itu cumak ada traveling aja"
__ADS_1
"ya iyalah kalau kita traveling pasti ada kuliner yang akan kita jelajahi.Perut kenyang hati pun senang"
Semua sahabat Chacha geleng- geleng kepala mendengar penuturan dari nya.Terkenal kocak dan asal nyeplos kalau ngomong .huhhh..dasar chacha ,tapi author suka karakternya😀