
jangan menyerah saat do'a -do'a mu belum terjawab..jika kamu mampu bersabar,Allah mampu memberikan lebih dari kamu minta...
***
pagi hari tanpa pamit Zee langsung berangkat ke kampus.Dia memilih naik taxi online dari pada mengendarai mobil sendiri.
"Zee"sapa Riska .
"Ris".
"Kemana aja lo Zee gak pernah datang ke kampus,hp juga gak aktif"tanya Riska menjatuhkan bokong nya ke kursi yang ia biasa tempati.
"Gue sakit,jangan kan pergi ke kampus bukak hp aja terasa tak berdaya"
"Terus suami tengil lo ngurusin gk"seloroh Chacha yang langsung menghampiri Zee dan Riska.
"Dia hanya status mana ada waktu untuk ku"ucap Zee.
"Lo hebat Zee di terpa masalh yang mungkin aku sendiri menyerah"
"Aku tak begitu hebat pula tak ingin jadi hebat di saat rumah tangga ku tak menentu apalgi hadir nya wanita lain yang mampu mengambil hati suami ku."
__ADS_1
"Ada saat nya kita di uji dulu lalu mengambil hasil nya untuk mengetahui seberapa kuat diri kita dalam masa uji coba itu."
"Aku nyerah dengan bang Roy ,seandai nya takdir memisahkan hubungan ku dengan bang Roy suatu hari nanti aku harus benar-benar menguat kan bahu ku sendiri bahwa esok ada pengganti yang lebih baik."
"Kami akan selalu mendukung mu Zee"
"Terimakasih tanpa kalian mungkin aku hancur sehancur hancur nya."
***
Roy yang masih di bawah Kungkungan selimut tebal nya kini mulai terusik dengan cahaya yang menerobos gorden nya.Mata nya langsung tertuju pada jam weeker yang ada di atas nakas.
"Hmmm..mungkin aku kecapekan karna tidak bisa kontrol waktu.Lebih baik aku tidak ngantor apalagi jadwal kampus ku kosong.Aku akan bekerja di rumah"tiba tiba ide berlian nya semerbak di pikiran Roy.
Roy turun dari lantai dua dengan pakaian santainya .Ia pandangi setiap sudut rumah nya yang nampak sepi tak ada tawa juga tak ada tangis terasa hambar saja rumah nya kini.
Dulu Oma Roy selalu mengundang anak yatim ke rumah ini beralaskan agar rumah nya ramai dengan tawa mereka.Bahkan bukan sesekali dua kali Oma nya menghadirkan penceramah untuk memberi tausiah yang di adakan di depan rumah ini.
Kini semua itu hanya tinggal kenangan manis yang akan tetap terpantri dalam sanubari Roy.Di didik oleh Omanya bukan menjadikan ia membenci mama nya,ia justru lebih menghormati nya karna rasa rindu yang di dapat selama ikut Omanya.
Roy menyeduh kopi kesukaan nya dan membuat makanan simple untuk nya di makan.Setelah semuanya selesai Roy duduk di sova ruang tengah sambil mongatik ngatik laptop nya untuk bekerja di rumah.
__ADS_1
tiba-tiba benda pipih yang terletak di samping laptop nya berdering tanda ada panggilan yang masuk.
"Sayang"suara wanita dari sebrang telepon.
"Hmm"jawab Roy agak malas karena Celly mengganggu waktu kerjanya .Ia tak suka jika waktu bekerja di recokin meski itu kekasih nya sendiri.
"Kok cuwek sih kamu.."tanya Celly yang merasa Roy cuek dengan hanya memberi jawaban hmmm pada nya
"Perasaan kamu aja kali Cell.Kenapa menelvon ku"ucap Roy to the poin.
"Nanti malam ada acara seminar temanin aku yuk,aku ingin melihat nya."
"Ok..kirim waktu serta tempat nya kita ketemuan di sana"ucap Roy tak mau berlama-lama berbincang saat pekerjaan nya numpuk.
"Yes...lihat saja Zee tinggal beberapa langkah lagi aku akan menjerat suami mu "Celly merasa bahagia karena Roy masih perhatian pada nya.
***
Author baru datang..yuk kepoin lg kelanjutan nya..dukungan nya jangan sampai di tinggalin..klik like,vote,serta beri hadiah agar author semangat..
Apresiasi kalian adalah motif author untuk terus berkarya🥰.
__ADS_1